By : MoCha
Peringatan : Male x Male, crack sangat, pendek, bahasa(sangat) agak kacau, typo
Tokoh : the Gazette , Alice Nine, dan makhluk Visual Kei
lainnya.
Rate :
PG 13+ #siapa aja boleh baca sebenarnya#
Disclaimer : semua hanya milik Tuhan, saya pinjem aja namanya dan ubah-ubah
karakter mereka sesuka saya XD
Pasangan : Uruha X Reita, Kai x Ruki
<>
<>
Dua hari kemudian kota PSC heboh dengan pembaritaan bahwa Presdir
Uruha sedang mencari pemilik noseband misterius yang sudah mencuri hatinya.
“Noseband?” kata Saga kaget membaca berita di koran.
“Apa mungkin Reita?” tanggap Tora.
“Nggak mungkin kemarin itu kan dia
papi hukum untuk menghabiskan kari. Lagipula mana mungkin dia punya
undangan ke pesta?” terang Kai.
“Bener juga noseband kan sekarang lagi nge-trend tuh.” Tambah Tora.
“Hari ini dia mau mengunjungi orang-orang yang datang ke pestanya
hari itu kata koran ini.” jelas Saga masih baca koran.
“Eh Reita, ntar lu habis ngepel beliin gue tisu satu pak. Biar Shou
gigit tisu saja kalo ngambek nggak gigit kabel telpon lagi.” Perintah Tora sama
adik tirinya.
“”Iya kak.: Reita hanya bisa pasra. Pasrah dengan perintah Tora dan
pasrah menahan bau noseband alternatif yang dia bikin dari kain lap piring yang
apeknya jangan ditanya.
Dia bersyukur walaupun begitu karena dengan hidungnya itu dia
kemarin selamat dari rape-an Byou. Walau bete juga pasalnya Byou langsung nggak
jadi nepsong ma Reita begitu melihat hidungnya yang nyungsep. Sampai Reita juga
berpikir ‘Apa gue seburuk rupa itu?’
Tok... tok... tok...
Pintu kediaman mereka diketuk dengan segera Tora yang paling deket
dengan pintu membukanya.
“Eh Uruha-san.” Kata Tora kaget setengah hidup melihat 2 makhluk
berpaha sekseh berdiri di depan pintu rumahnya.
“Iya. Permisi, boleh ganggu sebentar uhm.... Tora-kun iya kan?”
kata Uruha ramah.
“Lama juga boleh kok.” Kata Tora maksudnya ngegombal. ‘Huaaaah
pahanya lebih montok dari Shou.’ Pikir Tora langsung nepsong.
“Silakan masuk.” Tora mempersilahkan kedua makhuk berpaha itu
masuk. Mereka pun disambut baik oleh
Saga dan Pak Kai.
“Tujuan saya kesini. Saya mau meminta anak anda mencoba noseband
yang saya temukan.” Ucap Uruha setelah dipersilakan duduk. Uruha pun memberi
isyarat pada Leda untuk mneluarkan benda itu. Langsung saja ia menyuruh Tora
memakainya. Tetapi setelah dicoba ternyata tidak pas. Kurang beberapa senti
lagi agar bisa diikat dengan benar.
“ih!! Susah bener mengikatnya.” Protes Tora. “Leda-san boleh
disambung selotip nggak biar muat?” tanya Tora dibales gelengan butler berpaha
seksi itu.
Dan ketika dicoba oleh Saga..
“Ini noseband ngak fleksibel amat sih?” protes Saga karena
hidungnya yang mancung sudah pasti tidak bisa muat.
“Ah tunggu bentar lagi ya Uruha-san. Hidung saya jadi mancung
begini kalau habis maskeran(?).” alasan si Saga seenak pahanya Saga. *jadi
ingat pas Saga masih demen pamer paha bareng Shou.*
 |
| paha paha paha XD |
“Iya tunggu dulu biasanya Saga nggak semancung itu kok.” Jelas Ksi
ngawur.
“Ini minumanya silakan diminum.” Ucap Reita yang tiba-tiba muncuk
membawa minuman. Hal itu mwmbuat Kai melotot padanya dengan aura ingin membuang
Reita ke tempatnya Byou atau Miyavi secara express.
“Eh kamu kayak pernah liat?” kata Uruha merasa kenal. “Kamu tinggal
disini juga kan?” tanyanya lagi.
“Kamu cobain noseband ini juga ya?” pintanya pada Reita.
“Tapi dia kemarin tidak ke pesta Uruha-san.” Jelas Tora.
“Tapi aku merasa melihatnya. Jadi kamu harus nyoba juga.” kata
Uruha tetap pada keinginannya.
“Eh tapi... tapi...” Reita mulai gugup karena dapat deathglare dari
ayah dan kedua saudaranya.
“Udah cobaina aja apa susahnya sih!” paksa Leda. “Lagipula ini
lebih keren dari nosebandmu itu.”
“Tapi....” Reita sebenarnya lebih khawatir kalau Uruha akan syok
melihat hidungnya seperti Byou kemarin.
“Udah sini...” paksa si Leda yang karena tidak sabar langsung main
kasar, menarik noseband Reita.
“Eh... maaf...” ucap Leda setelah melihat betapa mungil hidungnya
Reita. Itu juga membuat orang-orang di sekitarnya menatap aneh ke arah
hidungnya dan membuat Reita sedih. *kayaknya lebey amat ya*
‘Hiks... hiks... mami Ruki...” tangis Reita dalam hati.
“Udah biarin dia mencoba saja Led.” Suruh si majikan kepada Leda. Dan saat Reita
memasangnya. Noseband itu pas dan serasi dengan Reita.
“Jadi yang kemarin itu beneran kamu?” tanya Uruha merasa senang
menemukan pujaan hatinya, mengesampingkan bentuk asli hidung Reita.
“Reita benar itu kamu?” tanya Kai, Tora, dan Saga.
“Iya itu aku.....” jawab Reita sambil menganggukkan kepala.
“Akhirnya aku menemukanmu!” kata Uruha senang dan langsung memeluk
Reita. *jadi ingat lagunya NAFF hehehe*
“Eh kenapa nangis?” tanya Uruha cemas melihat Reita menangis.
Sementara itu keempat orang lainnya hanya bisa terdiam dengan bebagai pikiran
di otaknya masing-masing.
“Sekarang kamu tahu aku jelek. Kamu pasti nggak mau lagi sama aku.
Hiks...” jelas Reita.
“Aku menyukaimu apa adanya...” ucap Uruha tulus.
“Benarkah?”
“Iya kamu baik dan jujur. Aku menyukaimu sejak pertama melihat
kamu.” Tambah Uruha.
“I love you Reita.” Ucapnya dengan mantap.
“I love you too..” balas Reita dan mereka kembali berpelukan.
.
.
Uruha dan Reita akhirnya menikah seminggu kemudian. Sementara Saga
dan Tora kembali ke pasangnanya masing-masing. Mereka juga meminta maaf kepada
Reita atas sikap mereka selama ini.Kai yang akhirnya menyadari kesalahannya juga
meminta maaf pada Reita dan Ruki pun merasa senang mereka berbaikan.
Malam itu etelah pernikahan Uruha dan Reita.
“Nee Uru-chan ku senang akhirnya bisa menjadi sememu.” Ucap Reita
sambil baringan di kasur barunya yang empuk tidak seperti saat menjadi cinderellaboy.
“Eh seme? Siapa? Kamu???? Hahahahha.....”
“Kenapa tertawa?” tanya Reita sambil mengerucutkan bibirny sebal.
“Karena sudah jelas kan semenya itu aku.” Kata Uruha sambil beranjak
dari sofa menghampiri ‘pengantinnya’.
“Tidak mungkin lah kamu itu bishie. Dimana-mana yang namanya bishie
itu cocoknya jadi uke.” Jelas Reita sotoy.
“Benarkah?” tanya Uruha yang sudah duduk di samping Reita dan
semakin mendekat.
“Hmmhmmm..” gumam Reita mengangguk sambil memejamkan matanya dengan
yakin.
“Mari kita buktikan!” kata Uruha yang ternyata wajahnya hanya
tinggal 3 senti dari wajah Reita . Reita dengan wajah memerah hanya bisa
memelototkan matanya setelah menyadari betapa seberapa dekat Uruha dengannya.
Finish.
Nyuuuu.... gimana-gimana?
Alurnya kerasa kecepetan kan? *plak*
oke maaf inisebenarnya fanfic lawas yang baru dipublish. Diminta
review nya ^_^