Hari ini aku dapat bimbingan PPL berupa microteaching yang materinya tentang Kurikulum 2013. Entah apa
yang terjadi semenjak pertama kali menginjakkan kaki 3 tahun lalu di fakultas
ilmu pendidikan hari ini aku bersemangat dann ngebet pengen jadi guru yang luar
biasa.
Padahal selama ini saya sama sekali nggak pengen jadi guru. Nggak ada
chemistry gitu ama profesi ini sebenernya, merasa nyasar gitu. Entah kenapa
hari ini saya merasa sumringah liat dosen yang paling saya sebelin sekaligus
saya takutin. Saya pengen bikin dia bangga ngelihat prestasi saya yang
membanggakan suatu hari nanti.
Ya lupakan curhatan saya itu, disini saya akan membahas kurikulum
2013 yang baru saja saya dapat dari kuliah microteaching hari ini. Katanya
seorang ahli ilmu itu kalau ditulis kan
tambah nyantol dan tambah luwes kalau dipraktekkan.
Apa sih kurikulum 2013 itu?
13 angka yang sakral banget bahkan terkesan mistis. Dan memang
mistis kata para-para guru yang mulai melaksanakannya sejak tahun kemarin ini. Mistiknya
alias angkernya penilaiannya w.o.w. banget plus ribet dan njlimet. Menurut perhitungan
kasar pemateri saya, setidaknya jika seorang guru mengajar 2 kelas dengan
masing-masing 30an siswa. Guru tersebut harus melakukan penilaian sebanyak 1440
selama seminggu.
