Kamis, 13 Februari 2014

Hari Hijab Bermacam Versi: Apa 1 Februari,14 Februari atau 4 September ????

Seperti yang kita ketahui saat ini jilbab seolah telah menjadi trend fashion bukan hanya sebagai identitas muslimah saja. Sekarang ini telah banyak kita jumpai muslimah yang memakai jilbab maupun hijab. Di Indonesia sendiri trend hijab sedang berkembang pesat. Banyak sekolah-sekolah juga instansi- instansi umum/ negeri yang menjadikan jilbab sebagai seragamnya. Jika kita berjalan-jalan keluar rumah tentu akan banyak kita temui wanita yang mengenakan hijab dari berbagai model, corak, warna dan juga style-nya. Bahkan terkadang fungsi hijab itu tergantikan sebagai menjadi fungsi 'gaya-gaya-an' saja, yang banyak tidak sesuai dengan syariat.
Terlepas dari itu semua masih banyak di negara-negara lainya menganggap jilbab itu sesuatu yang aneh bahkan syarat akan cap 'teroris'. Hal itulah yang pada akhirnya melahirkan adanya aksi solidaritas antara kaum muslimah dari berbagi negara sebagai rasa persaudaraan.

Hari hijab itu sendiri memiliki banyak versi beberapa diantaranya akan saya sebutkan sebagai berikut ini:
  1. Hari hijab 4 September
    Adalah International Hijab Solidarity Day (IHSD) ini diperingati sebagai protes keputusan pemerintah London yang melarang mahasiswa untuk memakai simbol-simbol keagamaan. Hal ini tentu menyulitkan muslimah untuk menutup aurat secara sempurna. Karena itu, pada tanggal 4 september 2004 diadakanlah konferensi London yang dihadiri oleh Syeikh Yusuf Al Qardawi, Prof Tariq R. dan juga 300 delegasi dari 102 organisasi Inggris International, yang kemudian menghasilkan keputusan.
         1. Menetapkan dukungan terhadap penggunaan jilbab
         2. Penetapan tanggal 4 september sebagai hari solidaritas jilbab internasional (IHSD)
         3. Rencana aksi untuk tetap membela hak muslimah untuk mempertahankan busana takwa mereka
    IHSD juga diperingati untuk mengenang Marwa Al-Sharbini, muslimah Mesir yang dibunuh oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia di ruang sidang kota Dresden, Jerman. Dia adalah korban dari islamfobia yang masih terjadi di Eropa.
  2. Hari hijab 1 Februari
    Peringatan ini dicetuskan oleh seorang perempuan asal New York Nazma Khan yang disebarkan melalui situs jejaring sosial. Hal ini telah menarik perhatian Muslim dan non-Muslim di lebih dari 50 negara di seluruh duniaBagi sebagian besar orang, hijab merupakan simbol penindasan dan perbedaan. Dan menjadi perdebatan di negara-negara Barat. Hari Hijab Sedunia (World Hijab Day) ini dimaksudkan untuk meredam kontroversi itu. Untuk mendorong perempuan non-Muslim maupun muslim yg belum berjilbab untuk menggunakan jilbab dan mengalami memakai jilbab, sebagai upaya untuk saling memahami.
  3. Hari hijab 14  Februari
    Ini dicetuskan oleh kaum muslim yang berdiam di Pakistan. Mereka yang menentang akan adanya hari Valentine yang merupakan budaya non-muslim yang selalu diperingati oleh kaum muslim juga. Hal ini karena Valentine bukanlah budaya islam, selain itu momen Valentine sering dibarengi tindakan-tindakan yang berbau pergaulan bebas. Sedangkan zina itu sendiri merupakan hal yang sangat dilarang dalam islam.
Jadi dalam setahun  terdapat tiga hari yang bisa kita sebut sebagai hari hijab, bukan berarti kita hanya harus menggunakan hijab saat peringatan saja. Akan tetapi hendaknya hijab menjadi keseharian seorang muslimah sebagai tanda ketaatan dan kecintaan pada Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar