Semburat kekuningan mentari terpantul
Di balik teralis berpanorama bata beton
Dingin
Semilir angin bukan jadi semilir angin
Hangat
Bukanlah lagi hangat
Sesak
Ini bukan sesak
Hanya aku yang paranoid
Kulihat jejak lumpur mengotori lantaiku
Kudengar suara mereka berbisik
Kugenggam jemariku erat
seakan meneguhkan
Seakan
Kulihat siluet di pojok kamar dingin ini
Hujan lembab
Tembok basah
Di balik teralis seorang gadis menjerit
Melantunkan tembang kehampaan
Kamis, 21 April 2016
Sabtu, 13 Februari 2016
Mumuk bercerita: Re-gardening part 2
Kali ini saya mau menceritakan tentang perkembangan tanaman yang baru saya tanam akhir-akhir ini, diantaranya paprika jenis color spectrum, sunflower black magic, lavender, mawar, dan wortel. Cukup banyak juga ya? Padahal sedang deadline tugas akhir, hehehe...
Oh ya daerah aku termasuk dataran rendah tetapi
dibatasi pegunungan yang tidak terlalu tinggi, tanahnya warnanya hitam tidak
merah (nggak tahu jenis apa), dan suhunya panas. Kalau musim hujan begini sih
masih mendingan suhunya sekitar 20-an derajat celcius tapi kalau musim panas
bisa sampai 30 derajat celcius.
Oke dari banyak mengoceh tidak penting dan membuat
anda-anda pada bosan (bilang aja kebiasaan ngomong irit)mari lanjut saja ke pembahasannya
^_^
Minggu, 07 Februari 2016
Mumuk bercerita: Re-gardening
Kenapa dari MoCha jadi
mumuk? OK itu memang panggilan saya sehari-hari wkwkwk #abaikan yang itu
Saya berkebun kembali.
Stres tingkat akut menyerang
saya selama tugas akhir ini, membuat saya melanglang buana #ya ampun apalah
bahasa saya#
Intinya selama beberapa
bulan belakangan ini saya suka mencari hiburan demi meredakan kepenatan. Mulai
dari menyambangi halaman website penyedia anime, manga, buku, music, hingga
seni. Hingga awal Januari saya sedang bingung dengan kucing saya yang namanya
Junior jadi suka kelayapan dan makannya berkurang. Kepikiran untuk mencoba
catnip untuk mengatasinya, saya
inisiatif mencari catnip secara online yang hasilnya malah menemukan toko online
aneka tanaman. Saya lihat-lihat dan lihat-lihat lagi, dan akhirnya melihat
berbagai macam tanaman saya jadi wonder bin takjub. Hingga melupakan urusan
catnip dan malah jadi teringat impian masa kecil yaitu ingin punya sebuah kebun
dimana semua tanaman ada disitu.
Pada akhirnya saya mulai
hunting tanaman yang menarik hati saya sepanjang awal tahun 2016 ini. Nah,
disini saya mau menceritakan sedikit tentang bagaimana mendapatkannya. Dan
bagaimana perkembangan mereka (tanaman penghuni halaman rumah saya).
Pertama saya ingin
mengenalkan tanaman yang sudah saya tanam beberapa tahun silam sebelum halaman
rumah saya di paving. Berikut ini mereka:
1. Adenium pink cantik
ini awalnya ditanam ibu saya dulu sekali, cantik sekali kan pas berbunga? Di
tanam kapan sudah lupa, sepertinya waktu adenium lagi booming.
Sabtu, 31 Oktober 2015
A9 in Haloween part 1
by MoCha
Genre : horror
Warning : drabble, mistypo, aneh, boy x boy, creppypasta
Rate : T
Disclaimer : semua hanya milik Tuhan, semua cerita
hanya fiktif demi hiburan
=
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
= = = = =
CHIKIN
Tora POV
Kucingku terkadang
menyebalkan sering menggaruk funiture dan bahkan terkadang membuat rumah
berantakan. Walaupun begitu bukan berarti aku tak menyukainya. Memang aku
menamainya Chikin (alias pengecut), tetapi kurasa dia memang pengecut dan
penakut. Tapi kucingku itu menggemaskan sekali. Bulunya tebal, badannya yang
gembul, bulunya keabu-abuan dan suaranya yang mengeong manja. Terkadang rasanya
ingin meremas tubuhnya saking gemasnya. Hei kadang dengan mengelus tubuhnya
juga bisa menenangkan emosiku.
Chikin ini juga selalu
melindungiku dari makhluk mengerikan yang kerap datang menggangguku, yaitu
kecoa. Jangan tertawa!! Ayolah apa kalian tidak merasa jijik pada makhluk
berwarna coklat yang gemar bersemayam di tempat kotor itu. Makhluk-makhluk itu
juga suka bersembunyi di lemari dan membuat seisi lemari menjadi bau. Oke
memang tidak wajar untuk seorang pria takut pada serangga tapi setidaknya aku
lebih baik daripada Nao. Dan disitulah Chikin selalu ada untuk membantuku.
Reita and His Noseband part 3
Genre : niatnya horor spesial haloween tapi
....
Warning : drabble , kata-kata amburadul,
mistypo, aneh
Author : MoCha si sadako mini
anaknya Hyde ma Tetsuya sekaligus istrinyaSaga, merangkap selirnya Ruki, juga
pacarnya Reita, dan akhir-akhir ini sedang mengincar Shou *Reader: woooii
banyak omong!!!!*
Cast : Reita with the
gazettE dan makluk jrocker lainnya
Rate : K+++
Disclaimer : semua hanya milik Tuhan, author pinjem
aja
Summary : Apa aja yang bisa terjadi dengan
Reita dan nosebandnya???
=
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = ==
= = = = =
~If Reita meet
Kuchisake-onna~
Reita sedang
berjalan pulang ke basecamp sendirian pada malam itu karena sudah tidak ada
lagi bis yang lewat. Reita keluar rumah jam 11 malam karena kelupaan beli gel
rambut dan makanan parkit peliharaannya. Sedangkan sepedanya sedang dipinjam
Tora buat BMX-an bareng temen-temen club bmx.
“Brrrrr....
dingin bener ya? Padahal kan baru akhir musim panas. Tadi pagi aja panas banget.”
Ucapnya menepis kesendirian.
Wussss....
Hembusan angin dingin mampu membuatnya memeluk tubuhnya demi mengusir dingin.
“Iih~ si Aoi
malah nggak mau nemenin pula. Jadi sendiri begini aku.” oceh Reita sebal sambil
sesekali menendang kerikil yang tak bersalah.
Selasa, 27 Oktober 2015
The GAZETTE fanfic ~~ REITA-rella part 5 End
By : MoCha
Peringatan : Male x Male, crack sangat, pendek, bahasa(sangat) agak kacau, typo
Tokoh : the Gazette , Alice Nine, dan makhluk Visual Kei
lainnya.
Rate :
PG 13+ #siapa aja boleh baca sebenarnya#
Disclaimer : semua hanya milik Tuhan, saya pinjem aja namanya dan ubah-ubah
karakter mereka sesuka saya XD
Pasangan : Uruha X Reita, Kai x Ruki
<>
<>
Dua hari kemudian kota PSC heboh dengan pembaritaan bahwa Presdir
Uruha sedang mencari pemilik noseband misterius yang sudah mencuri hatinya.
“Noseband?” kata Saga kaget membaca berita di koran.
“Apa mungkin Reita?” tanggap Tora.
“Nggak mungkin kemarin itu kan dia
papi hukum untuk menghabiskan kari. Lagipula mana mungkin dia punya
undangan ke pesta?” terang Kai.
“Bener juga noseband kan sekarang lagi nge-trend tuh.” Tambah Tora.
“Hari ini dia mau mengunjungi orang-orang yang datang ke pestanya
hari itu kata koran ini.” jelas Saga masih baca koran.
“Eh Reita, ntar lu habis ngepel beliin gue tisu satu pak. Biar Shou
gigit tisu saja kalo ngambek nggak gigit kabel telpon lagi.” Perintah Tora sama
adik tirinya.
“”Iya kak.: Reita hanya bisa pasra. Pasrah dengan perintah Tora dan
pasrah menahan bau noseband alternatif yang dia bikin dari kain lap piring yang
apeknya jangan ditanya.
Dia bersyukur walaupun begitu karena dengan hidungnya itu dia
kemarin selamat dari rape-an Byou. Walau bete juga pasalnya Byou langsung nggak
jadi nepsong ma Reita begitu melihat hidungnya yang nyungsep. Sampai Reita juga
berpikir ‘Apa gue seburuk rupa itu?’
Tok... tok... tok...
Pintu kediaman mereka diketuk dengan segera Tora yang paling deket
dengan pintu membukanya.
“Eh Uruha-san.” Kata Tora kaget setengah hidup melihat 2 makhluk
berpaha sekseh berdiri di depan pintu rumahnya.
“Iya. Permisi, boleh ganggu sebentar uhm.... Tora-kun iya kan?”
kata Uruha ramah.
“Lama juga boleh kok.” Kata Tora maksudnya ngegombal. ‘Huaaaah
pahanya lebih montok dari Shou.’ Pikir Tora langsung nepsong.
“Silakan masuk.” Tora mempersilahkan kedua makhuk berpaha itu
masuk. Mereka pun disambut baik oleh
Saga dan Pak Kai.
“Tujuan saya kesini. Saya mau meminta anak anda mencoba noseband
yang saya temukan.” Ucap Uruha setelah dipersilakan duduk. Uruha pun memberi
isyarat pada Leda untuk mneluarkan benda itu. Langsung saja ia menyuruh Tora
memakainya. Tetapi setelah dicoba ternyata tidak pas. Kurang beberapa senti
lagi agar bisa diikat dengan benar.
“ih!! Susah bener mengikatnya.” Protes Tora. “Leda-san boleh
disambung selotip nggak biar muat?” tanya Tora dibales gelengan butler berpaha
seksi itu.
Dan ketika dicoba oleh Saga..
“Ini noseband ngak fleksibel amat sih?” protes Saga karena
hidungnya yang mancung sudah pasti tidak bisa muat.
“Ah tunggu bentar lagi ya Uruha-san. Hidung saya jadi mancung
begini kalau habis maskeran(?).” alasan si Saga seenak pahanya Saga. *jadi
ingat pas Saga masih demen pamer paha bareng Shou.*
![]() |
| paha paha paha XD |
“Iya tunggu dulu biasanya Saga nggak semancung itu kok.” Jelas Ksi
ngawur.
“Ini minumanya silakan diminum.” Ucap Reita yang tiba-tiba muncuk
membawa minuman. Hal itu mwmbuat Kai melotot padanya dengan aura ingin membuang
Reita ke tempatnya Byou atau Miyavi secara express.
“Eh kamu kayak pernah liat?” kata Uruha merasa kenal. “Kamu tinggal
disini juga kan?” tanyanya lagi.
“Kamu cobain noseband ini juga ya?” pintanya pada Reita.
“Tapi dia kemarin tidak ke pesta Uruha-san.” Jelas Tora.
“Tapi aku merasa melihatnya. Jadi kamu harus nyoba juga.” kata
Uruha tetap pada keinginannya.
“Eh tapi... tapi...” Reita mulai gugup karena dapat deathglare dari
ayah dan kedua saudaranya.
“Udah cobaina aja apa susahnya sih!” paksa Leda. “Lagipula ini
lebih keren dari nosebandmu itu.”
“Tapi....” Reita sebenarnya lebih khawatir kalau Uruha akan syok
melihat hidungnya seperti Byou kemarin.
“Udah sini...” paksa si Leda yang karena tidak sabar langsung main
kasar, menarik noseband Reita.
“Eh... maaf...” ucap Leda setelah melihat betapa mungil hidungnya
Reita. Itu juga membuat orang-orang di sekitarnya menatap aneh ke arah
hidungnya dan membuat Reita sedih. *kayaknya lebey amat ya*
‘Hiks... hiks... mami Ruki...” tangis Reita dalam hati.
“Udah biarin dia mencoba saja Led.” Suruh si majikan kepada Leda. Dan saat Reita
memasangnya. Noseband itu pas dan serasi dengan Reita.
“Jadi yang kemarin itu beneran kamu?” tanya Uruha merasa senang
menemukan pujaan hatinya, mengesampingkan bentuk asli hidung Reita.
“Reita benar itu kamu?” tanya Kai, Tora, dan Saga.
“Iya itu aku.....” jawab Reita sambil menganggukkan kepala.
“Akhirnya aku menemukanmu!” kata Uruha senang dan langsung memeluk
Reita. *jadi ingat lagunya NAFF hehehe*
“Eh kenapa nangis?” tanya Uruha cemas melihat Reita menangis.
Sementara itu keempat orang lainnya hanya bisa terdiam dengan bebagai pikiran
di otaknya masing-masing.
“Sekarang kamu tahu aku jelek. Kamu pasti nggak mau lagi sama aku.
Hiks...” jelas Reita.
“Aku menyukaimu apa adanya...” ucap Uruha tulus.
“Benarkah?”
“Iya kamu baik dan jujur. Aku menyukaimu sejak pertama melihat
kamu.” Tambah Uruha.
“I love you Reita.” Ucapnya dengan mantap.
“I love you too..” balas Reita dan mereka kembali berpelukan.
.
.
Uruha dan Reita akhirnya menikah seminggu kemudian. Sementara Saga
dan Tora kembali ke pasangnanya masing-masing. Mereka juga meminta maaf kepada
Reita atas sikap mereka selama ini.Kai yang akhirnya menyadari kesalahannya juga
meminta maaf pada Reita dan Ruki pun merasa senang mereka berbaikan.
Malam itu etelah pernikahan Uruha dan Reita.
“Nee Uru-chan ku senang akhirnya bisa menjadi sememu.” Ucap Reita
sambil baringan di kasur barunya yang empuk tidak seperti saat menjadi cinderellaboy.
“Eh seme? Siapa? Kamu???? Hahahahha.....”
“Kenapa tertawa?” tanya Reita sambil mengerucutkan bibirny sebal.
“Karena sudah jelas kan semenya itu aku.” Kata Uruha sambil beranjak
dari sofa menghampiri ‘pengantinnya’.
“Tidak mungkin lah kamu itu bishie. Dimana-mana yang namanya bishie
itu cocoknya jadi uke.” Jelas Reita sotoy.
“Benarkah?” tanya Uruha yang sudah duduk di samping Reita dan
semakin mendekat.
“Hmmhmmm..” gumam Reita mengangguk sambil memejamkan matanya dengan
yakin.
“Mari kita buktikan!” kata Uruha yang ternyata wajahnya hanya
tinggal 3 senti dari wajah Reita . Reita dengan wajah memerah hanya bisa
memelototkan matanya setelah menyadari betapa seberapa dekat Uruha dengannya.
Finish.
Nyuuuu.... gimana-gimana?
Alurnya kerasa kecepetan kan? *plak*
Senin, 19 Oktober 2015
Just my crazy dreams: Shou x Tora
Ini kemungkinan hanya sebatas khayalan saya. Sebenarnya udah lama juga liat ini video, tapi entah kenapa otak saya kemarin tiba-tiba geser lebih dari biasanya *mungkin* karena seteres soulmate saya gak sekolah ma saya lagi... T~T *curhat mode*
Nah saya lihat video ini dari youtube sebagai hiburan yang akhirnya malah neu sebuah fanservis yang entah kenapa membuat bibir daku tak bisa untuk tidak senyum-senyum mulu...
bagian yang bikin saya kesengsem saya screenshot sebagian di bawah ini:
![]() |
| Entahlah apa motif si Tora tiba-tiba lari ke Shou dengan tampang bete, setelah Shou dempet-dempet Hiroto Apa pendapat anda? |
![]() |
| Nah begitu dielus-elus mukanya si 'macan' jadi sumringah banget. Tuh kan mesam-mesem |
![]() |
| Nah makin lebar seyum manis kakak saya *dibantai fans Tora*, wah jangan-jangan mereka *o* (Mocha mulai berFANTASY) Tetapi entah mengapa saya merasa si Tora jadi agak kemayu melambai gitu... Gimana menurut anda? Apakah hanya pikiran saya yg lagi kalut aja??? |
![]() | |
| Yang dipikiran MoCha: Tora : ih tangannya Shou genit deh~ *Moca benturin pala ke layar sambil cekikikan* |
Sekian saja dulu. *jedotin pala ke layar sambil cekikikan lagi*
Langganan:
Postingan (Atom)








