Rabu, 01 Oktober 2014

Alice Nine Fanfic = = = Nginep


Pair                        : Saga x Nao, Shou x Hiroto, Tora x Reita
Warning                 : yaoi, little hard 
Rate                       : PG-15 (bohong banget lebih dari ini harusnya)
Author                    : Momo ChubBy
= = = = = = = = =  = = = = = = = = = =  = = = =
“inget ya besok jam 8 harus udah kumpul!?” ucap pria  berpipi chubby diantara kelima makhluk yang ada di ruang latihan music itu.
“Leader-san telat dikit nggak apa ya?” rayu si cowok berpiercing dibibir.
“nggak boleh telat Shou besok kita mau perform jam 10, terus kita musti fix-in dulu latihan lagu barunya,,” jelas si Chubby yang bertindak sebagai ketua mereka.
“Yaahhh nggak asyik..” komen si Shou lagi sambil mempoutkan bibirnya.
“sudah lah Shou,” ucap si mungil yang biasa dipanggil Hiroto kepada temannya itu.
“Tapi aku pengen ‘main’ ama mPon dulu. Kalau nggak boleh telat nggak bisa dong? Ini kan dah jam 12 malem.” Jelas Shou sambil  menggandeng tangan Hiroto manja.
“Salah sendiri liburan mulu..” sergah si rambut raven yang sedang sibuk mantengin layar HP.
“dasar tor-tor,,, mentang-mentang dah dapet pedekate-an ngomongnya jadi nyelekit.” Ujar Shou masih sebel.
“Eh PDKT? Sama siapa Shou?”tanya si chuby ingin tahu.
“ehehhehhee...” Shou Cuma ha he ha he karena dapet deathglare dari si Raven. “ada deh...” lanjut Shou sambil  tersenyum penuh arti.
“Inisial aja deh?” rayu si cantik bertubuh tinggi dan berkulit putih mulus. Benar-benar tampang yang membingungkan, jika anda tak mengamati dengan detail anda pasti mengira dia ini cewek.
“inisial? Hummmm...” ucap Shou mengambang.
“Shou...” ucap si Raven mulai mewanti-wanti. “jangan Shou  belum fix masih pdkt.” Jelas si cowok tampan itu melarang Shou.
“Iiihh Tora kan kita temen jangan rahasia-rahasiaan dong!!” kata si chuby itu.
“bener tuh.. siapa Shou? Mpon..” bujuk si cantik kepada dua sejoli yang asyik pegang-pegangan itu.
“yaudahlah...” ucap si rambut raven menyerah dengan menatap Shou.
“OK ehmm........” kata Shou menggantung.
“Inisial aja Shou..” kata si raven bernama Tora itu sambil pasang muka cool seperti biasanya.
“tenang aja....inisialnya adalah....” ucap Shou di olor-olor kayak dikuis-kuis itu.
“iya apa Shou...” kata ketiga temannya merasa penasaran. Ternyata si Mpon pun belum tahu.
“inisialnya...”
“iye ape...?” ucap teman-temannya udah sebel akut karena kelamaan.
“Euhnnn.... Inisialnya Reita apa ya Tor? R apa A?pake nama Reita apa nama aselinya Akira?” ucap Shou innocence bikin ketiga temannya itu gubrak bin sweatdrop. Sementara Tora udah bersiap mengeluarkan aura mematikan disertai teriakan.
“SHOUUUU....” jerit si Tora nimpuk Shou pake mentimun bekas acar makan malam mereka. Tapi tidak kena karena udah kabur duluan yang ditimpuk.
“OK sampai ketemu besok pagi....ayo Pon ...” ucap Shou sambil lari narik si mungil Hiroto yang harus rela diseret-seret oleh cowoknya itu. Meninggalkan si Tora yang masih ngamuk nggak jelas.
“udahlah Tor nyantai kale...” si leader menengahi anak buahnya yang pada sarap itu.
“iya Tor nggak apa, sebagai teman dan sebagai fudanshi aku selalu mendukungmu... Ganbatte...!!” ucap si cantik itu sambil beres-beres ruangan.
“Saga sarap..” teriak Tora siap nimpuk Saga pakek buku yaoi setebel 3 cm.
“OMG buku baruku...” jerit si leader langsung menangkap bukunya yang ikut menjadi bulan-bulanan Tora.
“Nao-chan nanti boleh nginep ya?” ucap si bassist berambut kecoklatan kepada sang leader.
“Eh nginep?” si leader menanggapi.
“Iya Saga capek banget tadi habis ujian di kelas.” Ucap si cantik itu kepada leader-sama. “rumah Nao kan deket lagian kalau di rumah sedang nggak ada orang nggak da yang bangunin pagi.” Jelas si Saga panjang lebar.
“Yaudah nggak apa.. pulang yuk...” ajaknya pada Saga dan Tora.
“iya...aku disini dulu bentar.” Jelas si Tora.
“OK kunci pintunya ya? Jangan lupa dateng pagi besok .” kata leader menasehati Tora.
“OK taichou...” kata Tora sambil tersenyum, asal anda tahu senyum si ganteng ini mahal lho. Ibaratnya satu senyum 1000000.
Tak lama kemudian muncul seorang berwajah imut dibalik pintu memanggil si raven dan mengetuk pintu.. “Tora..”
“Rei...” ucap si Tora membuka pintu dan tampaklah seorang pria bermasker.
“Ne ayo pulang...” ajak si cowok berambut pirang yang tubuhnya lebih kecil dari Tora itu.
“sudah selesai? Bagaimana schedule hari ini?” tanya Tora basa-basi sambil mengunci pintu.
“lancar banget...”jelasnya sambil sesekali mencuri pandang dari kohainya itu.
“do’akan album baruku lancar ya Rei..” ucap si tampan itu lalu mengajak si Reita untuk meninggalkan lokasi tersebut.
“pasti ... mau mampir?” tanyanya dengan suara gemetaran.
“bolehkah?” tanya Tora sumringah dan dibalas anggukan oleh si cowok bermasker itu.
=
=
=
At Nao’s home.
“Nao aku bobo dimana?” tanya Saga kepada Naoyang lagi beresin kamar.
“nanti kusiapin kasur tenang aja.” Jelas si leader chuby itu kepada basistnya yang cantik rupawan itu.
“sip deh J ” ucap si Saga yang lagi duduk-duduk di sofa.
“Nao ini ceritanya bagus nggak?” tanya Saga mengangkat buku yaoi yang tadi sempat dilempar Tora.
“belum baca...” jawabnya Nao sambil melepas ikat pinggang dan kaosnya.
“baca bareng yuk . . . belum ngantuk nih..”
“males ah.. baca sendiri ya mau mandi dulu..” ucap si Nao berlalu ke kamar mandi hanya dengan celana jeans yang menempel di tubuhnya.
“ikuuut...” ucap si Saga manja bermaksud mencandai  Nao.
“ogah..” si Nao berlalu ke kamar mandi.
“ihhh... Nao-chan...” Saga langsung mengikuti Nao bermaksud menggodanya seperti biasa. Ia berhasil medapatkan tubuh Nao dan memeluknya.
“nggak ah... jangan ganggu gerah..” ucap Nao sambil menggeliat dan berusaha menggelitik tubuh Saga agar ia melepaskannya.
“ ihihiihhehee...geli...” Saga yang kegelian dan sempat melepaskan temannya itu. Namun dia akhirnya berhasil menangkap tubuh Nao lagi. Tetapi insiden terjadi, Saga tidak sengaja menarik celana Nao sampai pahanya.
“eaaahhh....” jerit Nao sambil blushing karena dia nggak pakek apa-apa lagi selain celana jeans yang dikenakannya itu. Sebabnya tadi pagi ia buru-buru. Dengan segera ia tarik lagi celana jeansnya yang agak longgar itu.
“gomeen...” ucap Saga sedikit merasa bersalah tetapi pandangannya malah nggak pindah dari tubuh Nao. Ia tampak serius dan bisa dibilang tertarik melihat tubuh Nao.
“ne.. aku mandi dulu..” ucap Nao masih blushing dan berlalu meninggalkan Saga yang terdiam. Bukan merasa bersalah tapi Saga merasa ingin melihat lagi kemolekan leader-san nya.
‘kenapa ya? Kok aku jadi ngerasa gini?’ ucap Nao dalam hati heran. ‘rasanya seneng, pengen dan deg-deg-an gini? Masa iya aku suka sama Saga?’ pikirnya sambil mengguyur tubuhnya dengan air dari shower.
Sementara itu Saga sedang berusaha menepis pikirannya yang iya-iya namun tampaknya kurang begitu berhasil. Sebenarnya Saga udah suka sama leader-san sejak lama sekali tapi ia merasa leader-san itu perfectsionis banget. Hal itu membuatnya merasa berkecil hati untuk menyatakan perasaannya kepada Nao.
Selesai mandi Nao kembali ke kamarnya dimana terdapat Saga yang lagi asyik membaca buku berjudul Merie. Saga tampak asyik dan tidak terlalu terganggu dengan kehadiran Nao, lebih tepatnya berusaha untuk tidak terganggu. Pasalnya Nao habis mandi dan masih hanya dengan celana tanpa atasan.
“mau mandi itu dah kosong?!” kata Nao kepada Saga yang dibales anggukan. Saga kemudian berjalan menuju kamar mandi, sementara Nao sedang mencarikan kasur buat Saga.
“Nao-chaaann....” bisik Saga di telinga Nao yang dengan tiba-tiba meluk Nao dari belakang. Hal itu membuat Nao merinding karena merasakan nafas Saga di telinganya dan lehernya yang masih terbilang lembab karena habis mandi.
“mandi sana bau tau..” ucap Nao kemudian berusaha bersikap seperti biasanya. Namun bagaimanapun juga perbuatan Saga itu tetap berpengaruh pada dirinya. Saking kagetnya bantal yang ia pegang tadi sempat hampir terlepas dari tangannya.
“Naooo.....” bisiknya setengah mendesah di telinga si leader chuby itu.
“iya Saga?” jawab Nao polos karena dia sekarang benar-benar tak tahu harus merespon bagaimana.
“suki dayo...” ucap Saga kepada leadernya itu.
“ehhh? Suki dayo mo...” ucap Nao asal karena menganggap Saga sedang bercanda, walau dalam hati kecilnya ia berharap Saga serius mengucapkan itu.
“aku serius Nao-chan.. aku menyukaimu sejak lama.” Jelas Saga dengan serius sambil membalikkan tubuh Nao. Hal itu membuat Nao terdiam sesaat, ia sedang berusaha mencari titik dimana Saga sedang mencandainya. Namun nihil, Saga terlihat benar-benar serius mengatakan semua itu.
“gomen.. mungkin ini aneh... tapi melihat Shou dan Pon, aku juga ingin kita bisa seperti mereka Nao chan...”  tambah Saga sambil menatap lekat mata Nao. “tapi aku tidak akan memaksamu... aku hanya ingin mengungkapkannya saja...” tambahnya cepat-cepat.
“......” Nao tidak merespon apapun dan tetap diam di tempat dengan wajah datar nan polos bagaikan anak-anak. Yah memang wajahnya imut luar biasa jika dibandingkan member Alice Nine lainnya walaupun dari segi usia dialah yang paling bangkotan.
Melihat hal tersebut Saga menjadi lesu dan lemas. Dia takut Nao berpikiran aneh atau marah atas pernyataannya itu. Sehingga ia berbalik dan  melepaskan Nao.
“maaf... aku pulang saja...” ucap Saga kemudian mengambil lagi jaket dan ranselnya. “aku benar-benar minta maaf. Anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa kalau kau tidak suka.” Tambahnya lalu dia mulai berjalan ke arah pintu.
“Daikon-san....” ucap Nao tiba-tiba sambil nimpuk Saga pakai bantal. “katanya mau tidur sini...” tambahnya dengan wajah yang terlihat lusut. “kau mau pergi begitu saja setelah aku mempersiapkan semua ini?” teriaknya kesal kepada Saga.
“ehh....” Saga hanya bisa heran karena sikap Nao yang tiba-tiba memanggilnya Daikon. Itu panggilan khususnya Nao buat Saga.
“suki dayo...” ucap Nao kemudian membuat Saga makin kaget. “aku juga suka dengan Saga..” Saga masih mematung hampir tak percaya.
“belum jelas juga? aku .. aku mau sama Saga... aku suk..” kata-kata Nao terhenti karena bibirnya telah terkunci oleh bibir cantik milik bassist ceking itu.
“makasih Nao-chan .” ucap si cantik Saga setelah melepas bibir mungilnya Nao. Lalu dia pun memeluk Nao lagi.
“iya... tapi mandi sana bau...” ucap Nao kepada Saga.
“udah mandi kok tadi habis latihan.” Jelasnya pada si chuby Nao.
“kapan? Latihan tadi sore?” tanya Nao meminta jawaban dari basist itu.
“iya..”  ucap Saga tersenyum kepada Nao.
“iiihhh... jorok... mandi sana...” perintah si leader-san itu.
“yang penting tetep wangi.” Kata Saga dengan pede masih meluk Nao.
“Saga..!!” jerit Nao meraskan tangan Saga mulai bergerilya kemana-mana.
“mandiin...” rengeknya manja kepada Nao sambil menggesekkan ‘milik’nya yang ternyata terpancing oleh Nao sejak tadi. Nao merasakan sesuatu yang menekan selangkangannya merasa kaget dan sedikit merinding.
“Saga lepasin...” desah Nao yang sebenernya antara merinding takut dan horny.
“beneran??... Hahihihhaaa...” kata-kata Saga  terhenti  karena digelitiki Nao. Nao yang terlepas segera kabur dari pelukan Saga. Mencoba menghindari Saga yang setengahnya lagi kalap karena horny. Akhirnya merekapun berkejar-kejaran malam itu.
.
.
.
“jadi apa yang kalian lakukan malam itu?” tanya seorang host di acara talkshow yang kini sedang mewawancarai Alice Nine.
“Saga...!!” si leader-san memasang deathglare yang justru terlihat kawaii bagi Saga.
“hehehehe....”
“apa ???” paksa si host itu.
“Saga jangaaan.....” kata Nao melarang temannya itu.

“kami kejar-kejaran tanpa baju.” Jelas Saga yang bisa diartikan bermacam-macam bagi yang mendengarnya. Tetapi hal itu mampu membuat semua yang ada di situ tertawa. Sementara itu Nao hanya bisa berblushing dengan jawaban Saga tersebut.
end.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar