Senin, 25 Agustus 2014

Reita and His Noseband part 2-- the GazettE Fanfic



Genre              :  humor niatnya, yAOI, drabble pendek.
Warning          : Membaca ini dapat menyebabkan mual-mual, sakit perut, sakit jantung, gangguan kejiwaan akut (niat niru iklan Rokok tapi salah ketik *plakk )
Author            : MoCha-CHU ruBY si sadako anaknya Hyde ma Tetsuya sekaligus istrinya Ruki
Cast                : Reita with the gazettE dan makluk PCS lainnya, papi Hyde juga author sok eksis
Rate                : K+++
Disclaimer       : semua hanya milik Tuhan, author pinjem aja
Summary         : Apa aja yang bisa terjadi dengan Reita dan nosebandnya??? Yang dalam tanda  pager(#) itu komentar author atau dialog tambahan yang tak harus dibaca
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = == = = = = =
Now playing   : Reila – the GazettE  Reita(?)  by the GazettE’s wife (author)
#author            :  Reita... Reita... wo.. uwo.... Reita... Reita... aishiteru... aishiteru....
#Meev             : hoyy nak jangan niru suara saya!!
#author            : om suara saya memang serak becek begini, gimana dunk?
#Meev             : pinjam pita suara papi lu sanah!! (usir author pulang)

>if noseband reita ilang then......<


“cintaku sayangku dimanakah dirimu...??” ucap Reita sambil celingukan kesana kemari. Sesekali membuka tutup tong sampah(?)  terkadang buka kaleng roti(?). melihat ke celah gitar akustik yang lagi dimainin sama Aoi yang lagi mencari cewek di teras rumah.
Terkadang mengobrak abrik buku-bukunya Kai yang ada di rak. Mengobrak-abrik setrikaaan hotpant Uruha. Terkadang membuka pintu dengan keras tanpa peduli itu pintu apa. Hingga akhirnya sebuah scream sekeras 3 oktaf menggelegar karena Ruki lagi mandi tiba-tiba pintunya dibuka sama Reita.
“Peseeekkkk.... enyaaah...” teriak si death voice boy itu sambil melempar gayung dan tepat mengenai hidung Reita yang lagi ditutupi tangannnya. Jadi hidungnya aman.
“Wehehehe nggak kena..” tawa reita senang karena mendapat ‘pemandangan’ dan hidungnya selamat. Tetapi sedetik kemudian botol sampo berhasil nimpuk kepalanya yang berambut mowhak.
“Ittai...” teriak Reita lalu kabur menjauhi ‘BATHROOM’ . Sementara itu si Ruki chibi..
“Gyah... aku mandinya bejimana nih?” ucap Ruki bingung karena gayungnya udah di lempar keluar. “...semoga gak ada orang lewat,,,,” kata Ruki sambil celingukan di balik pintu kamar mandi menunggu aman. Lalu kemudian ia ngacir keluar kamar mandi secepat Road Runner buat ngambil gayung and without towel or clothes.
#author: ngapa nggak pake handuk dulu aja tuh... tapi nggak apa-apa malah jadi bisa liat pemandangan juga XD(ngumpet dibalik meja)
#Shin   : iya asyik banget malah ....(tiba-tiba ada di samping Ruru sambil tersenyum mesum)
#author: ‘kapan ini anak disini ya?’(pikir author)
#Shin   : eh ada Ruru sadako chan juga ternyata.. ^_^
“my lovely noseband, dimana kamu nak?” tanya Reita binggung sedang membolak – balik bantal. Menerobos di bawah sofa. Mengangkat tubuh Koron yang lagi tidur. Melongok ke kandang Keiji. Mengambil mangkuk susu Mr. Squidge.
“Reitaaaa... hotpant aku....” teriak suara cempreng gitaris blonde mereka meratapi lemarinya yang tadinya rapi sekarang menjadi berantakan. Mendengar teriakan itu Reita langsung kabur ke camp tetangga sebelah. Setelah meminjam maskernya eh maksud saya cadarnya teh Aisha yang lagi jalan-jalan sama om Fahri, bluan madu di Jepang gitu ceritanya.
“Fahri, cadar saya...” teriak tante Aisha yang cantik itu kepada suaminya.
“Udahlah nggak apa-apa. Aisha pakai sarung abi aja buat cadar ya? Kasihan itu orang kan mau belajar nutup aurat.” Jelas Fahri kepada istrinya.
“ihh masa sarung ngga elit banget? Lagian kan aurat cowok nggak sampe muka.” Bantah Aisha.
“umi nggak lihat tadi hidungnya? Aurat banget mi..” jelas Fahri memahamkan istrinya itu.
#author : udah sono balik ke AAC jangan ngerusuh di FF saya.
#Fahri+Aisha: (baca ayat kursi +balik ke mesir gara-gara liat penampakan Sadako)
Sesampainya Reita di camp tetangga(baca: Alice nine)
“Huaah selamat dari amukan bebek yang lagi ngamuk..” ucap Reita sambil elus-elus dada dan ambil napas.
“Ngapain kamu lari-lari Rei?” tanya Shou yang lagi main game di depan TV sama Hiroto.
“Itu di camp pada ngamuk semua.: jelas si noseless itu.
“Pasti habis bikin masalah ya? Si leader alice nine Naoyuki lagi baca buku sambil tiduran di bahu Saga. Mereka sedang membaca manga yaoi bersama-sama yaitu oyaji hiroimashita.
#author : author suka bgt ceritanya
#nao    : sip memang, pinjem vol 2 nya juga yah?
#authorhan ^-*
“Wiih gaya baru ya Rei?” tanya Tora nongol dari dalam kamar sambil gendong kucing dan melihat  Reita dengan cadar.
“buka, tapi noseband aku hilang.” Jelas Reita kepada teman baiknya itu.
“Udah lapor polisi belum?” tanya Saga ikut menanggapi.
“Belum kan belum 1x24 jam. Ya nggak mugkin ditanggapi lah bishie koplak. Yang ilang kan bukan surat berharga.” Jelas reita dengan sebel.
“kalian tahu nggak.?” Tanya Reita penuh harap.
“kamu terakhir  kesini minggu lalu Rei jadi nggak mungkin hilang disini.” Jelas Shou sambil nyomot tempe(?) goreng yang ternyata udah ludes di makan Pon.
“Pon kok dihabisin semua sih?” ucap Shou sebel.
“Kan biar aku cepat gede.” Ucap si Hiroto masih asyik mengunyah makanan ditangannya.
“Mau makan seberapa pun emang dasar tinggimu segitu Pon.” Kata Shou sambil slap kepala uke-nya eh temannya itu.
“Yodah aku cari ke tempat lain deh.” Pamit reita lalu pergi keluar dari campnya Alice Nine dan berupaya mencari di tempat lain. Namun tak juga mampu ditemukan oleh reita, dengan lunglai reita balik ke camp nya the GazettE sambil bersenandung gaje.
“pengumuman... pengumuman ... siapa yang mau bantu tolong aku... kasihani aku... tolong cariin nosebandku... siapa yang mau??? Hueeee....noseband-chan...”  reita menyanyikan lagu Wali yang dirubah liriknya sama reita.
“Reita...?” sapa seseorang yang tiba-tiba muncul di dekat reita dengan membawa keranjang belanja. “Kenapa kamu Rei?” tanya orang itu lagi yang ternyata adalah Leader-san the GazettE.
“Kaaaaaaai... Huuuueeeee... nosebandku...hilang huaaaa....” tangis alay ala reita sambil memeluk pinggang Kai erat.
“Oh noseband?” tanya Kai kemudian.
“iya Kai.. hiks.. hikss...” jawab reita sambil terisak-isak masih sambil  memeluk Kai.
#author :Reita cari kesempatan tuh...
#Shin   : ho-oh
#author : ngapaian kamu disini? Stalker aku yak?
“Kan kemarin kamu pinjamin ke aku buat nutup  mata biar ngga perih pas motong bawang.” Jelas Kai kepada bassist-nya itu.
“Eh iya ya?” kata reita baru nyadar.
“Udah jangan nangis.” Pinta Kai sambil merogoh saku depan celemek yang dipakainya juga walau lagi belanja.
“Nih nnosebandnya. Lagian kamu udah pakai cadar napa nyari noseband?” tanya Kai heran.
“Ini? Tadi pinjam tante-tante di depan sonoh.” Kata reita sambil melepas cadar dan melemparnya sampai ke mesir.
“Lagian Kai ini noseband keramat lho..” jelas reita dengan bangga udah pakai kain plesteran di hidungnya
“Keramat gimana?” tanya Kai ingin tahu.
#author : dibuat dari tali pocong perawan kali? (tiba-tiba nimbrung)
#Shin   : bukan, tapi dari popok wewe.? (ikut-ikutan nimbrung)
“Bukan, salah semua. Eh ngapain kalian disini?” reita baru menyadari kehadiran 2 makhluk yangg tak di harapkan itu.
“Suka-suka kita lah..” author dan Shin songong. “Eh memangnya keramat gimana Rei?” tanya kami ikut penasaran.
“Ini dulu bekas ban karate ayah aku pas masih perjaka. Dulu ayah itu nggak terkalahkan.” Jelas reita dengan bangga. Ruru + Shin+Kai+Hyde seatddrop mendengar penjelasan Reita.
#author : lho kok ada papi?
#Hyde : jangan main terus, pulang dicariin mami tuh (nyeret Ruru pulang)
#Shin+Reita: bye bye Sadako mini dan om Vampire chibi
#author+Hyde: (nimpuk 2 orang itu pake yoyo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar