Jumat, 08 Agustus 2014

The GazettE in Kindergarden


Author                  : MoCha Chubby
Genre                   : fanfic Drabbel, Humor gagal
Warning               : OOC, AU, Geje
Rated                  : T
Cast                    : all the GazettE, Hizaki Versailes, Hiyori Kiryu.
Disclaimer           : aku nggak mau ngakuin mereka takut dilaporin ke komnas HAM (?)
Summary             : Bagaimana rasanya jika punya murid-murid aneh  seperti mereka ?
Sebuah fanfic yang terinspirasi dari kisah nyata author dan murid-murid author yang imut-imut tapi bikin gemes.
---------------------------------------
Suatu pagi yang cerah di TK Peace and Smile atau biasa disebut TK PSC, dua orang wanita (author ga yakin) sedang mengajak anak-anak didiknya berdo’a untuk mengawali kegiatan belajar mengajar hari ini. Satu guru yang ada di depan memakai gaun super megar ala jaman Victoria sampai menyentuh tanah, namanya Hizaki.  Hiyori, nama guru satunya yang berkuncir dua dan memakai baju lolita di atas lutut serta berkaos kaki super panjang sampai lutut.
“Anak-anakku TK A yang manis. Hari ini kita akan belajar angka dan mewarnai.” Ucap sang bu  Hizaki  berdiri di depan kelas.
“Kemarin kita sudah belajar angka berapa saja anak-anak. Angka sa...” tanya Hizaki sambil menunjukkan jari telunjukknya melambangkan angka satu.
“SATUUU......” Ruki nge-growl sambil menunjukkan jari tengahnya ke bu Hizaki. Hizaki and Hiyori speecless.
“Lalu angka du..” kini Hizaki membuat angka  dua dengan jarinya agar anak-anaknya mudah mengerti.
“Duaaaa..” kali ini anak berbaju serba ungu sedang masang tampang kawaii dengan kedua tangannya membentuk huruf V. Hizaki and Hiyori speechless again.
“Nah hari ini angka kita akan belajar angka tiga.” Ucap Hizaki melanjutkan sambil membuat lambang dengan ketiga jarinya yakni jari telunjuk, tengah dan manis.
“Angka berapa anak-anak?” tanya Hizaki mengulangi lagi.
“Angka t-i-g-a.”  Ulang Bu Hiyori yang berdiri di belakang kelas. Sudah hal yang lumrah memang mengajari anak-anak TK  dengan mengulang-ulang seperti ini.
“Angka berapa..” ulang Hizaki lagi.
“ANGKA TIGA BUUUUUU..” anak-anak mengikuti pelapalan angka tiga dengan teriakan yang membahana padahal muridnya sekelas cuma 5 biji.
“TIGAA...” ucap Reita sedikit tertinggal sambil pasang tangan dengan pose metal.  Hizaki dan Hiyori speecless untuk ketiga kalinya.
“Bentuknya angka tiga seperti ini anak-anak. Lengkung-lengkung.” Ucap bu Hizaki sambil menulis bentuknya di papan.
“Ini apa anak-anak?” tanya bu Hizaki memantabkan pemahaman siswanya.
“Tigaaaaa...” jawab anak-anak serempak kecuali satu anak.
“Bibirnya Uruha buuuu.”  Celoteh si manis Aoi dengan keinnocenannya.
“Itu angka tiga guramee, Ti-Ga.” Ucap si Uruha sambil narik bibir Aoi sampai dower.
(author:  jadi begitulah  asal-usul bibir seksinya Aoi    XD)
(aoi: pengen gua cipok lu?)
(author: boleh aja)
(fansnya  aoi: #ngelempar author ke laut)
“Sudah jangan berantem. Itu angka tiga Aoi-kun.” Si Hiyori melerai anak-anaknya yang lagi tarik-tarikan bibir(?).
 “Nah anak-anak, Bu Hiyori akan membagikan buku. Nanti kita akan menghubungkan titik-titik untuk membuat angka tiga.” Kata bu Hizaki sambil menggambar pola titik-titik di blackboard.
“Ibu panggilin satu-satu ya...” kata Bu Hiyori sambil membawa setumpuk buku. “Aoi... Uruha.... Ruki..... Reita..... Kai.....” panggilnya satu persatu pada siswa-siswanya.
Beberapa waktu kemudian setelah di bagikan.
“Kai, sudah selesai nulisnya ^^ ..” tanya Hizaki sambil melihat pekerjaan muridnya yang punya double dimple di kedua pipinya.
“.......” Kai hanya geleng-geleng sambil meluk bukunya erat-erat tak mengijinkan Hizaki melihatnya. Hizaki hanya bisa sweatdrop melihat muridnya yang super autis ini.
“Ruki sudah selesai?” tanyanya pada muridnya yang satu lagi yang lagi asyik nyoretin spidol ke lehernya membuat garis-garis zebracross.
“Udah bu. Ini angka 3 nya. Bagus kan bu nggak kayak punya Uruha...” pamer Ruki menunjukkan coretan yang nggak jelas bentuk apa. Bulat, lengkung dan ada seperti tangan juga tapi meliuk-liuk tidak terarah bentuknya. Hizaki sweatdrop again.
"Ini apa Ruk?" tanyanya sambil keheranan.
"Ultramen tiga bu!!" kata Ruki dengan bangga sambil pose ala ultramen. Hizaki  hanya bisa ngelus dada dengan ke-geje-an siswanya.
“Reita duduk di bangku nak..” ucap Hiyori sambil ngejar-ngejar Reita yang lagi loncat-loncat dari bangku satu ke bangku lain. Sambil sesekali ngejambak Kai yang masih sibuk nutupin bukunya. Bayangin tingkah  Reita seperti  si Masha lagi mengacau di rumah beruang.
“Rei, gak bawa crayon bu...” alasannya sambil lari ke depan kelas lalu nyoretin papan tulis pake kapur. Dan grep, akhirnya Hiyori berhasil nangkep Reita.
“Ibu pinjemin crayon duduk dulu.” Pintanya sambil memaksa Reita duduk lalu  menyodorkan crayon pada murid bernosebandnya itu.
“Bu nggak ada yang coklat?” kata Reita protes.
“Kan masih ada yang lainnya. Ada merah... ada biru... juga pink...^^  ” kata Hiyori sangat sumringah menyebut warna pink.
“Iiiihhh Reita nggak mau pink nanti kayak rambut bu guru. Reita maunya yang coklat.” Katanya lalu mulai mau berdiri lagi tapi di tarik paksa sama Hiyori.
“Memangnya kenapa Reita? Kan masih ada warna yang lain.”
“Kalo coklat kan mirip kitkat bu.” Ucapnya polos hanya bisa bikin Hiyori melongo.
“Ini bu gambar bibirnya Uruha..” Aoi menyodorkan bukunya pada Hizaki. Anak ini masih keukeuh menganggap angka tiga itu gambar bibirnya Uruha.
“Guramee..” si Uruha menjitak si Aoi lagi. Namun si Aoi membalasnya dengan monyongan bibir, Aoi mau nyium pipi Uruha . Membuat Uruha lari kesana kemari.
“Aoi... Uruha udah jangan berantem....” ucap Hizaki berusaha mendamaikan mereka tapi berakhir dengan hal yang mengejutkan.
“AOIIII Uruuhaaaa...” teriak bu Hizaki dengan screamnya(?). Ini gara-gara si Uruha sembunyi di bawah rok super megar kebanggaan sang Hizaki.
Begitulah kira-kira keadaan sehari-hari di kelas A Taman kanak-kanak PS Company. Kerusuhan dan kekacauan terjadi setiap harinya.
Owari

Author mau curcol nih kemarin pas lagi praktek mengajar author beneran kaku banget karena nggak pandai interaksi sama anak-anak kecil. Tapi malah disuruh ngajar anak Playgroup. Anehnya ada anak yang overaktif suka mengganggu teman-temannya tapi kalo sama author pasti diam dan nurut. Nanti kalau author merhatiin temennya pasti temannya itu bakal digangguin, lucu banget pokoknya. Yang satunya kayak autis gitu menyendiri banget  dan pendiam tapi pinter. Pas gambar nggak ada yang boleh lihat tapi author di bolehin lihat. Hanya author saja lho yang dibolehin. (sesama autis memang saling pengertian hahahaha). Padahal aku beneran nggak biasa deket sama anak-anak dan canggung banget kalau sama anak-anak. Untung satu kelas gurunya dua, sama teman author padahal isinya hanya 10an anak wkwkwk. Jadi nggak terlalu parah deh kelasnya .
nah ini cast yang ada di atas tadi

the GazettE(Aoi, Reita, Ruki, Kai, Uruha)

Versailes (Hizaki)

Kiryu (Isshiki Hiyori)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar