Kamis, 16 Juli 2015

The GAZETTE fanfic ~ REITA-rella



Penulis           : MoCha atau Momo Chubby #saya pengen gak chubby lagi T__T
Peringatan     : Ada Male x Male, Hati-hati membaca ini dapat menyebabkan mual-mual, sakit perut, sakit jantung, gangguan kejiwaan akut !!
Tokoh             : the Gazette , Alice Nine, dan makhluk Visual Kei lainnya.
Rate                : PG 13 #siapa aja boleh baca sebenarnya#
Disclaimer     : semua hanya milik Tuhan, saya pinjem aja namanya dan ubah-ubah karakter mereka sesuka saya XD
Pasangan       : Uruha X Reita, Kai x Ruki
Yang dalam tanda  pager (#) itu komentar saja atau dialog tambahan yang tidak harus dibaca. Ini hanya fanfic jebolan lebaran tahun lalu ketika saya masih naksir banget ke Reita, sekarang ganti naksir Saga. Sepertinya saya naksir mulu sama bassist ya?! Dimulai dari om Tetsuya, ke Reita, sekarang Saga, beberapa waktu lalu sempet merhatiin Ivu juga  tapi bandnya Ivu kenapa malah disband T_T

#ditulis sambil dengerin : Silly God Disco – by the Gazette
“Reita jangan lupa mobilnya dicuci!!! Sekalian itu benerin lampu di gudang belakang.” Ucap Pak Kai  kepada Reita.
“Iya pi.” Jawab Reita kepada ayahnya itu.
“Reita mandiin kucing gue. Awas gue pulang dari main belum dimandiin!!!” ancam si kakak yang berambut sehitam malam dan berwajah tampan.

“Oh iya setem-in bass gue, suaranya rada aneh gue mau ke toko buku dulu.” ucap seorang lagi yang berparas cantik sebut saja namanya Saga.
“Iya kak...” jaab Reita menyanggupi perintah kedua saudara tirinya itu.
“Eh kak Tora bareng~” rengek Saga kepada cowok pemilik kucing abu-abu yang akan dimandikan Reita.
“OK..”
Setalah kepergian ketiga orang yang sebenarnya adalah anggota keluarganya sendiri itu si Reita mulai melenggang ke halaman. Tuan Kai sebenarnya ayah kandung Reita yang kemudian menikah dengan ibu kandung Saga dan Tora. Sejak awal Kai tidak terlalu menyukai anaknya sendiri karena kekurangan yang ada pada Reita. Walaupun Reita sudah mengikuti saran ibu tirinya yaitu Ruki. Bundanya itu menyarankan agar Reita memakai sebuah kain bernama noseband untuk membalut hidungnya yang nyungsep. Walaupun anak tirinya memiliki kekurangan tetapi Ruki sangat menyayanginya sama dengan menyayangi anaknya sendiri, Tora dan Saga. Akan tetapi Ruki sering ke luar kota untuk mengurus beberapa butik miliknya. #Herankan Ruki kok anaknya tinggi-tinggi? Aku sendiri juga heran kok pas ngetik tapi semakin nyeleneh makin asyik XD
“Hikss........ hikss... hikkss.. malang bener nasib gue ya Kei..” rintih Reita mencurahkan isi hatinya kepada makhluk berspesias aves berbulu kuning yang bertengger di pohon belimbing di samping rumahnya.  Burung kuning bernama Keiji itu peliharaan Reita yang setia bahkan saking setianya jambulnya pun mirip dengan Reita.
“.. yang sabar ya Rei.?!” Balas sebuah suara kepada Reita.
“Eeeehhh?? Elu bisa ngomong Kei?” tanya Reita terbengong-bengong dan menghentikan aktivitasnya mencuci mobil.
“Yaiyalah emang gue kelainan apa?” jawab suara itu lagi
“Wuiih keren, ajaib. Jangan-jangan ada ibu peri nih yang bakal nolongin gue.” Ucap Reita kesenengan.
“Peri jambulmu. Emang gue tau gue tu keren. Lu mau bilang ajaib juga boleh tapi elu mesti tetep bayar utang lu bulan lalu.” Kata suara itu lagi  dengan narsis.
“eh utang apaan gue ama lu Kei? Perasaan nggak pernah deh.” Tanya Reita kepada burung parkit miliknya itu.
“Itu kemarin buat beli cimol.” Jelas suara merdu yang diduga milik Keiji.
“Iiih bohong, gue nggak pernah utang lu kok. Lagian mana mungkin burung parkit kayak elu punya uang Kei?” jawab  Reita.
Pletak .... sebuah gayung sukses menabrak kepala Reita, untung tidak kena hidungnya XD
“Burang-burung!! Sarap lu!!!! Ini gue Keiyuu!!!!!”protes seseorang di balik mobil yang sedang dicuci Reita, karena pohon belimbing dan Keiyuu posisinya sama-sama di belakang mobil yang dicuci Reita. Reita jadi salah paham karena dengan tingginya yang terbatas Keiyuu jadi tidak kelihatan. #plaak dilempar meteran tinggi badan dan saya pun ikut meratapi tinggi badan T_T
“Eh elu ya, gue kira Keiji bisa ngomong.” Ucap Reita innocent sambil garuk-garuk hidungnya.
“Emang cinderella-boy sarap lu. Masa orang segede gini dibilang burung parkit.??” Protes Keiyuu tetangga Reita yang bertubuh mungil itu.
“Lu sih mini nggak gede, buktinya ketutup mobil aja nggak kelihatan.”
“Dasar kayak emak lu tinggi aja. Bayar utang lu sekarang !!” ucap Keiyu sebel.
“Tenang bro. Ini 2 ribu lunas ya! Awas lu tagih lagi kayak tahun lalu. Ada saksinya tuh burung parkit gue.” Kata Reita bangga menyerahkan uang yang baru dirogohnya dari saku celana.
“iyaaa... bunganya mana nih?” kata Keiyuu menghitung uang Reita.
“Lu kemarin nggak minta bunga kok” kata Reita kaget lagi.
“Hehehe iya-iya gue bercanda kok Rei. Youdah gue pulang dulu yo.” Ucap si mini itu kemudian meninggalkan Reita bersama Keiji dan mobil yang harus dicucinya.
“REITAAA CEPET NYUCINYAAA...” teriak Kai kepada si noseband.
“iy.. iya pi..” jawab Reita.
Begitulah keseharian si Cinderela boy kita ini. Selalu dibully oleh ayah kandung dan kedua saudara tirinya. Gara-gara wajahnya yang kurang  jika dibandingkan dengan Tora  yang kegantengannya bikin cewek sekomplek berteriak ala fansgirl. Atau dibandingkan dengan Saga yang cantiknya membuat para cowok maupun cewek nepsong melihatnya, apalagi dengan gayanya yang seksi itu bisa membuat Byou dan Pak Miyavi ileran plus nosebleed.

Akhirnya selesai juga mengetik bagian pertama dari cerita aneh ini diantara kesibukan bikin permen hari raya. Untuk yang berkenan fanfic ini lanjut di post bisa komentar?!! Terima kasih sebelumnya ^-^
Selamat Hari Raya Idul Fitri
#selesai diketik dengan iringan Vampire’s Love ver Japaness by VAMPS.

2 komentar:

  1. Saya request FF ini dilanjutkan ... ヾ(*´∀`*)ノ
    saya penasaran kelanjutannya.. hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi critanya garing abis ya?!
      siap-siap syok
      ^_^

      Hapus