Sabtu, 31 Oktober 2015

Reita and His Noseband part 3



Genre             : niatnya horor spesial haloween tapi ....
Warning          : drabble , kata-kata amburadul, mistypo, aneh
Author            : MoCha si sadako mini anaknya Hyde ma Tetsuya sekaligus istrinyaSaga, merangkap selirnya Ruki, juga pacarnya Reita, dan akhir-akhir ini sedang mengincar Shou *Reader: woooii banyak omong!!!!*
Cast                : Reita with the gazettE dan makluk jrocker lainnya
Rate                : K+++
Disclaimer       : semua hanya milik Tuhan, author pinjem aja
Summary        : Apa aja yang bisa terjadi dengan Reita dan nosebandnya???
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = == = = = = =
~If Reita meet Kuchisake-onna~
http://41.media.tumblr.com/tumblr_lxdoomI9Y11r4xqamo1_500.jpg

Reita sedang berjalan pulang ke basecamp sendirian pada malam itu karena sudah tidak ada lagi bis yang lewat. Reita keluar rumah jam 11 malam karena kelupaan beli gel rambut dan makanan parkit peliharaannya. Sedangkan sepedanya sedang dipinjam Tora buat BMX-an bareng temen-temen club bmx.
“Brrrrr.... dingin bener ya? Padahal kan baru akhir musim panas. Tadi pagi aja panas banget.” Ucapnya menepis kesendirian.
Wussss.... Hembusan angin dingin mampu membuatnya memeluk tubuhnya demi mengusir dingin.
“Iih~ si Aoi malah nggak mau nemenin pula. Jadi sendiri begini aku.” oceh Reita sebal sambil sesekali menendang kerikil yang tak bersalah.

“Eh tunggu kayaknya ada yang kelupaan deh.” Pikir Reita mencoba me-load ulang memorinya. Mencari jejak informasi yang merasa ter-hidden  bagaikan file yang terserang virus. *plakk*
“Auk deh gelap....” ucap si noseband cuek dan berlalu begitu saja. Maklum antivirusnya mungkin kedaluarsa belum apdate.
Bling...... bling.... bliiing.....
Dering iphone Reita di sakunya. Kemudian makhluk bernoseband itu membuka pesan yang ternyata dikirim oleh sobatnya itu.
 Dari Aoi
Jangan lupa rokoknya!!
Ruki nitip juga
“Oh iya rokoknya si gurame!!!” lata Reita setelah menyadari apa yang telah dilupakannya. Rupanya Reita sudah mulai ketularan pikunnya Kai.
‘ah ketularan Kai nih...’ pikirnya Reita dalam hati.
“Huachiiimmm....” Kai yang sedang ‘rapat’ dengan Nao A9 tiba-tiba bersin.
“Kamu flu ya?” tanya si tembem Nao kepada ‘teman’nya itu.
“Enggak kok, kayaknya ada yang mikirin aku.” Jelas Kai sambil bergelut dengan berkas-berkas yang harus diurusnya.
Sementara itu Reita kembali lagi ke toko supermarket untuk membeli rokok titipan temannya.
*Mocha           : kenapa gak beli di vending mesin aja? (elus2 kalong peliharaannya papi)
*Gackt             : Mocha anakku yang mungil lagi merhatiin apa?
*Mocha           : tu Reita, eh aku anak papi Hyde dan mami Tetchu~
*Gackt           : dan calon anakku juga tar kalo aku nikah ma Hy-chan. xD Aku juga bisa  jadi papimu lho
*Mocha           : (lari dari vampire tua nan mesum itu) ogah pokoknya papi Hyde bukan uke!!!
“Nah udah lengkap, sekarang waktunya pulang...” kata Reita berjalan lagi menuju kediaman para member the Gazette.
At basecamp the Gazette
“Kyaaaa......” si Aoi teriak-teriak ga jelas sambil sembunyi di belakang Uruha yang sedang mengemil popcorn.
“Payah deh, muka aja yang serem.” Sindir Uruha pada gitaris yang terkenal berwajah horor+mesumitu.
“Iya nih belum juga Sadakonya muncul udah jerit-jerit.” Tambah Ruki yang juga ngemil popcorn. Ternyata mereka sedang menonton film the Ring terbaru buat mengisi malam minggu mereka. Sudah kebiasaan orang Jepang kan musim panas itu waktunya cerita horor. Musim panas yang syarat hujandiyakini membuat para roh/hantu keluar dari sarangnya. *ngawur ini ngetiknya info*
“Wah kasihan Reita nanti melewati pekuburan juga.” kata Aoi tiba-tiba teringat temannya yang berhidung plesteran.
“Kamu sih nggak mau nemenin dia.” Cela Uruha sambil bersihin pahanya yang terkontaminasi remahan popcorn.
“sms aja suruh hati-hati... Ini malam haloween kan.” Ucap Ruki menasehati tetua the Gazette yang masih ketakutan lihat Sadako keluar dari layar komputer di film Ring 3d.
Reita merasa saku celananya bergema lagi.
“Apaan sih si Ao? Ogah balik lagi ke toko.” Ucap si noseless sambil buka sms.
Dari Aoi
Be carefull
Inimusim panas musimnya dedemit.!!
“Haaah?” Reita cengo dengan kalimat pertama. Soalnya belum baca kalimat berikutnya.
“Be itu artinya menjadi, care itu...” mikir sepersekian menit.
“...care itu perhatian, full itu penuh. Jadi be carefull itu artinya menjadi perhatian penuh. Yes sipp bahasa Inggris aku makin baik.” Pikir Reita bangga.
“Eh terusannya tadi apa?” ucap Reita balik lagi baca pesan dari Aoi.
“Wiiih...”
Seerrrr~
Darah Reita serasa berdesir membacanya. Apalagi dia ingat kalau jalan pulang satu-satunya melewati pekuburan.
“Kenapa mesti diingetin sih?” ucap Reita gusar dan mulai merinding.
“Semoga tidak terjadi apa-apa. Ganbatte Rei!!” kata Reita menyemangati dirinya.
.
.
Sesampainya di dekat pekuburan Reita merasa hawa dingin semakin membuatnya beku.  Ditambah ketakutan membuatnya berkeringat dingin.
“Rei jangan tengok... jangan tengok..” ucap Reita kepada dirinya sendiri.
“Selamat malam....” sapa sebuah suara membuat Reita kaget setengah hidup.
“Iya selamat malam...” balas Reita pada seorang gadis berambut sepunggung, berkulit putih dan tinggi semampai.
‘Wuiiih cakep.... eh tunggu ini cewek apa dedemit....’ pikir Reitadengan nyali yang kian menciut melihat gadis bermaskeritu.
“Ngomong-ngomong ada apa mbak?” tanyanya yang entah mengapa merasa merinding. Seolah seluruh rambut ditubuhnya ikutan jadi mowhak gara-gara ketakutan.
“Apakah aku cantik?” tanya gadis itu pada si bassist cakep punyanya the Gazette.
“Uhmmm... kayaknya sih cantik...”
“Kalau begini....”
“...apa tetap cantik?” tanya gadis itu membuka maskernya.
‘Jiyaaah..... jangan deh... jangan.....’ batin si Reita mulai OOC melihat wajah gadis itu sesungguhnya. ‘Gimana nih... ah iya itu saja jawabnya seperti yang biasa baca di internet itu.’ Pikir Reita.
“Err...bi-biasa aja mbak...” iawab Reita gemetaran.
“Nggak ada opsi biasa-biasa. Pilihannya hanya cantik dan jelek!!” ucap gadis yang ternyata kuchisake-onna bewajah mengerikan itu.
“Ayo jawab...”ucap gadis itu sambil menunjukkan guntingnya.
“Kasih waktu dong mbak...” pinta Reita sambil berlutut.
“Memang aku nembak kamu pake minta waktu segala.” Geram si hantu itu.”Jawab sekarang!”
“Yah mbak... saya belum kawin mbak jangan bunuh saya? Hidung saya aja belum tumbuh mbak...” si Reita masih melas-melas ke hantu itu. “Eh tunggu...” kata Reita dapat ide bisikan dari saya *plak*
“Begini aja mbak biar adil, mbak  jawab pertanyaan saya. Saya jawab pertanyaan mbak.” Ucap Reita di balas anggukan gadis dengan mulut robek dan berdarah-darah itu.
“Saya keren nggak mbak?” tanya Reita kepada kuchisake-onna itu dengan masih takut-takut.
“Iya sepertinya.” Jawab hantu muka rusak itu.
“Kalau begini bagaimana?” tanya Reita sambil membuka nosebandnya dengan terpaksa dihadapan ‘orang lain’. Eh kuchisake-onna kan bukan orang.
“Masih keren kan mbak.” Tanya Reita mulai hilang rasa takutnya karena si hantu terlihat illfeel melihat hidungnya.
“Kamu biasa aja...” kata si kuchisake-onna lalu langsung kabur waktu Reita meraba kantung kreseknya untuk mengambil korek.
“Wuiihh... selamat nyawaku..” kata Reita yang kemudian dengan secepat eyeshild 21 berlari ke rumah, takut ketemu saudaranya tuh hantu.
.
.
“Kenapa kamu seperti itu Rei?” tanya Ruki heran temannya ngos-ngosan.
“.... nah aku ketemu kuchisake-onna.” Ucap Reita pada teman-temannya setelah sampai rumah.
“Ah yang bener?” si Uruha ikut nimbrung tapi masih sambil mengemil.
“mukamu kok bisa selamat Rei?” tanya Aoi penasaran.
“Pasti bilang biasa ya?” tanya Kai yang udah pulang juga dari ‘rapat’.
“Nggak mempan itu.” Jelas Reita.
“Terus bagaimana cara kamu menghindar?” tanya keempat temannya heran.
“Tanya balik tentang hidung peseknya Reita.” Celetuk sebuah suara.
“Bener tuh.” Kata Reita membenarkan.
“Oh jadi begitu.” Kata teman-temannya memaklumi perasaan si Kuchisake-onna yang pasti takut hidungnya dibuat pesek oleh Reita.
“Eh ngomng-ngomong siapa tadi yang jelasin?” tanya Reita mulai menyadari suatu keganjilan.
“Aku...” jawab sesosok gadis berbaju putih.
“Gyaaaaaaa....... sadako....”
“Eh.....???” saya hanya melongo ditinggal sendirian sama pacar-pacar saya. *dihajar readers*
#
#
Kuchisake-onna     : Ogah deh aku nakut-nakutin itu bassist tak berhidung lagi sadako-chan
Mocha aka sadako : Emang kenapa?
Kuchisake-onna     : Nggak rela hidung mancung aku jadi kayak  gitu.
Mocha aka sadako: OK lah kalau gitu. Lagian sapa yang nyuruh kamu nakutin pacar aku? (tendang kuchisake-onna ke Gackt)
Hyde                        : Huuuh (lagi berduaan sama Gaku jadi ngambek+terbang menjauh)
Gackt                       : gyaa aku nggak ngapa-ngapain kok Hy-chan
Kuchisake onna       : (blink-blink liat vampire ganteng yang nangkepin dia)
Mocha aka sadako  : nyehehehe syukurin
Owari
Boleh minta reviewnya??? ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar