Penulis : MoCha atau Momo Chubby #saya pengen gak chubby lagi T__T
Peringatan :
Ada Male x Male, Hati-hati membaca ini dapat menyebabkan mual-mual, sakit
perut, sakit jantung, gangguan kejiwaan akut !!
Tokoh : the Gazette , Alice Nine, dan makhluk Visual Kei
lainnya.
Rate : PG 13 #siapa aja boleh baca
sebenarnya#
Disclaimer :
semua hanya milik Tuhan, saya pinjem aja namanya dan ubah-ubah karakter mereka
sesuka saya XD
Pasangan : Uruha X Reita, Kai x Ruki
Yang dalam
tanda pager (#) itu komentar saja atau
dialog tambahan yang tidak harus dibaca. Ini hanya fanfic jebolan lebaran tahun
lalu ketika saya masih naksir banget ke Reita, sekarang ganti naksir Saga.
Sepertinya saya naksir mulu sama bassist ya?! Dimulai dari om Tetsuya, ke
Reita, sekarang Saga, beberapa waktu lalu sempet merhatiin Ivu juga tapi bandnya Ivu kenapa malah disband T_T
#ditulis sambil
dengerin : Silly God Disco – by the Gazette
“Reita
jangan lupa mobilnya dicuci!!! Sekalian itu benerin lampu di gudang belakang.”
Ucap Pak Kai kepada Reita.
“Iya
pi.” Jawab Reita kepada ayahnya itu.
“Reita
mandiin kucing gue. Awas gue pulang dari main belum dimandiin!!!” ancam si
kakak yang berambut sehitam malam dan berwajah tampan.
“Oh
iya setem-in bass gue, suaranya rada aneh gue mau ke toko buku dulu.” ucap
seorang lagi yang berparas cantik sebut saja namanya Saga.
“Iya
kak...” jaab Reita menyanggupi perintah kedua saudara tirinya itu.
“Eh
kak Tora bareng~” rengek Saga kepada cowok pemilik kucing abu-abu yang akan
dimandikan Reita.
“OK..”
Setalah
kepergian ketiga orang yang sebenarnya adalah anggota keluarganya sendiri itu
si Reita mulai melenggang ke halaman. Tuan Kai sebenarnya ayah kandung Reita
yang kemudian menikah dengan ibu kandung Saga dan Tora. Sejak awal Kai tidak
terlalu menyukai anaknya sendiri karena kekurangan yang ada pada Reita.
Walaupun Reita sudah mengikuti saran ibu tirinya yaitu Ruki. Bundanya itu
menyarankan agar Reita memakai sebuah kain bernama noseband untuk
membalut hidungnya yang nyungsep. Walaupun anak tirinya memiliki kekurangan
tetapi Ruki sangat menyayanginya sama dengan menyayangi anaknya sendiri, Tora
dan Saga. Akan tetapi Ruki sering ke luar kota untuk mengurus beberapa butik
miliknya. #Herankan Ruki kok anaknya tinggi-tinggi? Aku sendiri juga heran
kok pas ngetik tapi semakin nyeleneh makin asyik XD
“Hikss........
hikss... hikkss.. malang bener nasib gue ya Kei..” rintih Reita mencurahkan isi
hatinya kepada makhluk berspesias aves berbulu kuning yang bertengger di
pohon belimbing di samping rumahnya.
Burung kuning bernama Keiji itu peliharaan Reita yang setia bahkan
saking setianya jambulnya pun mirip dengan Reita.
“..
yang sabar ya Rei.?!” Balas sebuah suara kepada Reita.
“Eeeehhh??
Elu bisa ngomong Kei?” tanya Reita terbengong-bengong dan menghentikan
aktivitasnya mencuci mobil.
“Yaiyalah
emang gue kelainan apa?” jawab suara itu lagi
“Wuiih
keren, ajaib. Jangan-jangan ada ibu peri nih yang bakal nolongin gue.” Ucap
Reita kesenengan.
“Peri
jambulmu. Emang gue tau gue tu keren. Lu mau bilang ajaib juga boleh tapi elu
mesti tetep bayar utang lu bulan lalu.” Kata suara itu lagi dengan narsis.
“eh
utang apaan gue ama lu Kei? Perasaan nggak pernah deh.” Tanya Reita kepada
burung parkit miliknya itu.
“Itu
kemarin buat beli cimol.” Jelas suara merdu yang diduga milik Keiji.
“Iiih
bohong, gue nggak pernah utang lu kok. Lagian mana mungkin burung parkit kayak
elu punya uang Kei?” jawab Reita.
Pletak
.... sebuah gayung sukses menabrak kepala Reita, untung tidak kena hidungnya XD
“Burang-burung!!
Sarap lu!!!! Ini gue Keiyuu!!!!!”protes seseorang di balik mobil yang sedang
dicuci Reita, karena pohon belimbing dan Keiyuu posisinya sama-sama di belakang
mobil yang dicuci Reita. Reita jadi salah paham karena dengan tingginya yang
terbatas Keiyuu jadi tidak kelihatan. #plaak dilempar meteran tinggi badan
dan saya pun ikut meratapi tinggi badan T_T
“Eh
elu ya, gue kira Keiji bisa ngomong.” Ucap Reita innocent sambil
garuk-garuk hidungnya.
“Emang
cinderella-boy sarap lu. Masa orang segede gini dibilang burung parkit.??”
Protes Keiyuu tetangga Reita yang bertubuh mungil itu.
“Lu
sih mini nggak gede, buktinya ketutup mobil aja nggak kelihatan.”
“Dasar
kayak emak lu tinggi aja. Bayar utang lu sekarang !!” ucap Keiyu sebel.
“Tenang
bro. Ini 2 ribu lunas ya! Awas lu tagih lagi kayak tahun lalu. Ada saksinya tuh
burung parkit gue.” Kata Reita bangga menyerahkan uang yang baru dirogohnya
dari saku celana.
“iyaaa...
bunganya mana nih?” kata Keiyuu menghitung uang Reita.
“Lu
kemarin nggak minta bunga kok” kata Reita kaget lagi.
“Hehehe
iya-iya gue bercanda kok Rei. Youdah gue pulang dulu yo.” Ucap si mini itu
kemudian meninggalkan Reita bersama Keiji dan mobil yang harus dicucinya.
“REITAAA
CEPET NYUCINYAAA...” teriak Kai kepada si noseband.
“iy..
iya pi..” jawab Reita.
Begitulah
keseharian si Cinderela boy kita ini. Selalu dibully oleh ayah kandung dan
kedua saudara tirinya. Gara-gara wajahnya yang kurang jika dibandingkan dengan Tora yang kegantengannya bikin cewek sekomplek
berteriak ala fansgirl. Atau dibandingkan dengan Saga yang cantiknya
membuat para cowok maupun cewek nepsong melihatnya, apalagi dengan gayanya yang
seksi itu bisa membuat Byou dan Pak Miyavi ileran plus nosebleed.
Akhirnya selesai
juga mengetik bagian pertama dari cerita aneh ini diantara kesibukan bikin
permen hari raya. Untuk yang berkenan fanfic ini lanjut di post bisa komentar?!!
Terima kasih sebelumnya ^-^
Selamat Hari Raya
Idul Fitri
#selesai
diketik dengan iringan Vampire’s Love ver Japaness by VAMPS.
Saya request FF ini dilanjutkan ... ヾ(*´∀`*)ノ
BalasHapussaya penasaran kelanjutannya.. hehe..
tapi critanya garing abis ya?!
Hapussiap-siap syok
^_^