Genre : niatnya horor spesial haloween tapi
....
Warning : drabble , kata-kata amburadul,
mistypo, aneh
Author : MoCha si sadako mini
anaknya Hyde ma Tetsuya sekaligus istrinyaSaga, merangkap selirnya Ruki, juga
pacarnya Reita, dan akhir-akhir ini sedang mengincar Shou *Reader: woooii
banyak omong!!!!*
Cast : Reita with the
gazettE dan makluk jrocker lainnya
Rate : K+++
Disclaimer : semua hanya milik Tuhan, author pinjem
aja
Summary : Apa aja yang bisa terjadi dengan
Reita dan nosebandnya???
=
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = ==
= = = = =
~If Reita meet
Kuchisake-onna~
Reita sedang
berjalan pulang ke basecamp sendirian pada malam itu karena sudah tidak ada
lagi bis yang lewat. Reita keluar rumah jam 11 malam karena kelupaan beli gel
rambut dan makanan parkit peliharaannya. Sedangkan sepedanya sedang dipinjam
Tora buat BMX-an bareng temen-temen club bmx.
“Brrrrr....
dingin bener ya? Padahal kan baru akhir musim panas. Tadi pagi aja panas banget.”
Ucapnya menepis kesendirian.
Wussss....
Hembusan angin dingin mampu membuatnya memeluk tubuhnya demi mengusir dingin.
“Iih~ si Aoi
malah nggak mau nemenin pula. Jadi sendiri begini aku.” oceh Reita sebal sambil
sesekali menendang kerikil yang tak bersalah.
“Eh tunggu
kayaknya ada yang kelupaan deh.” Pikir Reita mencoba me-load ulang memorinya.
Mencari jejak informasi yang merasa ter-hidden
bagaikan file yang terserang virus. *plakk*
“Auk deh
gelap....” ucap si noseband cuek dan berlalu begitu saja. Maklum antivirusnya
mungkin kedaluarsa belum apdate.
Bling......
bling.... bliiing.....
Dering iphone
Reita di sakunya. Kemudian makhluk bernoseband itu membuka pesan yang ternyata
dikirim oleh sobatnya itu.
Dari Aoi
Jangan lupa
rokoknya!!
Ruki nitip juga
“Oh iya
rokoknya si gurame!!!” lata Reita setelah menyadari apa yang telah
dilupakannya. Rupanya Reita sudah mulai ketularan pikunnya Kai.
‘ah ketularan
Kai nih...’ pikirnya Reita dalam hati.
“Huachiiimmm....”
Kai yang sedang ‘rapat’ dengan Nao A9 tiba-tiba bersin.
“Kamu flu ya?”
tanya si tembem Nao kepada ‘teman’nya itu.
“Enggak kok,
kayaknya ada yang mikirin aku.” Jelas Kai sambil bergelut dengan berkas-berkas
yang harus diurusnya.
Sementara itu
Reita kembali lagi ke toko supermarket untuk membeli rokok titipan temannya.
*Mocha : kenapa gak beli di vending mesin
aja? (elus2 kalong peliharaannya papi)
*Gackt : Mocha anakku yang mungil lagi
merhatiin apa?
*Mocha : tu Reita, eh aku anak papi Hyde dan
mami Tetchu~
*Gackt : dan calon
anakku juga tar kalo aku nikah ma Hy-chan. xD Aku juga bisa jadi papimu lho
*Mocha : (lari dari vampire tua nan mesum
itu) ogah pokoknya papi Hyde bukan uke!!!
“Nah udah
lengkap, sekarang waktunya pulang...” kata Reita berjalan lagi menuju kediaman
para member the Gazette.
At basecamp the
Gazette
“Kyaaaa......”
si Aoi teriak-teriak ga jelas sambil sembunyi di belakang Uruha yang sedang
mengemil popcorn.
“Payah deh,
muka aja yang serem.” Sindir Uruha pada gitaris yang terkenal berwajah
horor+mesumitu.
“Iya nih belum juga
Sadakonya muncul udah jerit-jerit.” Tambah Ruki yang juga ngemil popcorn.
Ternyata mereka sedang menonton film the Ring terbaru buat mengisi malam minggu
mereka. Sudah kebiasaan orang Jepang kan musim panas itu waktunya cerita horor.
Musim panas yang syarat hujandiyakini membuat para roh/hantu keluar dari
sarangnya. *ngawur ini ngetiknya info*
“Wah kasihan
Reita nanti melewati pekuburan juga.” kata Aoi tiba-tiba teringat temannya yang
berhidung plesteran.
“Kamu sih nggak
mau nemenin dia.” Cela Uruha sambil bersihin pahanya yang terkontaminasi
remahan popcorn.
“sms aja suruh
hati-hati... Ini malam haloween kan.” Ucap Ruki menasehati tetua the Gazette
yang masih ketakutan lihat Sadako keluar dari layar komputer di film Ring 3d.
Reita merasa
saku celananya bergema lagi.
“Apaan sih si
Ao? Ogah balik lagi ke toko.” Ucap si noseless sambil buka sms.
Dari Aoi
Be carefull
Inimusim panas
musimnya dedemit.!!
“Haaah?” Reita
cengo dengan kalimat pertama. Soalnya belum baca kalimat berikutnya.
