Rabu, 11 Juni 2014

About K-13: Kurikulum 2013 yang Rempong

Hari ini aku dapat bimbingan PPL berupa microteaching  yang materinya tentang Kurikulum 2013. Entah apa yang terjadi semenjak pertama kali menginjakkan kaki 3 tahun lalu di fakultas ilmu pendidikan hari ini aku bersemangat dann ngebet pengen jadi guru yang luar biasa.
Padahal selama ini saya sama sekali nggak pengen jadi guru. Nggak ada chemistry gitu ama profesi ini sebenernya, merasa nyasar gitu. Entah kenapa hari ini saya merasa sumringah liat dosen yang paling saya sebelin sekaligus saya takutin. Saya pengen bikin dia bangga ngelihat prestasi saya yang membanggakan suatu hari nanti.
Ya lupakan curhatan saya itu, disini saya akan membahas kurikulum 2013 yang baru saja saya dapat dari kuliah microteaching hari ini. Katanya seorang ahli  ilmu itu kalau ditulis kan tambah nyantol dan tambah luwes kalau dipraktekkan.
Apa sih kurikulum 2013 itu?
13 angka yang sakral banget bahkan terkesan mistis. Dan memang mistis kata para-para guru yang mulai melaksanakannya sejak tahun kemarin ini. Mistiknya alias angkernya penilaiannya w.o.w. banget plus ribet dan njlimet. Menurut perhitungan kasar pemateri saya, setidaknya jika seorang guru mengajar 2 kelas dengan masing-masing 30an siswa. Guru tersebut harus melakukan penilaian sebanyak 1440 selama seminggu.
  Sebenarnya kurikulum ini adalah pengembangan dari kurikulum KTSP yang sudah ada sebelumnya. Jadi ada beberapa perbedaan dan beberapa persamaan dengan kedua kurikulum ini sebenarnya. Salah satu persamaannya adalah  tentang penilaiannya yang masih memakai PAK(Penilaian Acuan Kriteria) yang masih mengikuti standar KKM dari pemerintah sana, KKM ini sendiri telah terbagi menjadi 2 kriteria berbeda dengan KTSP pendahulunya. Kriteria ini dibagi jadi 2 penilaian secara langsung(pengetahuan dan ketrampilan) dan penilaian secara tidak langsung(sikap dan sosial).
Bagaimanakah kurikulum 2013 itu?
Kurikulum-13 ini menggunakan  pendekatan scientific kata dosen saya intinya adalah pendekatan untuk menemukan pengetahuan secara penalaran yang logis gitu. Pendekatan scientific ini memiliki langkah-langkah yang bisa disebut 5M:
©      Mengamati
©      Menanya
©      Menalar/mengasosiasi
©      Mencoba
©      Membentuk jejaring
Selain itu terdapat beberapa metode yang cocok untuk pembelajaran model scientific ini diantaranya:
1.      Project based learning/PjBL: pembelajaran ini dilakukan dengan memberikan  proyek kepada peserta didik untuk dapa diselesaikan dan disimpulkan intinya
2.      Problem based Learning/ PBL: hampir sama tapi lebih mengedepankkan pada masalah.
3.      Discovery learning: pembelajaran ini mengedepankan penemuan oleh siswa tetapi dengan beberapa masalah dan arahan dari guru sebelumnya.
Sedikit aja dulu dari saya tentang metode-metode tersebut dan  tetek bengek, akan saya coba uraikan di postingan berikutnya. Memang sebenarnya terkesan sulit dann ribet K-13 itu Maaf kalau ada kurangnya?!

Sankyuu ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar