Hari ini aku dapat bimbingan PPL berupa microteaching yang materinya tentang Kurikulum 2013. Entah apa
yang terjadi semenjak pertama kali menginjakkan kaki 3 tahun lalu di fakultas
ilmu pendidikan hari ini aku bersemangat dann ngebet pengen jadi guru yang luar
biasa.
Padahal selama ini saya sama sekali nggak pengen jadi guru. Nggak ada
chemistry gitu ama profesi ini sebenernya, merasa nyasar gitu. Entah kenapa
hari ini saya merasa sumringah liat dosen yang paling saya sebelin sekaligus
saya takutin. Saya pengen bikin dia bangga ngelihat prestasi saya yang
membanggakan suatu hari nanti.
Ya lupakan curhatan saya itu, disini saya akan membahas kurikulum
2013 yang baru saja saya dapat dari kuliah microteaching hari ini. Katanya
seorang ahli ilmu itu kalau ditulis kan
tambah nyantol dan tambah luwes kalau dipraktekkan.
Apa sih kurikulum 2013 itu?
13 angka yang sakral banget bahkan terkesan mistis. Dan memang
mistis kata para-para guru yang mulai melaksanakannya sejak tahun kemarin ini. Mistiknya
alias angkernya penilaiannya w.o.w. banget plus ribet dan njlimet. Menurut perhitungan
kasar pemateri saya, setidaknya jika seorang guru mengajar 2 kelas dengan
masing-masing 30an siswa. Guru tersebut harus melakukan penilaian sebanyak 1440
selama seminggu.
Sebenarnya kurikulum ini adalah pengembangan dari kurikulum KTSP yang sudah ada sebelumnya. Jadi ada beberapa perbedaan dan beberapa persamaan dengan kedua kurikulum ini sebenarnya. Salah satu persamaannya adalah tentang penilaiannya yang masih memakai PAK(Penilaian Acuan Kriteria) yang masih mengikuti standar KKM dari pemerintah sana, KKM ini sendiri telah terbagi menjadi 2 kriteria berbeda dengan KTSP pendahulunya. Kriteria ini dibagi jadi 2 penilaian secara langsung(pengetahuan dan ketrampilan) dan penilaian secara tidak langsung(sikap dan sosial).
Sebenarnya kurikulum ini adalah pengembangan dari kurikulum KTSP yang sudah ada sebelumnya. Jadi ada beberapa perbedaan dan beberapa persamaan dengan kedua kurikulum ini sebenarnya. Salah satu persamaannya adalah tentang penilaiannya yang masih memakai PAK(Penilaian Acuan Kriteria) yang masih mengikuti standar KKM dari pemerintah sana, KKM ini sendiri telah terbagi menjadi 2 kriteria berbeda dengan KTSP pendahulunya. Kriteria ini dibagi jadi 2 penilaian secara langsung(pengetahuan dan ketrampilan) dan penilaian secara tidak langsung(sikap dan sosial).
Bagaimanakah kurikulum 2013 itu?
Kurikulum-13 ini menggunakan pendekatan scientific kata dosen saya intinya
adalah pendekatan untuk menemukan pengetahuan secara penalaran yang logis gitu.
Pendekatan scientific ini memiliki langkah-langkah yang bisa disebut 5M:
© Mengamati
© Menanya
© Menalar/mengasosiasi
© Mencoba
© Membentuk jejaring
Selain itu terdapat beberapa metode yang cocok untuk pembelajaran
model scientific ini diantaranya:
1. Project based learning/PjBL: pembelajaran ini dilakukan dengan memberikan
proyek kepada peserta didik untuk dapa
diselesaikan dan disimpulkan intinya
2. Problem based Learning/ PBL: hampir sama tapi lebih mengedepankkan
pada masalah.
3. Discovery learning: pembelajaran ini mengedepankan penemuan oleh
siswa tetapi dengan beberapa masalah dan arahan dari guru sebelumnya.
Sedikit aja dulu dari saya tentang
metode-metode tersebut dan tetek bengek,
akan saya coba uraikan di postingan berikutnya. Memang sebenarnya terkesan
sulit dann ribet K-13 itu Maaf kalau ada kurangnya?!
Sankyuu ^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar