Genre :
Fanfic humor (niatnya), ficlet.
Warning : Membaca ini dapat menyebabkan
mual-mual, sakit perut, sakit jantung, gangguan kejiwaan akut
Author : MoCha
Cast : Alice Nine dan
the GazettE
Rate : PG 13
Disclaimer : semua hanya milik Tuhan, saya hanya
pinjam nama jadi kemungkinan OOC sekali, tidak berniat menistakan tapi entah
kenapa malah jadi seperti ini
Summary : dikehidupan binatang itu adanya
berburu atau diburu (?)
= =
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Hari ini matahari bersinar cerah seperti biasanya.
Bunga-bunga matahari di depan sebuah remah Jepang tradisional bermekaran dengan
indahnya. Reumputan dan bebatuan dipekarangan tampak basah tersiram air.
“Rukii......” teriak seorang wanita berparas cantik
muncul dari dalam rumah itu. Seekor anjing berbulu putih coklat yang sedang
tidur di teras merasa terganggu dan terbangun menggonggong.
“Kemana anak itu sudah hampir waktunya makan siang tapi
belum pulang?” gerutunya.
“Uruha sudah jangan marah-marah...”
“Tapi anak itu belum datang juga ayah...” si cantik itu
masih meledak-ledak. “Ayah tahu kan aku harus segera ke kota untuk mengurus
surat pindah?”
“Biarkan saja dia disini, lagipula tampaknya dia
sekarang dekat dengan Reita.” Jelas pria berlesung pipi itu kepada si cantik
yang tak lain adalah putrinya. Semantara si cantik itu mondar-mandir kesal,
pria itu duduk mengelus anjing putih yang sedari tadi menggonggong heboh karena
dikagetkan Uruha.
“sshh... saga sudah jangan berisik!!”
“Uruha masa marah sama anjing, kamu sensitif banget.”
“Ayah juga pelihara anjing kayak gini ngapain? Udah
galak, hentai pula. Masa semalam bobok di paha Uru?”
“Huahahaha kamu juga pakai hotpen gitu di desa. Lagi
pula sedang musim anjing buat kawin. Jangan salahkan Saga.” jelas Pak Kai
membuat anaknya melongo.
“Ya.... terserah ayah saja, Uru cari Ruki dulu.”ucap
Uruha kesal lalu melongos pergi.
~3~
Di bawah pepohonan yang rimbun di hutan dekat desa
terdapat seekor serigala/siberian husky. Ia sedang tertidur nyenyak di bawah pohon
pinus dan tidak terusik dengan kehadiran serigaigla lain yang mondar-mandir.
“Enak banget ini bocah tidur-tiduran, perut lapar,
buruan makin sedikit juga.. Lama-lama aku makan juga ini bocah.”
“Gue denger!! Awas aja
makan gue!! Gue sumpahin bakal dikerumuni kecoa lu...” kata serigala
yang sedang tidur-tiduran itu pada kawannya.
“Makanya ikut cari mangsa donk?!!! Jangan merem terus.
Lagipula berarti lu jorok+bau dong gue makan langsung dirubung kecoa...”balas
serigala yang berbulu lebih gelap itu.
“Lu lebih bau banyak kutunya juga.” ejek si serigala berbulu
keemasan langsung digigit temannya .
“Awwwhh,,,
sebenernya tadi aku udah berhasil mengintai kucing tapi kamu malah
nongol tiba-tiba , kabur deh tuh kucing.. Pasti itu karena lu bau.” jelas Shou
yang kesakitan ekornya digigit temannya
“Enak aja gue wangi tau, ini hanya karena tampang aku
yang keran dan gagah jadi gitu deh. Ya cocoklah sama nama gur, Tora. Cuma lu
yang nggak kabur liat gue.” Ucap Tora bangga.
“Ngapain kabur?? Kamu sama serangga aja takut!!” ejek
Shou lagi.
“Shhhh jangan buka kartu kalo ada binatang lain lewat
bisa bahaya..” kata Tora dengan muka merah.
“Aaahh males ngomong sama kamu, mending ngapelin sayang
aku ...” kata Shou sambil melenggang pergi meninggalkan temannya.
^_^
TBC dulu~
Niatnya ini mau jadi present di birthdaynya NaoNao tapi
nggak jadi karena belum finish...
Komentar sangat dihargai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar