By : MoCha
Peringatan :
Male x Male, crack,
Tokoh :
the Gazette , Alice Nine, dan makhluk Visual Kei lainnya.
Rate :
PG 13 #siapa aja boleh baca sebenarnya#
Disclaimer :
semua hanya milik Tuhan, saya pinjem aja namanya dan ubah-ubah karakter mereka
sesuka saya XD
Pasangan :
Uruha X Reita, Kai x Ruki
~
~
Di tempat yang terlihat seperti sebuah mansion yang bisa dikatakan
luar biasa megah. Terdapatlah seorang berambut blonde sedang memilih-milih baju
yang pas untuk dipakainya hari ini ke kantor.
“Yang ini?! ngga deh...” ucapnya lalu melempar kemeja entah kemana.
“Yang ini lebih ngga lagi...” ucapnya membuat sebuah kemeja putih
tergeletak di lantai.
“Definitely no...!!” satu pakaian teronggok
lagi. Benar-benar Mr. perfect !!
“Leda ambilin yang lain.” Perintahnya kepada sang butler
pribadinya yang tampaknya lebih pantas di bilang maid karena wajah
cantiknya.
“Ini tuan Kouyou...” jawabnya sambil menyerahkan pakaian kepada
sang majikan dengan tergopoh-tergopoh tajut dimarahi.
“Yah ampuuuun, kenapa bawa yang ini?” omelnya
kepada si butler itu.
“Loh bukanya ini baju favoritnya boo-chan? Baju dan hotpens warna
ungu ini?” ucap Leda dengan inocent. “modelnya juga bagus boo-chan.” Tambah si
butler yang berwajah cantik mirip majikannya itu.
“Iya gua tahu itu favorit gue. Tapi masa iya mau rapat dengan klien
pake hotpens?” ucap majikan cantik sebut saja mawar Uruha meledak-ledak.
“Tapi ini bagus lho tuan, beneran deh.” Kata Leda masih keukeuh.
“Iya gua tahu selera kita sama soal hotpant. Tapi gue lagi butuh
yang lain! Ambilin sekarang!” perintahnya lagi.
“Iya boo-chan.”
“Uru-chan~ belum selesai siap-siapnya nih? Lama banget dandannya
kayak cewek aja.” Kata seorang berbibir tak kalah seksi dari si Uruha.
“Papi cerewet suka-suka Uruha lah.” Jawab sang anak.
“Ini boo-chan bajunya.” Ucap Leda menghentikan pembicaraan anak dan
ayah itu.
“Nah ini baru bener . Ya
sudah sana siapin mobil.” Pinta Uruha kepada butlernya itu.
“Uruha papi mau ngomong nih?” kata ayahnya membuka pembicaraan.
“Ya pi, ada apa?” tanya Uruha berbalik ke arah pria berambut hitam
tadi sambil mengancingkan kemejanya.
“Kamu kan sudah kepala 3 nih. Kapanmau nikah? Keburu papi tua tahu.
Temen papi udah pada gendong cucu tuh, papi juga pengen. Lagian ntar digosipin
nggak laku gimana?” Jelas ayahnya itu panjang lebar.
“Kalo udah ketemu jodoh lah nikahnya. Uruha masih belum ngeh(?) nih.”
Ucap Uruha masih sambil berdandan.
“Haduh papi nggak mau tahu. Kamu mesti cepetan nikah titik. Papi
nggak peduli mau nikah sama wanita atau uke. Pokoknya papi nggak mau kamu jadi
perjaka tua.”
“Yaaa~ tapi kan Uruha belum pengen.”
“Harus pengen dong!! Nanti pas peresmian cabang usaha kita yang
baru kamu mesti nemuin pasangan buat kamu nikahin.” Perintah sang ayah.
“Kalau nggak, kamu mau nikah sama papi?” tanya sang ayah nepsong. Membuat
Uruha cengo mendengar perkataan si ayah. ‘What the....?’ begitu kira-kira batin Uruha.
The reverse side of beauty is dyed beloved filth.....
“Haaah.....?” ucap si anak dan ayah itu bersamaan karena mendengar backsound yang ngepas banget sama
keadaan mereka saat itu.
“Eh maaf tuan, HP saya bunyi heehehe.....” kata Leda yang tiba-tiba
muncul.
“Oh ya tuan Aoi ditungguin sama tuan Hiroto di bawah.” Kata butler
cantik itu.
“Oh baik, Uruha ingat dan pikirkan kata-kata papi tadi.” Ucap Aoi
kemudian meninggalkan kamar anaknya.
“Mobilnya sudah siap kata bang Sujk.”
“Oke persiapan pesta buat minggu depan gimana?”
“Sudah clear tuan tinggal menyiapkan di hari H-nya.”
“Baguslah, bilang ayah aku pergi dulu.” Ucap Uruha lalu
meninggalkan rumahnya.
...
Pendek banget, maaf besok aku tambahin
Beberapa hari yang penuh dengan acara kondangan, selamatan (maklum Japanese
Javanese).
Oh ya? Daging idul adha kemarin udah habis belum, punya saya belum
baru aja selesai masak kare dan abon nih. Jadi jangan heran kalau masih tercium
bau bawang sama sapi, hehehhe
Selamat baca, jika ada yang review lebih baik ^_^b