Genre : humor niatnya, yAOI, drabble pendek.
Warning : Membaca ini dapat menyebabkan
mual-mual, sakit perut, sakit jantung, gangguan kejiwaan akut (niat niru iklan
Rokok tapi salah ketik *plakk )
Author : MoCha-CHU ruBY si
sadako anaknya Hyde ma Tetsuya sekaligus istrinya Ruki
Cast : Reita with the
gazettE dan makluk PCS lainnya, papi Hyde juga author sok eksis
Rate : K+++
Disclaimer : semua hanya milik Tuhan, author pinjem
aja
Summary : Apa aja yang bisa terjadi dengan Reita
dan nosebandnya??? Yang dalam tanda
pager(#) itu komentar author atau dialog tambahan yang tak harus dibaca
=
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = ==
= = = = =
Now
playing : Reila – the GazettE Reita(?) by the GazettE’s wife (author)
#author : Reita... Reita... wo.. uwo.... Reita... Reita...
aishiteru... aishiteru....
#Meev :
hoyy nak jangan niru suara saya!!
#author : om suara saya memang serak becek
begini, gimana dunk?
.
.
.
>If
Reita lagi pilek<
Seorang
cowok pirang dan mowhak sedang menjemur kain-kain kecil mirip pita pramuka
anak-anak SD tetapi bedanya warnanya putih aja.
“Rei
lagi ngapain?” tanya seorang makhluk berpierrching di bibir dowernya kepada
temannya yang lagi sibuk itu.
“ini
lagi menjemur noseband.” Jawabnya sambil mengalihkan pandangan kepada temannya
itu.
“banyak
amat yang dijemur?” tanyanya si dower *plakkk* heran sambil celingukkan.
“aku
kan lagi flu bro.. suer nggak enak banget lagian ngapain sih celingukan nggak
jelas gitu?” tanya si mowhak alias Reita kepada temannya itu.
“ini
majalah yang kubeli kemarin kok nggak ada? Kamu tahu nggak?”
“majalah
bermain-boy punyamu itu?? ...srooott..” tanyanya lagi sambil menyedot ingusnya
yang sebenarnya tak keluar dari noseband lepeknya.
“iya
yang edisi terbaru yang sampulnya Miyabi..” ucapnya Aoi penuh harap.
“Eh
Meev pernah jadi model majalah begituan??...srooooott..”tanya Reita heran.
“Bukan
MiyaVI tapi MiyaBI pesek, telinganya jangan ikutan pesek(?) juga dong...” geram
Aoi pada temannya bernoseband itu.
“Sorry
bro, kan llagi flu jadi ya gini..srooot... Eh yang gambarnya Miyabi??” ucap Reita
mulai mikir-mikir dan ketir-ketir.
“iya
edisi baru, baru beli kemarin belum sempet baca..” jelasnya kepada Reita. “kamu
tahu Rei?”tanyanya penuh selidik melihat perubahan ait muka Reita.
“itu...ehnn...
sroooot....”Reita jadi gugup. “tau wo..”
“iyakah?
Dimana Rei?” tanyanya dengan senang.
“mercon
yang kuledakin kemarin itu..... sroooooot......” jelasnya sambil usap-usap
hidungnya yang ada tertutup noseband.
“Whaaaat???
Peseeek...........”jerit Aoi pada temannya itu. Memang Reita itu agak kelainan,
hobinya segala hal yang berhubungan dengan api karena tuh bocah kan pyromania.
#author: bersyukurlah kau Aoi matamu diselamatkan dari majalah nista. Wkwkwkkw
(author baca manga yAoi rate R) XD
“eh
tapi kemarin udah disobekin sama kai dan Ruki buat origami.” Bela Reita
ditengah kemurkaan sang kissing gurame.
#author : ketauan ya aku suka game
aquarium. Tapi aku sukanya ikan Rainbowfish dan fantails
#Aoi : sama gue suka ga?
#author : suka aja XD (ambil penggorengan,
minyak & pisau)
#Aoi : (kabur)
“Dasar
peseeeeeeeekkk...” Aoi menjerit kesal sambil menarik noseband Reita yang basah
itu. Dan .....
Srroooot.....
“iyakss
jijay kau Rei..” teriak Aoi meratapi tangannya yang terkena ingus Reita yang
ternyata banyak dan terbendung di balik nosebandnya.
“kan
udah dibilangin lagi pilek... srrooot...” ucap Reita lantas kabur meninggalkan Aoi
dengan tangannya yang malang. Melewati sang primadona the GazettE yaitu Uruha
yang lagi bawa emeber gede.
“Ngapain
itu si noseband?” tanya Uruha pada Aoi yang meratapi tangannya yang malang.
“bakar
majalahku dan bikin tanganku begini.” Kata Aoi mendekatkan tangannya yang penuh
dengan cairan kental menjijikkan ke depan wajah cantik Uruha.
“Huwaaah
virus...” seru Uruha kabur dari Aoi menuju tiang jemuran.
“Apa-apaan
nih? Hotpant aku dijemur di mana kalo kek gini?” jerit Uruha frustasi melihat
tali jemuran yang penuh dengan kain cucian yang bernama noseband.
#author : jadi kayak jemuran nyai wewe
gombel dong. Putih, kecil-kecil+ bau... wkwkwkkwk XD
#Reita : berani nistain gue lu?
#author : berani (siapin pasukan kupu-kupu
dari dalam sumurnya Sadako)
#Reita : sabar beibh (elus-elus kepala
author)
#author : jangan gitu dong aku jadi ngerasa
pendek nih om
#Reita : lho kamu kan emang pendek
(dengan innocent)
#author : (lari ke Tokyo mau harakiri)
#Reita : kamu kan sadako mana bisa
harakiri?
#author : (pundung di BATHROOM ga jadi ke
Tokyo)
.
.
.
>if
Reita has nosebleeding<
Hari
ni PCS sedang merayakan ulang athaunnya. Oleh sebab itu maka penjajahan di atas
dunia harus dihapuskan *plaakk. Oke yang
bener, oleh sebab itu band-band yang ada di bawah naungan nya berkumpul dan
melakukan konser bersama untuk menghibur penggemar.
The
gazettE sebagai pentolan PSC tentunya tidak mau ketinggalan unjuk diri sebaik
mungkin. Selain dengan latihan yang metang mereka juga mempersiapkan penampilan
yang terbaik. Reita dengan dandanannya yang macho muncul ke depan penggemar,
diikuti Ruki dengan ke kawaiian tingkat 69 (sukebe XD), si cute Kai, si mesum
*plaaak* tampan Aoi dan si sekseh Uruha. Mereka membawakan lagu Agony dan
Derangement.
#author : aku jijay liat PV Derangement
lebih nggeh liad PV Muddy Cult nya Nega
#reader : gak tanya tuh
#author : (balik ke BATHROOM pundung+ngintipin
si Leda) XD
Selesai
dari tampil mereka semua tidak langsung
pulang karena ada pesta kecil-kecilann diantara banda dan para kru.
“waah..............’
Miyavi mulai cengo di dekat Reita dan Ruki yang lagi menikmati makan malam
mereka.
“kenapa
Meev?” tanya Ruki penasaran sambil makan steaknya.
“Itu
tuh banyak banget hari ini yang tampil ber-paha..” jelas Meev kepada dua teman satu kantor(?)nya itu.
“kita
udah biasa tiap hari liat si Uru.. bosan liatinnya..” jelas Reita sambil
meminum cooktailnya.
“Tapi
coba deh amati dan itung banyak kan?” paksa Meev kepada temannya.
“Itu
liat ke pojok sana ada Reno, wuuuiiiihh montok bro...” ucap si Meev kumat
mesumnya. Sedangkan Ruki dan Reita mulai termakan omongan Meev.
“bener
juga pahanya montok, aku kok gak pernah merhatiin ya...” Ruki menanggapi.
“Itu
disana ada si Leda yang pakek ungu-ungu..” jelas Miyavi dengan nepsong nan
menggebu-gebu.
“mirip
kayak Uruha banget deh. Nggak terlalu suka aku sama sih.” Komen si Ruki.
“tapi
pahanya tetep beda Ruk..” Reita akhirnya ikut berkomentar juga.
“iya
juga sih..” ucap Ruki lagi.
“di
sono ada Shou tuh, lagi main PSP ama Pon. Waaah ....” cerocos si Meev
memanas-manasi.
“Gleek...”
Ruki hanya bisa menelan ludahnya melihat cowok imut itu dengan hotpant
hitamnya. Ruki sudah lama sebenarnya memperhatikan Shou.
“Shou
mau balik jadi bishie mode yah..?” hidung Reita mulai kembang-kempis melihat
tetangganya itu.
“Seksi
banget...” ucap Ruki wajahnya sudah memerah sambil mencetin hidungnya. Sudah
tahukan kenapa?
“Disana
ada Takeru tuh... Gila anak kecil udah berani-berani pake hotpant gitu...” si Meev
juga udah ikut megangin hidungnya. Efek dari PAHAism ini memang dahsyat
ternyata.
“Itu
si Rui juga ikut-ikutan.” Ucap Reita menengok ke arah bassistnya Screw. Ini
pasti dipaksa sama Byou deh, pikir mereka bertiga.
“Anaknya
tante Hizaki juga.” tunjuk Ruki kepada cowok berambut pirang dengan hotpant
biru yakni Teru Versailles atau sekarang nama bandnya Jupiter. Tentunya Ruki
masih sambil pencet hidung.
“selamat
malam senpai.. ^_^ ” sapa Tkeru yang ternyata tadi merasa diperhatikan oleh
tetua(?) nya. Takeru memberikan senyuman dimple super cute andalannya.
“selamat
malam Takeru-kun ...” ucap trio mesumest ini kepada cowok kecil(?) berlesung pipit
itu. Setelah Takeru berlalu.
“ada
Uruha juga yang pahanya masih mulus sejak jaman dahulu kala..” jelas Meev
ngeces+nahan nosebleed.
“Ya...”
jawab si Ruki dan Reita nggak begitu tertarik karena udanh blenger liatin tiap
hari.
“aah....
andai saja...” kata-kata Reita terputus karena mulai berimajinasi sambil
mesam-mesem gaje.
“andai
apa Rei??” tanya kedua temannya tadi.
“andai
Kai mau hotpant-an juga ...” kata Reita seenak hidungnya aja masih sambil
mesam-mesem.
“Wah nggak bisa Rei, kan kita sudah punya UruPAha.”
Protes Ruki.
“bener
Kai kan ada di belakang drumset mau pake hotpant juga nggak bakal kelihatan.”
Tambah Meev masih nosebleed sama kayak si Ruki.
“Eh
Ruk, Rei, ntar jangan langsung pulang ya..!” kata leader mereka tiba-tiba.
Sehingga membuat mereka kaget. Dengan segera Meev dan Ruki ambil tisu buat menyeka pendarahan mereka.
“Hehehehhe..
iya Kai..” ucap Reita kikuk takut ketahuan habis ngomongin Kai.
“Eh???”
kai kaget melihat keanehan Reita.
“Eeehhhh??
Reita-san?” sapa sebuah suara ngebass milik tante om Hizaki yang
tiba-tiba ikut nimbrung.
“iya
Hizaki-san?” tanya Reita bingung kepada Hizaki yang tiba-tiba tergopoh-gopoh
dan menyapanya.
“sini...”
kata Hizaki deketin kuping Reita lalu berbisik.
“Rei..
itu noseband kamu kualitasnya kayaknya kurang bagus deh.” Bsik Hizaki pada Reita.
“nggak
bagus gimana? Ini mahal lho..” ucap Reita nggak terima.
“bukan
begitu, noseband kamu nggak bisa menyerap cairan dengan baik. Cobain deh
pantyline(?) kaya punyaku. Dijamin aman, nggak kerut ngga bocor. Ada yang pake
wings juga lho. Ada yang night juga.” jelas Hizaki layaknya sales pembalut(?)
C**rms.
“Eh??
Kok pantyline? Reita jadi blushing dan ikutan berbisik juga.
“itu
noseband kamu..” ucap Hizaki lagi.
“nosebandku
kenapa?” tanya Reita mulai bingung.
“noseband
kamu merah Rei..”jelas keempat orang di dekatnya. Serta merta Reita langsung bekep hidungnya sebelumbanyak
orang yang menyadarinya. Karena dia paham betul, merah itu pasti karena dia
tadi nosebleed tapi nggak nyadar karena terserap sama nosebandnya. Poor Reita.
‘what
the pahaaaa...’ jerit Reita dalam hati.
#Hizaki : gue ngga tahu menahu soal
pembalut neng..
#author : nggak percaya deh..
#Hizaki : beneran mini...
#author : ehh... percaya kan kamijo itu
vampire prince jadi tante om Hizaki ngga butuh pads lagi. XD
(dorong-dorong Kamijo)
#Hizaki : sekate lu dah (nelpon RSJ buat
author)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar