Selasa, 18 September 2018

Kilas Balik setengah Tahun 2018

Bagaimana kabar semua....
Wah tak terasa saya vakum dari blog sudah lebih dari setengah tahun.
Walau sebenarnya mungkin yidam banyak orang yang membaca blog sekarang .
Tetapi masih banyak idea yang ingin saya bagi yang berterbangan di angan-angan saya.

Mungkin tidak fanfic tetapi blog ringan dan berisi informasi yang baru saya ketahui. Ingat yang Baru saya ketahui, jadi mungkin kalian sudah pernah tahu atau mungkin juga belum.
Oh iya ini bulan September, happy birthday buat saya sendiri. Juga buat abang Baro B1A4 yg udah disband T,T . Happy birthday bang MiA Mejibray yang umurnya nambah setahun lebih tua dari saya, tapi kenapa disband jua sih Mejibray T-T. Gara-gara Tsuzuku barangkali ya, ganti mood pengen main musik pop (aku tak menghakimimu bang Tzk, aku tau rasanya terombang ambing didunia fantasi). Happy birthday juga buat Tora A9 yang alhamdulillah masih eksis A9 nya.

Saya setengah tahun ini mengalami hal luar biasa. Jatuh bangun bekerja, depresi, ganti kerja lagi, dst. Saya awali dengan kelulusan saya, saya akhirnya memotong rambut kemerahan saya yg panjangnya sudah 1 meteran lebih. Jadi tinggal bob. Lalu saya mengurus anak, iya jadi bebi sister.
Kemudian saya mencoba melangkahkan kaki ke pekerjaan yg seram menurut saya. Saya daftar lagi jadi pengajar les/ bimbel.
Banyak hal menarik terjadi mulai mengajar anak hyperaktif. Ànak blesteran yang otakunya lebih parah dari saya. Anak dokter terkenal yg pintar dan yg nakal. Banyak makan hati tapj juga dapat pengalaman. Saya jadi tahu dimana yg namanya perempatan Keniten.

Ini dipertengahan tahun saya galau. Saya dipaksa masuk/mendaftar disekolah yg dibentik ayah saya. Menyeramkan. Saya berusaha menghindar.
Tetapi pada akhirnya jatuh juga ke tempat horror itu. Horror secara arti sesungguhnya dan arti kias. Seperti yg kalian tahu saya takut hubungan sosial. Sedangkan sekolah itu tempat sosialisasi yang cukup menantang buat saya. Ketakutan tapi saya maju.
Di otak saya berpikir -saya mulai gila- berani sekali saya maju menghadapi phobia saya.
Saya merasa dihakimi, sampai saat INI saya masih menggeliat, mencoba membiasakan diri dengan menghadapi ketakutan saya. Walau pikiran untuk resign tetap ada. Ditambah sekarang ada info cpns, saya mulai berpikir mungkin INI jalan keluar saya.
Mungkin itu dulu untuk dibagi.
Sampai jumpa..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar