Author : MoCha Chubby
Genre : fanfic Drabbel, Humor gagal
Warning : OOC, AU, Geje
Rated : T
Cast : all the GazettE, Hizaki
Versailes, Hiyori Kiryu.
Disclaimer : aku nggak mau ngakuin mereka takut
dilaporin ke komnas HAM (?)
Summary : Bagaimana rasanya jika punya
murid-murid aneh seperti mereka ?
Sebuah
fanfic yang terinspirasi dari kisah nyata author dan murid-murid author yang
imut-imut tapi bikin gemes.
Suatu
pagi yang cerah di TK Peace and Smile atau biasa disebut TK PSC, dua orang
wanita (author ga yakin) sedang mengajak anak-anak didiknya berdo’a untuk
mengawali kegiatan belajar mengajar hari ini. Satu guru yang ada di depan
memakai gaun super megar ala jaman Victoria sampai menyentuh tanah, namanya
Hizaki. Hiyori, nama guru satunya yang berkuncir
dua dan memakai baju lolita di atas lutut serta berkaos kaki super panjang
sampai lutut.
“Anak-anakku
TK A yang manis. Hari ini kita akan belajar angka dan mewarnai.” Ucap sang
bu Hizaki berdiri di depan kelas.
“Kemarin
kita sudah belajar angka berapa saja anak-anak. Angka sa...” tanya Hizaki
sambil menunjukkan jari telunjukknya melambangkan angka satu.
“SATUUU......”
Ruki nge-growl sambil menunjukkan jari tengahnya ke bu Hizaki. Hizaki and
Hiyori speecless.
“Lalu
angka du..” kini Hizaki membuat angka dua dengan jarinya agar anak-anaknya mudah
mengerti.
“Duaaaa..”
kali ini anak berbaju serba ungu sedang masang tampang kawaii dengan kedua
tangannya membentuk huruf V. Hizaki and Hiyori speechless again.
“Nah
hari ini angka kita akan belajar angka tiga.” Ucap Hizaki melanjutkan sambil
membuat lambang dengan ketiga jarinya yakni jari telunjuk, tengah dan manis.
“Angka
berapa anak-anak?” tanya Hizaki mengulangi lagi.
“Angka
t-i-g-a.” Ulang Bu Hiyori yang berdiri
di belakang kelas. Sudah hal yang lumrah memang mengajari anak-anak TK dengan mengulang-ulang seperti ini.
“Angka
berapa..” ulang Hizaki lagi.
“ANGKA
TIGA BUUUUUU..” anak-anak mengikuti pelapalan angka tiga dengan teriakan yang membahana
padahal muridnya sekelas cuma 5 biji.
“TIGAA...”
ucap Reita sedikit tertinggal sambil pasang tangan dengan pose metal. Hizaki dan Hiyori speecless untuk ketiga
kalinya.
“Bentuknya
angka tiga seperti ini anak-anak. Lengkung-lengkung.” Ucap bu Hizaki sambil
menulis bentuknya di papan.
“Ini
apa anak-anak?” tanya bu Hizaki memantabkan pemahaman siswanya.
“Tigaaaaa...”
jawab anak-anak serempak kecuali satu anak.
“Bibirnya
Uruha buuuu.” Celoteh si manis Aoi
dengan keinnocenannya.
“Itu
angka tiga guramee, Ti-Ga.” Ucap si Uruha sambil narik bibir Aoi sampai dower.
(author:
jadi begitulah asal-usul bibir seksinya Aoi XD)
(aoi:
pengen gua cipok lu?)
(author:
boleh aja)
(fansnya aoi: #ngelempar author ke laut)
“Sudah
jangan berantem. Itu angka tiga Aoi-kun.” Si Hiyori melerai anak-anaknya yang
lagi tarik-tarikan bibir(?).
“Nah anak-anak, Bu Hiyori akan membagikan
buku. Nanti kita akan menghubungkan titik-titik untuk membuat angka tiga.” Kata
bu Hizaki sambil menggambar pola titik-titik di blackboard.
“Ibu
panggilin satu-satu ya...” kata Bu Hiyori sambil membawa setumpuk buku. “Aoi...
Uruha.... Ruki..... Reita..... Kai.....” panggilnya satu persatu pada
siswa-siswanya.
Beberapa
waktu kemudian setelah di bagikan.
“Kai,
sudah selesai nulisnya ^^ ..” tanya Hizaki sambil melihat pekerjaan muridnya
yang punya double dimple di kedua pipinya.
“.......”
Kai hanya geleng-geleng sambil meluk bukunya erat-erat tak mengijinkan Hizaki
melihatnya. Hizaki hanya bisa sweatdrop melihat muridnya yang super autis ini.
“Ruki
sudah selesai?” tanyanya pada muridnya yang satu lagi yang lagi asyik nyoretin
spidol ke lehernya membuat garis-garis zebracross.
“Udah
bu. Ini angka 3 nya. Bagus kan bu nggak kayak punya Uruha...” pamer Ruki menunjukkan
coretan yang nggak jelas bentuk apa. Bulat, lengkung dan ada seperti tangan juga tapi meliuk-liuk tidak terarah bentuknya. Hizaki sweatdrop again.
"Ini apa Ruk?" tanyanya sambil keheranan.
"Ultramen tiga bu!!" kata Ruki dengan bangga sambil pose ala ultramen. Hizaki hanya bisa ngelus dada dengan ke-geje-an siswanya.
"Ini apa Ruk?" tanyanya sambil keheranan.
"Ultramen tiga bu!!" kata Ruki dengan bangga sambil pose ala ultramen. Hizaki hanya bisa ngelus dada dengan ke-geje-an siswanya.
“Reita
duduk di bangku nak..” ucap Hiyori sambil ngejar-ngejar Reita yang lagi
loncat-loncat dari bangku satu ke bangku lain. Sambil sesekali ngejambak Kai
yang masih sibuk nutupin bukunya. Bayangin tingkah Reita seperti
si Masha lagi mengacau di rumah beruang.
“Rei,
gak bawa crayon bu...” alasannya sambil lari ke depan kelas lalu nyoretin papan
tulis pake kapur. Dan grep, akhirnya Hiyori berhasil nangkep Reita.
“Ibu
pinjemin crayon duduk dulu.” Pintanya sambil memaksa Reita duduk lalu menyodorkan crayon pada murid bernosebandnya
itu.
“Bu
nggak ada yang coklat?” kata Reita protes.
“Kan
masih ada yang lainnya. Ada merah... ada biru... juga pink...^^ ” kata Hiyori sangat sumringah menyebut warna
pink.
“Iiiihhh
Reita nggak mau pink nanti kayak rambut bu guru. Reita maunya yang coklat.”
Katanya lalu mulai mau berdiri lagi tapi di tarik paksa sama Hiyori.
“Memangnya
kenapa Reita? Kan masih ada warna yang lain.”
“Kalo
coklat kan mirip kitkat bu.” Ucapnya polos hanya bisa bikin Hiyori melongo.
“Ini
bu gambar bibirnya Uruha..” Aoi menyodorkan bukunya pada Hizaki. Anak ini masih
keukeuh menganggap angka tiga itu gambar bibirnya Uruha.
“Guramee..”
si Uruha menjitak si Aoi lagi. Namun si Aoi membalasnya dengan monyongan bibir,
Aoi mau nyium pipi Uruha . Membuat Uruha lari kesana kemari.
“Aoi...
Uruha udah jangan berantem....” ucap Hizaki berusaha mendamaikan mereka tapi
berakhir dengan hal yang mengejutkan.
“AOIIII
Uruuhaaaa...” teriak bu Hizaki dengan screamnya(?). Ini gara-gara si Uruha
sembunyi di bawah rok super megar kebanggaan sang Hizaki.
Begitulah
kira-kira keadaan sehari-hari di kelas A Taman kanak-kanak PS Company.
Kerusuhan dan kekacauan terjadi setiap harinya.
Owari
Author
mau curcol nih kemarin pas lagi praktek mengajar author beneran kaku banget
karena nggak pandai interaksi sama anak-anak kecil. Tapi malah disuruh ngajar
anak Playgroup. Anehnya ada anak yang overaktif suka mengganggu teman-temannya
tapi kalo sama author pasti diam dan nurut. Nanti kalau author merhatiin temennya
pasti temannya itu bakal digangguin, lucu banget pokoknya. Yang satunya kayak
autis gitu menyendiri banget dan pendiam
tapi pinter. Pas gambar nggak ada yang boleh lihat tapi author di bolehin
lihat. Hanya author saja lho yang dibolehin. (sesama autis memang saling
pengertian hahahaha). Padahal aku beneran nggak biasa deket sama anak-anak dan canggung
banget kalau sama anak-anak. Untung satu kelas gurunya dua, sama teman author
padahal isinya hanya 10an anak wkwkwk. Jadi nggak terlalu parah deh kelasnya .
nah ini cast yang ada di atas tadi
![]() |
| the GazettE(Aoi, Reita, Ruki, Kai, Uruha) |
![]() |
| Versailes (Hizaki) |
![]() |
| Kiryu (Isshiki Hiyori) |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar