Genre : humor niatnya, yAOI, drabble pendek.
Warning : Membaca ini dapat menyebabkan
mual-mual, sakit perut, sakit jantung, gangguan kejiwaan akut (niat niru iklan
Rokok tapi salah ketik *plakk )
Author : MoCha-CHU ruBY si
sadako anaknya Hyde ma Tetsuya sekaligus istrinya Ruki
Cast : Reita with the
gazettE dan makluk PCS lainnya, papi Hyde juga author sok eksis
Rate : K+++
Disclaimer : semua hanya milik Tuhan, author pinjem
aja
Summary : Apa aja yang bisa terjadi dengan Reita
dan nosebandnya??? Yang dalam tanda
pager(#) itu komentar author atau dialog tambahan yang tak harus dibaca
=
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = ==
= = = = =
Now
playing : Reila – the GazettE Reita(?) by the GazettE’s wife (author)
#author : Reita... Reita... wo.. uwo.... Reita... Reita...
aishiteru... aishiteru....
#Meev :
hoyy nak jangan niru suara saya!!
#author : om suara saya memang serak becek
begini, gimana dunk?
#Meev : pinjam pita suara papi lu sanah!!
(usir author pulang)
>if noseband reita
ilang then......<
“cintaku
sayangku dimanakah dirimu...??” ucap Reita sambil celingukan kesana kemari.
Sesekali membuka tutup tong sampah(?)
terkadang buka kaleng roti(?). melihat ke celah gitar akustik yang lagi
dimainin sama Aoi yang lagi mencari cewek di teras rumah.
Terkadang
mengobrak abrik buku-bukunya Kai yang ada di rak. Mengobrak-abrik setrikaaan
hotpant Uruha. Terkadang membuka pintu dengan keras tanpa peduli itu pintu apa.
Hingga akhirnya sebuah scream sekeras 3 oktaf menggelegar karena Ruki lagi
mandi tiba-tiba pintunya dibuka sama Reita.
“Peseeekkkk....
enyaaah...” teriak si death voice boy itu sambil melempar gayung dan tepat
mengenai hidung Reita yang lagi ditutupi tangannnya. Jadi hidungnya aman.
“Wehehehe
nggak kena..” tawa reita senang karena mendapat ‘pemandangan’ dan hidungnya
selamat. Tetapi sedetik kemudian botol sampo berhasil nimpuk kepalanya yang
berambut mowhak.
“Ittai...”
teriak Reita lalu kabur menjauhi ‘BATHROOM’ . Sementara itu si Ruki chibi..
“Gyah...
aku mandinya bejimana nih?” ucap Ruki bingung karena gayungnya udah di lempar
keluar. “...semoga gak ada orang lewat,,,,” kata Ruki sambil celingukan di
balik pintu kamar mandi menunggu aman. Lalu kemudian ia ngacir keluar kamar
mandi secepat Road Runner buat ngambil gayung and without towel or clothes.
#author: ngapa nggak
pake handuk dulu aja tuh... tapi nggak apa-apa malah jadi bisa liat pemandangan
juga XD(ngumpet dibalik meja)
#Shin : iya asyik banget malah ....(tiba-tiba ada
di samping Ruru sambil tersenyum mesum)
#author:
‘kapan ini anak disini ya?’(pikir author)
#Shin : eh ada Ruru sadako chan juga ternyata.. ^_^
“my
lovely noseband, dimana kamu nak?” tanya Reita binggung sedang membolak – balik
bantal. Menerobos di bawah sofa. Mengangkat tubuh Koron yang lagi tidur.
Melongok ke kandang Keiji. Mengambil mangkuk susu Mr. Squidge.
“Reitaaaa...
hotpant aku....” teriak suara cempreng gitaris blonde mereka meratapi lemarinya
yang tadinya rapi sekarang menjadi berantakan. Mendengar teriakan itu Reita
langsung kabur ke camp tetangga sebelah. Setelah meminjam maskernya eh maksud
saya cadarnya teh Aisha yang lagi jalan-jalan sama om Fahri, bluan madu di
Jepang gitu ceritanya.
“Fahri,
cadar saya...” teriak tante Aisha yang cantik itu kepada suaminya.
“Udahlah
nggak apa-apa. Aisha pakai sarung abi aja buat cadar ya? Kasihan itu orang kan
mau belajar nutup aurat.” Jelas Fahri kepada istrinya.
“ihh
masa sarung ngga elit banget? Lagian kan aurat cowok nggak sampe muka.” Bantah
Aisha.
“umi
nggak lihat tadi hidungnya? Aurat banget mi..” jelas Fahri memahamkan istrinya
itu.
#author
: udah sono balik ke AAC jangan ngerusuh di FF saya.
#Fahri+Aisha:
(baca ayat kursi +balik ke mesir gara-gara liat penampakan Sadako)
Sesampainya
Reita di camp tetangga(baca: Alice nine)
“Huaah
selamat dari amukan bebek yang lagi ngamuk..” ucap Reita sambil elus-elus dada
dan ambil napas.
“Ngapain
kamu lari-lari Rei?” tanya Shou yang lagi main game di depan TV sama Hiroto.
“Itu
di camp pada ngamuk semua.: jelas si noseless itu.
“Pasti
habis bikin masalah ya? Si leader alice nine Naoyuki lagi baca buku sambil
tiduran di bahu Saga. Mereka sedang membaca manga yaoi bersama-sama yaitu oyaji
hiroimashita.
#author
: author suka bgt ceritanya
#nao : sip memang, pinjem vol 2 nya juga yah?
#authorhan
^-*
“Wiih
gaya baru ya Rei?” tanya Tora nongol dari dalam kamar sambil gendong kucing dan
melihat Reita dengan cadar.
“buka,
tapi noseband aku hilang.” Jelas Reita kepada teman baiknya itu.
“Udah
lapor polisi belum?” tanya Saga ikut menanggapi.
“Belum
kan belum 1x24 jam. Ya nggak mugkin ditanggapi lah bishie koplak. Yang ilang
kan bukan surat berharga.” Jelas reita dengan sebel.
“kalian
tahu nggak.?” Tanya Reita penuh harap.
“kamu
terakhir kesini minggu lalu Rei jadi
nggak mungkin hilang disini.” Jelas Shou sambil nyomot tempe(?) goreng yang
ternyata udah ludes di makan Pon.
“Pon
kok dihabisin semua sih?” ucap Shou sebel.
“Kan
biar aku cepat gede.” Ucap si Hiroto masih asyik mengunyah makanan ditangannya.
“Mau
makan seberapa pun emang dasar tinggimu segitu Pon.” Kata Shou sambil slap
kepala uke-nya eh temannya itu.
“Yodah
aku cari ke tempat lain deh.” Pamit reita lalu pergi keluar dari campnya Alice
Nine dan berupaya mencari di tempat lain. Namun tak juga mampu ditemukan oleh
reita, dengan lunglai reita balik ke camp nya the GazettE sambil bersenandung
gaje.
“pengumuman...
pengumuman ... siapa yang mau bantu tolong aku... kasihani aku... tolong cariin
nosebandku... siapa yang mau??? Hueeee....noseband-chan...” reita menyanyikan lagu Wali yang dirubah
liriknya sama reita.
“Reita...?”
sapa seseorang yang tiba-tiba muncul di dekat reita dengan membawa keranjang
belanja. “Kenapa kamu Rei?” tanya orang itu lagi yang ternyata adalah Leader-san
the GazettE.
“Kaaaaaaai...
Huuuueeeee... nosebandku...hilang huaaaa....” tangis alay ala reita sambil
memeluk pinggang Kai erat.
“Oh
noseband?” tanya Kai kemudian.
“iya
Kai.. hiks.. hikss...” jawab reita sambil terisak-isak masih sambil memeluk Kai.
#author
:Reita cari kesempatan tuh...
#Shin : ho-oh
#author
: ngapaian kamu disini? Stalker aku yak?
“Kan
kemarin kamu pinjamin ke aku buat nutup
mata biar ngga perih pas motong bawang.” Jelas Kai kepada bassist-nya
itu.
“Eh
iya ya?” kata reita baru nyadar.
“Udah
jangan nangis.” Pinta Kai sambil merogoh saku depan celemek yang dipakainya
juga walau lagi belanja.
“Nih
nnosebandnya. Lagian kamu udah pakai cadar napa nyari noseband?” tanya Kai
heran.
“Ini?
Tadi pinjam tante-tante di depan sonoh.” Kata reita sambil melepas cadar dan
melemparnya sampai ke mesir.
“Lagian
Kai ini noseband keramat lho..” jelas reita dengan bangga udah pakai kain
plesteran di hidungnya
“Keramat
gimana?” tanya Kai ingin tahu.
#author
: dibuat dari tali pocong perawan kali? (tiba-tiba nimbrung)
#Shin : bukan, tapi dari popok wewe.? (ikut-ikutan
nimbrung)
“Bukan,
salah semua. Eh ngapain kalian disini?” reita baru menyadari kehadiran 2
makhluk yangg tak di harapkan itu.
“Suka-suka
kita lah..” author dan Shin songong. “Eh memangnya keramat gimana Rei?” tanya
kami ikut penasaran.
“Ini
dulu bekas ban karate ayah aku pas masih perjaka. Dulu ayah itu nggak
terkalahkan.” Jelas reita dengan bangga. Ruru + Shin+Kai+Hyde seatddrop
mendengar penjelasan Reita.
#author
: lho kok ada papi?
#Hyde : jangan main terus, pulang dicariin mami tuh
(nyeret Ruru pulang)
#Shin+Reita:
bye bye Sadako mini dan om Vampire chibi
#author+Hyde:
(nimpuk 2 orang itu pake yoyo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar