Semburat kekuningan mentari terpantul
Di balik teralis berpanorama bata beton
Dingin
Semilir angin bukan jadi semilir angin
Hangat
Bukanlah lagi hangat
Sesak
Ini bukan sesak
Hanya aku yang paranoid
Kulihat jejak lumpur mengotori lantaiku
Kudengar suara mereka berbisik
Kugenggam jemariku erat
seakan meneguhkan
Seakan
Kulihat siluet di pojok kamar dingin ini
Hujan lembab
Tembok basah
Di balik teralis seorang gadis menjerit
Melantunkan tembang kehampaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar