Rabu, 14 Juni 2017

Fanfic Nightmare (Naitomea) : ORIGIN LOVE

Ruka x Ni~ya (Nightmare)
Dedicate for Ruka birthday present, well late birthday present i mean hihihi~  ^-^
Happy 38 y'o Ruka jiji~ you still cute in my eyes

Hari ini adalah hari penentuan untuk memperebutkan posisi bassist di band yang baru saja dia ikuti. Atas ajakan sahabat terbaiknya Yomi yang mengajaknya bergabung dengan band si makhluk mungil itu. Nightmare. Nama bandnya keren kan? Lebih pentingnya lagi para anggotanya membuat dia merasa nyaman. Dia telah beberapa kali bertemu, berbincang, bahkan berlatih juga dengan mereka. Dia merasakan sesuatu hal yang berbeda dengan band-band yang sebelumnya ia ikuti, ia merasa yakin akan masa depannya di band ini. Tapi masalahnya dia lebih senang bermain bass daripada drum, sedangkan band itu sedang membutuhkan drummer, sepeninggal drummer mereka.
Oleh karena itu hari ini dia akan duel dengan bassist Nightmare, Ni~ya. Untuk memperebutkan posisi bassist. Dia akan berusaha sebaik mungkin hari ini pikirnya.
"Hai Satoru-san siap untuk duduk di belakang drum?" canda Ni~ya sembari menepuk bahu Ruka.
"Jangan terlalu percaya diri Ni~ya-chan" balas si jangkung membuat Ni~ya tersenyum geli.



Lalu disaksikan member lain mereka pun beradu kemampuan terbaiknya. Di mulai dari Ruka yang telah bersiap dengan bass kesayangannya. Sesekali tampak Sakito mengangguk-angguk dan berbincang dengan Hitsu juga Yomi layaknya juri profesional.

"Oke, cukup ." pinta si cantik berkacamata, Sakito. Pria yang awalnya Ruka yakini sebagai perempuan ketika kali pertama bertemu dan sebelum mendengar suara Sakito. Sebenarnya ia sendiri sering disangka perempuan karena cantik, sewaktu ia masih kecil. Tapi karena tingginya sekarang di atas rata-rata pria Jepang umumnya sangkaan tersebut meluntur dengan sendirinya.
"Jadi bagaimana?"
"Kita dengar Ni~ya-kun dulu." Hitsugi, gitaris manis pecinta  kucing itu berbicara untuk pertama kalinya hari itu pikir Ruka. Dari yang Ruka tahu dia memang sedikit pendiam.
Di menit awal seolah tidak ada yang istimewa dari permainan Ni~ya pikir Ruka. Bahkan menurut pikirnya tak ada apapun yang istimewa dari Ni~ya selain senyum evilnya, mata tajam dan pipi chubby-nya yang mirip perempuan, bibir curly, tubuhnya yang... Oh tunggu itu banyak sekali Ruka.
Saat ia  terbangun dari lamunannya yang ia dengar adalah permainan yang luar biasa dari Ni~ya dan tak berapa lama itupun selesai. Tapi itu benar-benar bagus walaupun hanya semenit atau dua, ia bahkan tak pernah terpikir untuk melalukan trik semacam itu.
"Ru tak perlu sampai bengong begitu hihihi..." ucap Yomi sambil terkikik geli melihat tampang Ruka dengan mulut menganga. Tanpa disadari Ruka ia melongo, kebiasaannya kalau sedang melamun atau fokus melakukan sesuatu.
"Apa?" tanyanya tak mengerti kenapa semua member tersenyum ke arahnya.
"Jadi bagaimana Ruka-san?" tanya Ni~ya dengan nada dan pandangan mata menggoda.
"Itu luar biasa." hanya itu yang terucap dari Ruka saat itu.

"Baiklah jadi kau mengakui kemampuan Ni~ya juga. Sekarang bagaimana pendapatmu tentang drum?" tanya Sakito langsung pada intinya.

"Aku pikir aku tak bisa beralasan lagi, karena aku tetap ingin bermain bersama kalian. Ya, aku bersedia jadi drummer. Tapi aku rasa aku perlu berlatih lebih banyak lagi." jawab Ruka menerima kekalahannya hari itu. Mungkin ini yang terbaik, setidaknya aku masih merasa nyaman dan ada jika bersama mereka, renungnya.

"Kita bisa berlatih bersama-sama." kata Ni~ya menyalami lawan duel sekaligus calon teman duetnya di rythm itu sambil tersenyum manis. Manis sekali hingga jantungnya terasa bermain ritme yang lebih cepat. Oh tidak senyum itu kenapa bisa? apakah aku? Tidak Ruka, tidak kau normal debatnya dalam hati. Tapi perasaan apa ini?

"Selamat bergabung bersama kami." ucap Yomi dengan ceria dan memeluk kawan baiknya itu membawanya kembali ke alam sadar.

"Syukurlah kita akhirnya punya drummer."
"Seperti yang kukatakan semua akan berjalan sesuai rencana tepat pada waktunya." balas Sakito kepada Hitsu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar