Kamis, 10 November 2016
Sadako vs Valak _ Fanfic Horor(?)
Nightmare fanfic spesial buat Haloweens niat awalnya tapi ya beginilah
Pairing : Sakitox Hitsugi, hint (Ruka x Ni~ya, Aoi x Uruha, Saga x Nao)
Genre : humor, horror, romance(?) yaoi (mungkin kurang serem sih, kalau mau serem silakan bayangin muka Hitsugi dengan scary make-up atau Chiba SendaiKamotsu naked dan ngejar-ngejar kamu ajah /ehh?)
~
~
Sulitnya jadi penggemar film horror itu seperti yang sedang terjadi pada gitaris imutnya Naitomea ini. Gara-gara kebelet banget ingin menonton film horror, akhirnya dia menonton sehabis pulang dari latihan. Maklum malam ini mereka tidak ada jadwal acara, jadi dia langsung pulang dan nonton 2 film sekaligus, sendirian. Soalnya teman-temannya memiliki kepentingan masing-masing. Seperti Yomi yang mau mengapeli cewek barunya yang katanya bohai (nyomot dimana itu cewek? Mau-maunya sama midget #MoCha kena lempar mic). Sedangkan Ruka dan Ni~ya hanya mereka dan Tuhan yang tau kemana menghilangnya duo rhythm itu sejak usai latihan. Hitsugi hanya mengira mereka sembunyi di ruang sepi buat yaoi-an seperti yang biasa terjadi. Sedangkan lead gitaris mereka harus berberes rumah, setelah seharian rumahnya dihancurkan oleh saudara-saudaranya yang tinggal serumah dengannya. Memang Saki itu anak tengah tapi --menurut Hitsu-- dia suka bertingkah seperti anak tertua.
Malam ini dia menonton the Conjuring 2 dan Sadako, film lama dan film baru yang sempat ia beli 2 bulan lalu. Tetapi lama kelamaan dirasanya angin malam mulai mengikis kenyamanannya, hembusan yang dingin membuat bulu kuduknya berdiri. Hitsugi mulai paranoid, seolah ada yang lain di rumahnya selain anjing-anjing dan kucing-kucingnya (ini rumah apa petshop sih?), mengamatinya dan menunggu waktu untuk mengagetkannya. Namun Hitsu masih tetap melanjutkan movie nightnya yang kali ini adalah the Conjuring 2.
Akan tetapi keberaniannya luntur ketika suara barang berjatuhan terdengar dari arah dapur. Ditambah lagi adegan di layar menampilkan Loraine sedang dikagetkan hantu pucat berbaju hitam ala suster. Hitsu sama sekali tidak ingin mengeceknya dan itu benar-benar bukan ulah peliharaannya, karena mereka semua sedang bergelung di kaki dan pangkuannya.
Gedebug, sreettt... sreettt...
Suara terdengar lagi. Si wajah penuh pierching itu pun memutuskan untuk lari meninggalkan rumahnya, menyelamatkan diri. Dia tak ingat bagaimana ia meraih kunci dan mengunci pintu, serta betapa teganya ia meninggalkan 'anak-anak berbulunya'. Dia menuju ke rumah bandmatenya yang merangkap sebagai kekasihnya, Sakito. Sewaktu di tengah perjalanan ketakutan Hitsu semakin menjadi melihat sesosok berbaju putih-putih dan berambut panjang berjalan dengan pelan di belakangnya. Sadako!! Pikir si pierching-man itu mempercepat langkahnya saat menyadari wajah pucat makhluk dibelakangnya.
~
~
"Saki, saki, saki.. buka pintu!!" teriak Hitsugi sambil menggedor pintu setibanya di rumah kekasihnya. Dalam waktu 5 menit dia sudah sampai di rumah Sakito. Padahal perlu sekitar 15 menit jalan kaki biasanya dari tempat Hitsugi ke rumah gitaris super slim itu.
"Ada apa Hitsu-chan?" tanya si cantik berkacamata tebal yang langsung dapat dead-hug ketika membuka pintu.
"Sakii aku menginap disini ya? pliss..." pinta si pierching dengan memelas.
"Iya.... tapi kenapa? kenapa kau ketakutan?" tanya si pemilik rumah sambil menarik pria berrambut kemerahan itu masuk ke rumahnya.
"A.. aaa.. ummm."
"Ada apa? katakan saja?"
"Tapi jangan tertawakan aku?!" pinta si imut itu dibalas anggukan sang kekasih.
"Ada hantu di rumahku.." jawab Hitsugi lirih.
"Hmmm......" Sakito hampir kelepasan tertawa tapi dengan segera ia membekap bibir sekushinya itu.
"Benar Saki, ada hantu.. bahkan ia mengikutiku sampai jalan tadi." rengek Hitsu mengetahui Sakito sedikit terkikik.
"Sudah kuduga kau akan tertawa." ucap Hitsugi merajuk dan mengerucutkan bibirnya kesal.
"Ah maaf Hitsu, tapi itu benar-benar... umm aneh..."kata Sakito sambil menahan tawa, "kau pasti habis menonton film horror?" tebak si cantik itu.
"Iya sih tapi benar tadi ada hantu, sadako, aku lihat sadako."
"Berapa kali sih kau menonton Ringu? Masih tidak bosan juga?"
"Tapi aku..."
"Sssh, sudahlah tenangkan dirimu. Aku ambilkan air kau duduk disini saja dulu." pinta si pemilik rumah lalu melenggang menuju dapur.
Si pecinta kucing itu pun mulai mencoba untuk menenangkan dirinya sebisa mungkin. 'Tenang Hitsu disini aman, ada Saki juga!' katanya meyakinkan hatinya.
"Hei..... " panggil seseorang di belakangnya.
"Uwaaa... Sakiii..." teriak Hitsugi lagi sambil berlari ke tempat kekasihnya berada. Bagaimana ia tidak berlari ketakutan? Jika suara yang dikiranya saudara Sakito ternyata malah sesosok makhluk pucat dengan rambut hitam dan dengan wajah mengerikan.
"Kenapa Hitsu?" tanya Saki yang tubuhnya ditubruk dan didekap erat-erat.
"Saki... itu...itu.... hantu...."
"Hah??"
"Iyaa, ada hantu... itu... hantu..Valak!!" seru Hitsugi heboh dan masih mendekap erat sahabat sekaligus kekasihnya itu. Sakito hanya bisa berkomentar dalam hati 'Horror Freak'. Meski begitu dia sebenarnya senang-senang saja karena akhirnya kekasihnya yang sebelumnya tidah mau menginap di rumahnya jadi bersedia dengan suka rela. Bukan karena Hitsugi tidak mau menginap tetapi adiknya Sakito usilnya di luar batas kewajaran membuat Hitsu jadi tidak nyaman.
"Baiklah, ayo kita lihat dulu. "
"Tapi...."
"Mungkin saja itu Saga sedang usil kan? tidak akan ada apa-apa Hitsu-chan." kata Sakito sambil mengecup lembut keningnya.
Sesampainya di ruang tamu Sakito yang bercahaya temaram. Hitsu masih tampak ragu dan waspada di belakang bandleadernya itu.
"Itu..." tunjuk Hitsugi dari belakang tubuh ramping Sakito sambil merem. Sakito yang tadinya waspada akhirnya hanya bisa melongo dan pengen garuk udel(?)nya yang tidak terasa gatal.
"Hitsu... buka matamu!" pintanya, tapi si nekoboy itu hanya menggeleng kepala dan merem.
"Ayolah Hitsu itu bukan hantu atau valak, well memang mukanya agak serem tapi bukan hantu."
"....." Hitsugi pun akhirnya membuka matanya dan ikut melongo melihat sosok 'mengerikan' yang setelah dilihatnya dengan seksama ternyata....
"Yo!! Saki, Hitsu..." sapa sosok 'valak' yang membuat Hitsugi jejeritan.
"A..o..i..san?" guman nekoboy berpierching selusin itu setengah tak percaya.
"Iya, kenapa kamu tadi tiba-tiba lari?" kata gitaris berbibir aduhai teman Uruha, kakaknya Sakito.
"E.....eto..."
Sakito hanya bisa tersenyum melihat wajah memerah kekasihnya yang salah kira itu. Walau begitu ia kaget juga kenapa gurame jadi-jadian itu bisa ada di rumahnya? Tadikan pintu dikunci,bagaimana ia bisa masuk? Pantas saja Hitsugi ketakutan, jangan-jangan dia beneran makhluk jadi-jadian lagi?
"A..." baru saja Sakito mau bertanya langsung terpotong.
"Gurame nih titipanmu!" seru blonde honey dari arah pintu masuk.
"Oh ya Sakito siapa tamunya?" tanya si cantik Uruha pada si adik.
"Hitsu, dia menginap." jelas makhluk cantik satunya. Jadi si gurame diajak kakaknya pikir Sakito.
"Maaf merepotkan." kata Hitsugi dengan sopan.
"Tidak apa-apa Hitsu, sepertinya Saki malah senang sekali tuh." canda Uruha membuat Hitsugi tersipu.
"Kau juga senang kan aku menginap dan menemanimu?" celetuk Aoi.
"Kau tidur di sofa!!" kata Uruha dengan nada mirip istri habis mergokin suaminya godain janda muda.
"Apa? tapi......"
"S-O-F-A!!" kata Uruha sambil menyelonong ke dapur. Kedua pria lain menikmati adegan suami takut istri itu sambil senyum.
"Hitsu benarkan itu bukan hantu. Kau duduk saja dulu dengan Aoi," kata Saki mengikuti kakaknya ke arah dapur.
Hitsugi mulai merasa nyaman ditemani oleh Aoi, mereka akhirnya malah keasyikan membicarakan berbagai hal mulai dari gitar, makanan, hubungan hingga hal aneh lainnya seperti kebiasaan dua gitaris cantik bersaudara yang sekarang entah sedang apa di dapur.Tidak lama kemudian Uruha membawa beberapa kaleng minuman dan makanan ringan ke ruang tamu. Diikuti adiknya yang hanya membawa minuman untuk dirinya sendiri. Seperti biasanya Sakito berlagak jadi yang tertua dan suka memerintah saudara-saudaranya, walaupun sering tidak dituruti mengingat keunikan kedua saudaranya.
"Jadi kau kesini karena lari dari rumah karena ketakutan pada hantu ya Hitsu?" tanya Uruha sambil meletakkan bawaannya. Huah ratu gosip telah beraksi pikir Hitsugi sambi melirik kekasihnya yang cuma pasang ekspresi santai di wajah cantiknya yang berhias pup(?) lalat itu.
"err i.. iya."
"Kau pasti habis melihat film hantu?" kata Aoi menyeletuk. "Tidak apa-apa aku mengerti hantu memang menakutkan." kata si bibir gurame itu bergidik ngeri.
Uruha memaklumi pernyataan temannya yang memang ghost phobia itu, tapi Hitsugi yang pecinta horor ketakutan itu adalah hal yang tak biasa.
"Yasudah kau menginap saja disini Hitsu, tapi jangan berisik ya?" kata Uruha sambil menatap adiknya yang berkacamata. Si pierching man itu wajahnya memerah mengetahui maksud perkataan Uruha, memang Hitsu sangat polos tapi dia masih paham terkadang.
"Biarlah mereka berisik Uru-pyon, aku yakin suaramu nggak kalah kok. Asalkan aku di kamar kamu ya nanti tidurnya?" celetuk Aoi membuat Hitsugi semakin mematung dengan wajah merah.
"Baiklah."
"Yes akhirnya."
"Di lantai tanpa bantal dan selimut."
"Apa?? Tapi sayang...."
"Sudahlah, lihat apa yang kalian perbuat padanya." kata Sakito yang akhirnya ikut bicara. Tak tega melihat keadaan pacarnya yang sudah mirip seperti boneka kucing kecebur saus tomat.
Krieett ..
Tiba-tiba pintu terbuka menghembuskan angin malam yang dingin dan bau hujan yang mengguyur Tokyo malam itu. Dan juga...
"SADAKOOOO!!!!" jerit keempat pria itu langsung menghambur mencari tempat persembunyian.
"Tadaima.. kok sepi?" gumam makhluk pucat berambut panjang acak-acakan dengan dress putih basah bernoda lumpur.
"Ah pasti pada kabur lagi seperti orang-orang di pinggir jalan tadi." gumamnya sambil melihat pakaian dan tampangnya sendiri.
"Mau bagaimana lagi bajuku kan kotor." katanya lagi sambil melepas sepatu ketsnya yang basah. Tapi kemudian ia senyum-senyum sendiri mengingat apa yang membuat pakaiannya kotor setelah pesta kostum dengan bandmatenya. Sayang sekali Nao harus pulang ke rumah orang tuanya malam ini karena diminta orang tuanya, kalau tidak ia bisa menghabiskan malam itu dan hari liburnya dengan Pooh-san.
"Ini Saga kak, kalian ngumpet dimana sih?" teriaknya sambil celingukan dan memeras baju dan rambut pasangannya yang basah.
"Kak Saki bikinin teh atau apa Sachin lapar dan kedinginan nih." rengeknya yang merasa lapar lagi seusai pesta dan kehujanan.
=
=
End
Asli MoCha sangat penasaran kira-kira tinggi mana ya MoCha dibanding Yomi? Habis sepertinya dia mungil banget pas disanding sama Ruka dan Ni~ya (readers : ya jelaslah). Eh tapi biar pendek gini exBF-nya MoCha ada yang lebih pendek dari moCha lho tapi otaknya bikin ngiri deh lebih tinggi dari badannya Ruka. (readers: gak nanya)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar