Penggunaan Statistika sudah dikenal sebelum abad 18, pada
saat itu negara-negara Babilon, Mesir dan Roma mengeluarkan catatan tentang
nama, usia, jenis kelamin, pekerjaan dan jumlah anggota keluarga. Kemudian pada
tahun 1500, pemerintahan Inggris mengeluarkan catatan mingguan tentang kematian
dan tahun 1662, dikembangkan catatan tentang kelahiran dan kematian. Baru pada
tahun 1772 - 1791, G. Achenwall menggunakan istilah statistika sebagai kumpulan
data tentang negara. Tahun 1791 - 1799, Dr .E.A.W Zimmesman mengenalkan kata
statistika dalam bukunya Statistical Account of Scotland.
Sejak tahun 1880 yaitu penggunaan korelasi dalam
penelitian biologi. Akhir abad 19 Karl Pearson mempelopori penggunaan metode
statistika dalam berbagai penelitian biologi dan pemecahan masalah yang
bersifat sosio-ekonomis. Dia melalui majalah Biometrik-nya dianggap sebagai
pelopor perkembangan statiska induktif. Pada tahun 1918-1935, R. Fisher memperkenalkan
Analisis Variansi ke dalam literatur statistika. Sejak saat itu penggunaan
statistika semakin meluas dari bidang biologi dan pertanian ke bidang-bidang
lainnya. Kemudian “Jersey Newman” pada tahun 1936 dan “E.S. Pearson” pada tahun
1938 mengemukakan Teori Pengujian Hipotesis yang sangat penting bagi
perkembangan ilmu, pengetahuan, dan teknologi (iptek).
Di Indonesia Pengantar Statistika telah dicantumkan dalam
kurikulum matematika Sekolah Dasar sejak tahun 1975. Hal itu disebabkan karena
sekitar lingkungan kita berada selalu berkaitan dengan Statistik. Misalnya di
kantor kelurahan kita mengenal statistik desa, di dalamnya memuat keadaan
penduduk mulai dari banyak penduduk, pekerjaannya, banyak anak, dan sebagainya.
PERANAN STATISTIKA
1. Berperan dalam penelitian
Teori yang mendasari suatu
ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) umumnya merupakan hasil dari suatu
penelitian, baik penelitian eksperimen (percobaan) atau penelitian
noneksperimen. Dalam setiap tipe penelitian ini selalu diperlukan pengumpulan
data. Namun sebelum mengumpulkan data peneliti harus menyusun suatu
konsep/prosedur kerja yang mencantumkan semua kegiatan dan perkiraan yang
terjadi jika penelitian dilakukan.
2. Berperan dalam hal
Manajemen
Menurut teori manajemen , setiap usaha pencapaian tujuan harus melalui
suatu perencanaan. Karena perencanaan berkaitan dengan masa yang akan datang
maka ada kemungkinan hal-hal yang sudah ditentukan dalam perencanaan pada saat
pelaksanaan tidak sesuai dengan perencanaannya. Untuk itu perlu dilakukan
kontrol (pengawasan) dalam pelaksanaan suatu perencanaan agar jika ada
kesalahan akan segera dilakukan pembenahan. Dalam pengawasan sangat diperlukan
adanya data untuk mempermudah pengawasan yang dilakukan, agar pengawasan tidak
sembarangan dan berdampak buruk bagi rencana yang telah disusun sebelumnya.
3. Berperan dalam bidang pertanian
Dalam pertanian untuk mengetahui rata-rata hasil panen pada suatu daerah
tertentu misalnya juga diperlukan adanya data. Selain itu apabila daerah yang
ingin dilihat hasil panen rata-ratanya itu luas maka seorang peneliti dapat
mengalami kesulitan. Untuk itu bisa digunakan sample atau contoh saja untuk
mewakili daerah luas tersebut yang dapat mencerminkan ciri-ciri suatu populasi sebagai bagian dari suatu
komunitas.
4. Berperan bagi Pemerintah
Dalam pemerintahan juga sangat diperlukan adanya data demi kelancaran
pembangunan di daerah atau negara yang di
perintah. Dengan mengetahui berbagai data misalnya data persebaran
penduduk, data kelahiran, data kematian, data kemiskinan, data perekonomian
dari masyarakat yang diperintah. Maka pemerintah dapat menentukan kebijakan
atau keputusan yang harus diambil demi kelancaran pembangunan dan kesejahteraan
rakyatnya.
PENGERTIAN STATISTIKA
Sebagai suatu disiplin ilmu Statistika
adalah sekumpulan konsep dan metode tentang pengumpulan, penyajian, analisis
dan interprestasi data kuantitatif bidang kegiatan tertentu dan pengambilan
kesimpulan dalam situasi dimana ada ketidakpastian dan variasi.
Statistika diambil dari bahasa latin
“status” yang berarti negara. Statistika berarti keterangan-keterangan yang
dibutuhkan negara dan berguna bagi negara. Statistika hanya dikaitkan dengan
penyajian fakta-fakta dan angka-angka tentang situasi perekonomian,
kependudukan dan politik di suatu negara.
Menurut Webster’s New World Dictionary, data berarti
sesuatu yang diketahui atau dianggap. Dengan demikian data dapat memberikan
gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan. Kemudian statistikjuga dapat diartikan secara sempit dan luas.
Dalam arti sempit, statitik berarti data ringkasan berbentuk angka
(kuantitatif)
Dalam arti luas, statistik berarti suatu ilmu yang mempelajari cara
pengumpulan, pengolahan/ Pengelompokan, penyajian, dan analisis data serta cara
pengambilan kesimpulan secara umum berdasarkan hasil penelitian yang tidak
menyeluruh.
Suatu definisi yang
lebih teoritis sifatnya, diambil dari buku: Statistical Theory in Research, karangan
Anderson and Bancrof:
Statistics is the science and art of the
development and application of the most effective methods of collecting,
tabulating, and interpreting quantitative data in such a manner that the falibility of conclusions and estimates may
be assessed by means of inductive reasoning based on the mathematics of
probability. (Statistika adalah
ilmu dan seni pengembangan dan penerapan metode yang paling efektif untuk
kemungkinan salah dalam kesimpulan dan estimasi dapat diperkirakan dengan
menggunakan penalaran induktif berdasarkan matematika probabilitas).
Itulah sedikit uraian tentang statistika beserta asal muasal dan
kegunaannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ststistika adalah suatu ilmu yang
mempelajari tentang cara pengumpulan data dan cara-cara pengolahannya demi
suatu tujuan tertentu.

http://mtktik.blogspot.com/2012/07/membuat-simbol-matematika-huruf-yunani.html?showComment=1365653011015#c2152659236910698796
BalasHapusoke oke
Hapus