Selasa, 19 Agustus 2014

the GazettE Fanfiction----Reita and His Noseband


Genre              :  humor niatnya, yAOI, drabble pendek.
Warning          : Membaca ini dapat menyebabkan mual-mual, sakit perut, sakit jantung, gangguan kejiwaan akut (niat niru iklan Rokok tapi salah ketik *plakk )
Author             : MoCha-CHU ruBY si sadako anaknya Hyde ma Tetsuya sekaligus istrinya Ruki
Cast                : Reita with the gazettE dan makluk PCS lainnya, papi Hyde juga author sok eksis
Rate                 : K+++
Disclaimer       : semua hanya milik Tuhan, author pinjem aja
Summary         : Apa aja yang bisa terjadi dengan Reita dan nosebandnya??? Yang dalam tanda  pager(#) itu komentar author atau dialog tambahan yang tak harus dibaca
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = == = = = = =
Now playing   : Reila – the GazettE  Reita(?)  by the GazettE’s wife (author)
#author            :  Reita... Reita... wo.. uwo.... Reita... Reita... aishiteru... aishiteru....
#Meev             : hoyy nak jangan niru suara saya!!
#author            : om suara saya memang serak becek begini, gimana dunk?
#Meev             : pinjam pita suara papi lu sanah!! (usir author pulang)
.
.
.
>If Reita lagi pilek<
Seorang cowok pirang dan mowhak sedang menjemur kain-kain kecil mirip pita pramuka anak-anak SD tetapi bedanya warnanya putih aja.
“Rei lagi ngapain?” tanya seorang makhluk berpierrching di bibir dowernya kepada temannya yang lagi sibuk itu.
“ini lagi menjemur noseband.” Jawabnya sambil mengalihkan pandangan kepada temannya itu.
“banyak amat yang dijemur?” tanyanya si dower *plakkk* heran sambil celingukkan.
“aku kan lagi flu bro.. suer nggak enak banget lagian ngapain sih celingukan nggak jelas gitu?” tanya si mowhak alias Reita kepada temannya itu.
“ini majalah yang kubeli kemarin kok nggak ada? Kamu tahu nggak?”
“majalah bermain-boy punyamu itu?? ...srooott..” tanyanya lagi sambil menyedot ingusnya yang sebenarnya tak keluar dari noseband lepeknya.
“iya yang edisi terbaru yang sampulnya Miyabi..” ucapnya Aoi penuh harap.
“Eh Meev pernah jadi model majalah begituan??...srooooott..”tanya Reita heran.
“Bukan MiyaVI tapi MiyaBI pesek, telinganya jangan ikutan pesek(?) juga dong...” geram Aoi pada temannya bernoseband itu.
“Sorry bro, kan llagi flu jadi ya gini..srooot... Eh yang gambarnya Miyabi??” ucap Reita mulai mikir-mikir dan ketir-ketir.
“iya edisi baru, baru beli kemarin belum sempet baca..” jelasnya kepada Reita. “kamu tahu Rei?”tanyanya penuh selidik melihat perubahan ait muka Reita.
“itu...ehnn... sroooot....”Reita jadi gugup. “tau wo..”
“iyakah? Dimana Rei?” tanyanya dengan senang.
“mercon yang kuledakin kemarin itu..... sroooooot......” jelasnya sambil usap-usap hidungnya yang ada tertutup noseband.
“Whaaaat??? Peseeek...........”jerit Aoi pada temannya itu. Memang Reita itu agak kelainan, hobinya segala hal yang berhubungan dengan api karena tuh bocah kan pyromania. #author: bersyukurlah kau Aoi matamu diselamatkan dari majalah nista. Wkwkwkkw (author baca manga yAoi rate R) XD
“eh tapi kemarin udah disobekin sama kai dan Ruki buat origami.” Bela Reita ditengah kemurkaan sang kissing gurame.
#author              : ketauan ya aku suka game aquarium. Tapi aku sukanya ikan Rainbowfish dan fantails
#Aoi                  : sama gue suka ga?
#author              : suka aja XD (ambil penggorengan, minyak & pisau)
#Aoi                  : (kabur)
“Dasar peseeeeeeeekkk...” Aoi menjerit kesal sambil menarik noseband Reita yang basah itu. Dan .....
Srroooot.....
“iyakss jijay kau Rei..” teriak Aoi meratapi tangannya yang terkena ingus Reita yang ternyata banyak dan terbendung di balik nosebandnya.
“kan udah dibilangin lagi pilek... srrooot...” ucap Reita lantas kabur meninggalkan Aoi dengan tangannya yang malang. Melewati sang primadona the GazettE yaitu Uruha yang lagi bawa emeber gede.
“Ngapain itu si noseband?” tanya Uruha pada Aoi yang meratapi tangannya yang malang.
“bakar majalahku dan bikin tanganku begini.” Kata Aoi mendekatkan tangannya yang penuh dengan cairan kental menjijikkan ke depan wajah cantik Uruha.
“Huwaaah virus...” seru Uruha kabur dari Aoi menuju tiang jemuran.
“Apa-apaan nih? Hotpant aku dijemur di mana kalo kek gini?” jerit Uruha frustasi melihat tali jemuran yang penuh dengan kain cucian yang bernama noseband.
#author            : jadi kayak jemuran nyai wewe gombel dong. Putih, kecil-kecil+ bau... wkwkwkkwk XD
#Reita              : berani nistain gue lu?
#author            : berani (siapin pasukan kupu-kupu dari dalam sumurnya Sadako)
#Reita              : sabar beibh (elus-elus kepala author)
#author            : jangan gitu dong aku jadi ngerasa pendek nih om
#Reita              : lho kamu kan emang pendek (dengan innocent)
#author            : (lari ke Tokyo mau harakiri)
#Reita              : kamu kan sadako mana bisa harakiri?
#author            : (pundung di BATHROOM ga jadi ke Tokyo)
.
.
.
>if Reita has nosebleeding<
Hari ni PCS sedang merayakan ulang athaunnya. Oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan *plaakk. Oke  yang bener, oleh sebab itu band-band yang ada di bawah naungan nya berkumpul dan melakukan konser bersama untuk menghibur penggemar.
The gazettE sebagai pentolan PSC tentunya tidak mau ketinggalan unjuk diri sebaik mungkin. Selain dengan latihan yang metang mereka juga mempersiapkan penampilan yang terbaik. Reita dengan dandanannya yang macho muncul ke depan penggemar, diikuti Ruki dengan ke kawaiian tingkat 69 (sukebe XD), si cute Kai, si mesum *plaaak* tampan Aoi dan si sekseh Uruha. Mereka membawakan lagu Agony dan Derangement.
#author            : aku jijay liat PV Derangement lebih nggeh liad PV Muddy Cult nya Nega
#reader                        : gak tanya tuh
#author            : (balik ke BATHROOM pundung+ngintipin si Leda) XD
Selesai dari tampil mereka semua tidak  langsung pulang karena ada pesta kecil-kecilann diantara banda dan para kru.
“waah..............’ Miyavi mulai cengo di dekat Reita dan Ruki yang lagi menikmati makan malam mereka.
“kenapa Meev?” tanya Ruki penasaran sambil makan steaknya.
“Itu tuh banyak banget hari ini yang tampil ber-paha..” jelas Meev kepada dua  teman satu kantor(?)nya itu.
“kita udah biasa tiap hari liat si Uru.. bosan liatinnya..” jelas Reita sambil meminum cooktailnya.
“Tapi coba deh amati dan itung banyak kan?” paksa Meev kepada temannya.
“Itu liat ke pojok sana ada Reno, wuuuiiiihh montok bro...” ucap si Meev kumat mesumnya. Sedangkan Ruki dan Reita mulai termakan omongan Meev.
“bener juga pahanya montok, aku kok gak pernah merhatiin ya...” Ruki menanggapi.
“Itu disana ada si Leda yang pakek ungu-ungu..” jelas Miyavi dengan nepsong nan menggebu-gebu.
“mirip kayak Uruha banget deh. Nggak terlalu suka aku sama sih.” Komen si Ruki.
“tapi pahanya tetep beda Ruk..” Reita akhirnya ikut berkomentar juga.
“iya juga sih..” ucap Ruki lagi.
“di sono ada Shou tuh, lagi main PSP ama Pon. Waaah ....” cerocos si Meev memanas-manasi.
“Gleek...” Ruki hanya bisa menelan ludahnya melihat cowok imut itu dengan hotpant hitamnya. Ruki sudah lama sebenarnya memperhatikan Shou.
“Shou mau balik jadi bishie mode yah..?” hidung Reita mulai kembang-kempis melihat tetangganya itu.
“Seksi banget...” ucap Ruki wajahnya sudah memerah sambil mencetin hidungnya. Sudah tahukan kenapa?
“Disana ada Takeru tuh... Gila anak kecil udah berani-berani pake hotpant gitu...” si Meev juga udah ikut megangin hidungnya. Efek dari PAHAism ini memang dahsyat ternyata.
“Itu si Rui juga ikut-ikutan.” Ucap Reita menengok ke arah bassistnya Screw. Ini pasti dipaksa sama Byou deh, pikir mereka bertiga.
“Anaknya tante Hizaki juga.” tunjuk Ruki kepada cowok berambut pirang dengan hotpant biru yakni Teru Versailles atau sekarang nama bandnya Jupiter. Tentunya Ruki masih sambil pencet hidung.
“selamat malam senpai.. ^_^ ” sapa Tkeru yang ternyata tadi merasa diperhatikan oleh tetua(?) nya. Takeru memberikan senyuman dimple super cute andalannya.
“selamat malam Takeru-kun ...” ucap trio mesumest ini kepada cowok kecil(?) berlesung pipit itu. Setelah Takeru berlalu.
“ada Uruha juga yang pahanya masih mulus sejak jaman dahulu kala..” jelas Meev ngeces+nahan nosebleed.
“Ya...” jawab si Ruki dan Reita nggak begitu tertarik karena udanh blenger liatin tiap hari.
“aah.... andai saja...” kata-kata Reita terputus karena mulai berimajinasi sambil mesam-mesem gaje.
“andai apa Rei??” tanya kedua temannya tadi.
“andai Kai mau hotpant-an juga ...” kata Reita seenak hidungnya aja masih sambil mesam-mesem.
“Wah  nggak bisa Rei, kan kita sudah punya UruPAha.” Protes  Ruki.
“bener Kai kan ada di belakang drumset mau pake hotpant juga nggak bakal kelihatan.” Tambah Meev masih nosebleed sama kayak si Ruki.
“Eh Ruk, Rei, ntar jangan langsung pulang ya..!” kata leader mereka tiba-tiba. Sehingga membuat mereka kaget. Dengan segera Meev dan Ruki ambil tisu  buat menyeka pendarahan mereka.
“Hehehehhe.. iya Kai..” ucap Reita kikuk takut ketahuan habis ngomongin Kai.
“Eh???” kai kaget melihat keanehan Reita.
“Eeehhhh?? Reita-san?” sapa sebuah suara ngebass milik tante om Hizaki yang tiba-tiba ikut nimbrung.
“iya Hizaki-san?” tanya Reita bingung kepada Hizaki yang tiba-tiba tergopoh-gopoh dan menyapanya.
“sini...” kata Hizaki deketin kuping Reita lalu berbisik.
“Rei.. itu noseband kamu kualitasnya kayaknya kurang bagus deh.” Bsik Hizaki pada Reita.
“nggak bagus gimana? Ini mahal lho..” ucap Reita nggak terima.
“bukan begitu, noseband kamu nggak bisa menyerap cairan dengan baik. Cobain deh pantyline(?) kaya punyaku. Dijamin aman, nggak kerut ngga bocor. Ada yang pake wings juga lho. Ada yang night juga.” jelas Hizaki layaknya sales pembalut(?) C**rms.
“Eh?? Kok pantyline? Reita jadi blushing dan ikutan berbisik juga.
“itu noseband kamu..” ucap Hizaki lagi.
“nosebandku kenapa?” tanya Reita mulai bingung.
“noseband kamu merah Rei..”jelas keempat orang di dekatnya. Serta merta  Reita langsung bekep hidungnya sebelumbanyak orang yang menyadarinya. Karena dia paham betul, merah itu pasti karena dia tadi nosebleed tapi nggak nyadar karena terserap sama nosebandnya. Poor Reita.
‘what the pahaaaa...’ jerit Reita dalam hati.
#Hizaki              : gue ngga tahu menahu soal pembalut neng..
#author              : nggak percaya deh..
#Hizaki              : beneran mini...
#author              : ehh... percaya kan kamijo itu vampire prince jadi tante om Hizaki ngga butuh pads lagi. XD (dorong-dorong Kamijo)
#Hizaki              : sekate lu dah (nelpon RSJ buat author)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar