sebuah fanfics gila tentang Alice Nine ^-^
= = = =
= = = = = = = =
Tidak hanya anak-anak saja yang
tidak menyukai sayur banyak pula orang dewasa yang tidak menyukai sayuran. Bahkan
para artis j-rocker pun juga ada yang tidak menyukai sayuran. Seperti misalnya
Shou vokalist tampan sekaligus cantik miliknya band Alice Nine, ia tidak
menyukai mentimun. Well, alasannya sih simpel katanya mentimun itu menjijikkan.
Bingungkan? Mentimun segar begitu kok bisa menjijikkan.
Jadi pada suatu hari Shou selesai
latihan dengan bandnya dan berniat untuk pulang bersama teman-teman sebandnya.
Namun karena suatu alasan dia harus tinggal lebih lama. Selesai dari urusannya
itu diapun bergegas menyusul teman-temannya ke apartemen Hiroto, mereka
berencana merayakan ulang tahun Mogu.
Hingga tiba-tiba ia mendengar
suatu suara aneh yang menimbulkan rasa ingin tahunya. Suara itu tidak terlalu
keras namun masih terdengar. Dia mencoba mencari tahu sumber suara itu dan
memutuskan untuk membelok ke lorong yang cukup sepi di gedungnya PSC. Ia
mengintip di sebuah ruangan yang pintunya sedikit terbuka yang mana diyakini si
blonde berlips-piercing itu sebagai tempat berasalnya suara.
“Ahhh..... uhmnnn... Rei....”
suara desahan –desahan terdengar dari suara yang cukup dikenalinya.
“Ruki...??” gumannya berbisik
kepada diri sendiri. Dilihatnya pria berambut blonde mungil sedang duduk di
sebuah sofa berwarna gelap dengan wajah penuh peluh. Matanya tampak terpejam
dengan nikmat sambil mendesah.
“Yeah.. terus begitu Ruchaan...
ooh...” ucap pria lain berambut sewarna dengan Ruki namun dibuat ala rambut
burung parkit. Pria itu berlutut di depan Ruki sambil memegang sesuatu
ditangannya.
“Oh Rei...
Reita....aarrrggghhh...” jerit si chibi blonde itu dengan tiba-tiba.
“bagaimana sayur tidak buruk
kan?” tanya Reita kepada makhluk mungil yang terengah-engah itu. Kemudian dia
menjilat cairan yang melumuri benda berwarna hijau yang dicabut dari tubuh
Ruki. Reita tampak tidak peduli kalaupun benda itu kotor. Sepasang mata melihat
adegan itu dengan jelas tanpa mereka sadari. Shou merasa dadanya berdegup
kencang.
“Oh My Gackt....aku lihat
adegan...” bisik Shou lagi, kali ini ditambah wajahnya yang memerah akibat dari
scene dihadapannya yang tidak pantas ditonton anak dibawah umur seperti Hiroto.
Juga tidak boleh ditiru anak TK seperti Keiyuu misalnya, sebenarnya Ruki juga
termasuk sih. Tetapi...
“Ah gomen nasai Ruki dan
Reita...” bisik Shou tiba-tiba sambil membungkuk dan kemudian lari secepat
mungkin menjauh dari ruangan itu.
“Aah Shou akhirnya datang
juga...” sapa Hiroto yang sedang membawa nampan minuman dengan hati-hati ke
ruang tamu.
“Iya kemana saja sih?” tanya Saga
yang sedang bermain dengan yang berulang tahun, Mogu.
“Gomen tadi ada urusan dengan
manajer.” Jelas Shou lalu duduk di sebelah Tora yang sedang asyik menatap layar
PSP miliknya.
“Kamu lama banget sih, aku baru
saja membuat salad mentimun Shou..” sapa drummer chubby mereka dengan riang
seperti biasanya.
“Haaahhh jangan mentimun...”
jerit Shou dengan tiba-tiba membuat semua mata tertuju padanya.
“Memang kenapa Shou?” tanya Hiroto
ingin tahu.
“Ah itu.. Mentimun itu...” ucap
Shou malah blushing teringat live action yang baru saja ditontonnya.
“mentimun kenapa?” tanya Saga ikut
penasaran sambil memeluk Mogu dengan sebelah tangannya untuk meraih minuman di
meja.
“Mirip d**** ya?” ucap Tora
dengan naifnya langsung membuat teman-temannya tertawa minus Shou yang malah
bertambah blushing.
“Benar ya?” tanya Saga sambil
menjilat pinggiran gelas yang baru diminumnya bermaksud menggoda.
“Bukaaaan...” jerit Shou lagi
menahan malu. “hanya saja rasanya menjijikkan...” hanya itu yang terpikir oleh
Shou saat itu.
“Ohh...” ucap keempat temannya
sambil mengangguk-angguk.
“Tidak apa-apa Saga tadi membuat
spagetti kok..” jelas Hiroto.
“Tapi asiiiin...” ucap si imut
Nao sambil meletin lidahnya.
“Tanda kalau Saga kebelet nikah
tuh..” celetuk Tora kembali fokus ke PSP miliknya.
“Iya.. begitulah...” ucap Saga
sambil meringis dan menatap Nao dengan seduktif. Sedangkan yang ditatap
sembunyi di balik Shou yang masih salah tingkah gara-gara teringat live action
Reituki.
“Jangan macam-macam!!” kata Tora
dengan aura-aura gelap melihat perlakuan Saga pada Nao. Saga membalasnya dengan
deathglare.
“Duuh, daripada rebutan mending
threesome-an aja sana..” ucap Hiroto dengan polos meraih Mogu kepangkuannya.
Membuat Tora dan Saga langsung diam dengan tampang berpikir, kemudian hampir bersamaan keduanya
menyeringai pada Nao yang semakin sembunyi.
“Nee Happy birthday ya Mogu-chan..”
ucap Shou lirih mencoba untuk menutupi tampang groginya. Begitulah kira-kira
awal mula Shou tidak menyukai sayur yang bernama mentimun.
Owari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar