Sabtu, 07 Juli 2012

STATISTIKA

-->SEJARAH STATISTIKA



Penggunaan Statistika sudah dikenal sebelum abad 18, pada saat itu negara-negara Babilon, Mesir dan Roma mengeluarkan catatan tentang nama, usia, jenis kelamin, pekerjaan dan jumlah anggota keluarga. Kemudian pada tahun 1500, pemerintahan Inggris mengeluarkan catatan mingguan tentang kematian dan tahun 1662, dikembangkan catatan tentang kelahiran dan kematian. Baru pada tahun 1772 - 1791, G. Achenwall menggunakan istilah statistika sebagai kumpulan data tentang negara. Tahun 1791 - 1799, Dr .E.A.W Zimmesman mengenalkan kata statistika dalam bukunya Statistical Account of Scotland.
Sejak tahun 1880 yaitu penggunaan korelasi dalam penelitian biologi. Akhir abad 19 Karl Pearson mempelopori penggunaan metode statistika dalam berbagai penelitian biologi dan pemecahan masalah yang bersifat sosio-ekonomis. Dia melalui majalah Biometrik-nya dianggap sebagai pelopor perkembangan statiska induktif.  Pada tahun 1918-1935, R. Fisher memperkenalkan Analisis Variansi ke dalam literatur statistika. Sejak saat itu penggunaan statistika semakin meluas dari bidang biologi dan pertanian ke bidang-bidang lainnya. Kemudian “Jersey Newman” pada tahun 1936 dan “E.S. Pearson” pada tahun 1938 mengemukakan Teori Pengujian Hipotesis yang sangat penting bagi perkembangan ilmu, pengetahuan, dan teknologi (iptek).
Di Indonesia Pengantar Statistika telah dicantumkan dalam kurikulum matematika Sekolah Dasar sejak tahun 1975. Hal itu disebabkan karena sekitar lingkungan kita berada selalu berkaitan dengan Statistik. Misalnya di kantor kelurahan kita mengenal statistik desa, di dalamnya memuat keadaan penduduk mulai dari banyak penduduk, pekerjaannya, banyak anak, dan sebagainya.

PERANAN STATISTIKA
1. Berperan dalam penelitian
Teori yang mendasari suatu ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) umumnya merupakan hasil dari suatu penelitian, baik penelitian eksperimen (percobaan) atau penelitian noneksperimen. Dalam setiap tipe penelitian ini selalu diperlukan pengumpulan data. Namun sebelum mengumpulkan data peneliti harus menyusun suatu konsep/prosedur kerja yang mencantumkan semua kegiatan dan perkiraan yang terjadi jika penelitian dilakukan.
2. Berperan dalam hal Manajemen
Menurut teori manajemen , setiap usaha pencapaian tujuan harus melalui suatu perencanaan. Karena perencanaan berkaitan dengan masa yang akan datang maka ada kemungkinan hal-hal yang sudah ditentukan dalam perencanaan pada saat pelaksanaan tidak sesuai dengan perencanaannya. Untuk itu perlu dilakukan kontrol (pengawasan) dalam pelaksanaan suatu perencanaan agar jika ada kesalahan akan segera dilakukan pembenahan. Dalam pengawasan sangat diperlukan adanya data untuk mempermudah pengawasan yang dilakukan, agar pengawasan tidak sembarangan dan berdampak buruk bagi rencana yang telah disusun sebelumnya. 
3. Berperan dalam bidang pertanian
Dalam pertanian untuk mengetahui rata-rata hasil panen pada suatu daerah tertentu misalnya juga diperlukan adanya data. Selain itu apabila daerah yang ingin dilihat hasil panen rata-ratanya itu luas maka seorang peneliti dapat mengalami kesulitan. Untuk itu bisa digunakan sample atau contoh saja untuk mewakili daerah luas tersebut yang dapat mencerminkan ciri-ciri  suatu populasi sebagai bagian dari suatu komunitas.
4. Berperan bagi Pemerintah
Dalam pemerintahan juga sangat diperlukan adanya data demi kelancaran pembangunan di daerah atau negara yang di  perintah. Dengan mengetahui berbagai data misalnya data persebaran penduduk, data kelahiran, data kematian, data kemiskinan, data perekonomian dari masyarakat yang diperintah. Maka pemerintah dapat menentukan kebijakan atau keputusan yang harus diambil demi kelancaran pembangunan dan kesejahteraan rakyatnya.

PENGERTIAN STATISTIKA
Sebagai suatu disiplin ilmu Statistika adalah sekumpulan konsep dan metode tentang pengumpulan, penyajian, analisis dan interprestasi data kuantitatif bidang kegiatan tertentu dan pengambilan kesimpulan dalam situasi dimana ada ketidakpastian dan variasi.
Statistika diambil dari bahasa latin “status” yang berarti negara. Statistika berarti keterangan-keterangan yang dibutuhkan negara dan berguna bagi negara. Statistika hanya dikaitkan dengan penyajian fakta-fakta dan angka-angka tentang situasi perekonomian, kependudukan dan politik di suatu negara.
Menurut  Webster’s New World Dictionary, data berarti sesuatu yang diketahui atau dianggap. Dengan demikian data dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan. Kemudian statistikjuga  dapat diartikan secara sempit dan luas.
Dalam arti sempit, statitik berarti data ringkasan berbentuk angka (kuantitatif)
Dalam arti luas, statistik berarti suatu ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan/ Pengelompokan, penyajian, dan analisis data serta cara pengambilan kesimpulan secara umum berdasarkan hasil penelitian yang tidak menyeluruh.
Suatu definisi yang lebih teoritis sifatnya, diambil dari buku: Statistical Theory in Research, karangan Anderson and Bancrof:
Statistics is the science and art of the development and application of the most effective methods of collecting, tabulating, and interpreting quantitative data in such a manner that the  falibility of conclusions and estimates may be assessed by means of inductive reasoning based on the mathematics of probability. (Statistika adalah ilmu dan seni pengembangan dan penerapan metode yang paling efektif untuk kemungkinan salah dalam kesimpulan dan estimasi dapat diperkirakan dengan menggunakan penalaran induktif berdasarkan matematika probabilitas).
Itulah sedikit uraian tentang statistika beserta asal muasal dan kegunaannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ststistika adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang cara pengumpulan data dan cara-cara pengolahannya demi suatu tujuan tertentu.

2 komentar:

  1. http://mtktik.blogspot.com/2012/07/membuat-simbol-matematika-huruf-yunani.html?showComment=1365653011015#c2152659236910698796

    BalasHapus