“Be itu artinya
menjadi, care itu...” mikir sepersekian menit.
“...care itu
perhatian, full itu penuh. Jadi be carefull itu artinya menjadi
perhatian penuh. Yes sipp bahasa Inggris aku makin baik.” Pikir Reita
bangga.
“Eh terusannya
tadi apa?” ucap Reita balik lagi baca pesan dari Aoi.
“Wiiih...”
Seerrrr~
Darah Reita
serasa berdesir membacanya. Apalagi dia ingat kalau jalan pulang satu-satunya
melewati pekuburan.
“Kenapa mesti
diingetin sih?” ucap Reita gusar dan mulai merinding.
“Semoga tidak
terjadi apa-apa. Ganbatte Rei!!” kata Reita menyemangati dirinya.
.
.
Sesampainya di
dekat pekuburan Reita merasa hawa dingin semakin membuatnya beku. Ditambah ketakutan membuatnya berkeringat
dingin.
“Rei jangan
tengok... jangan tengok..” ucap Reita kepada dirinya sendiri.
“Selamat
malam....” sapa sebuah suara membuat Reita kaget setengah hidup.
“Iya selamat
malam...” balas Reita pada seorang gadis berambut sepunggung, berkulit putih
dan tinggi semampai.
‘Wuiiih
cakep.... eh tunggu ini cewek apa dedemit....’ pikir Reitadengan nyali yang
kian menciut melihat gadis bermaskeritu.
“Ngomong-ngomong
ada apa mbak?” tanyanya yang entah mengapa merasa merinding. Seolah seluruh
rambut ditubuhnya ikutan jadi mowhak gara-gara ketakutan.
“Apakah aku
cantik?” tanya gadis itu pada si bassist cakep punyanya the Gazette.
“Uhmmm...
kayaknya sih cantik...”
“Kalau
begini....”
“...apa tetap
cantik?” tanya gadis itu membuka maskernya.
‘Jiyaaah..... jangan
deh... jangan.....’ batin si Reita mulai OOC melihat wajah gadis itu
sesungguhnya. ‘Gimana nih... ah iya itu saja jawabnya seperti yang biasa baca
di internet itu.’ Pikir Reita.
“Err...bi-biasa
aja mbak...” iawab Reita gemetaran.
“Nggak ada opsi
biasa-biasa. Pilihannya hanya cantik dan jelek!!” ucap gadis yang ternyata
kuchisake-onna bewajah mengerikan itu.
“Ayo
jawab...”ucap gadis itu sambil menunjukkan guntingnya.
“Kasih waktu
dong mbak...” pinta Reita sambil berlutut.
“Memang aku
nembak kamu pake minta waktu segala.” Geram si hantu itu.”Jawab sekarang!”
“Yah mbak...
saya belum kawin mbak jangan bunuh saya? Hidung saya aja belum tumbuh mbak...”
si Reita masih melas-melas ke hantu itu. “Eh tunggu...” kata Reita dapat ide
bisikan dari saya *plak*
“Begini aja
mbak biar adil, mbak jawab pertanyaan
saya. Saya jawab pertanyaan mbak.” Ucap Reita di balas anggukan gadis dengan
mulut robek dan berdarah-darah itu.
“Saya keren
nggak mbak?” tanya Reita kepada kuchisake-onna itu dengan masih takut-takut.
“Iya
sepertinya.” Jawab hantu muka rusak itu.
“Kalau begini
bagaimana?” tanya Reita sambil membuka nosebandnya dengan terpaksa dihadapan
‘orang lain’. Eh kuchisake-onna kan bukan orang.
“Masih keren
kan mbak.” Tanya Reita mulai hilang rasa takutnya karena si hantu terlihat
illfeel melihat hidungnya.
“Kamu biasa aja...”
kata si kuchisake-onna lalu langsung kabur waktu Reita meraba kantung kreseknya
untuk mengambil korek.
“Wuiihh...
selamat nyawaku..” kata Reita yang kemudian dengan secepat eyeshild 21 berlari
ke rumah, takut ketemu saudaranya tuh hantu.
.
.
“Kenapa kamu
seperti itu Rei?” tanya Ruki heran temannya ngos-ngosan.
“.... nah aku
ketemu kuchisake-onna.” Ucap Reita pada teman-temannya setelah sampai rumah.
“Ah yang
bener?” si Uruha ikut nimbrung tapi masih sambil mengemil.
“mukamu kok
bisa selamat Rei?” tanya Aoi penasaran.
“Pasti bilang
biasa ya?” tanya Kai yang udah pulang juga dari ‘rapat’.
“Nggak mempan
itu.” Jelas Reita.
“Terus
bagaimana cara kamu menghindar?” tanya keempat temannya heran.
“Tanya balik
tentang hidung peseknya Reita.” Celetuk sebuah suara.
“Bener tuh.”
Kata Reita membenarkan.
“Oh jadi
begitu.” Kata teman-temannya memaklumi perasaan si Kuchisake-onna yang pasti
takut hidungnya dibuat pesek oleh Reita.
“Eh
ngomng-ngomong siapa tadi yang jelasin?” tanya Reita mulai menyadari suatu
keganjilan.
“Aku...” jawab
sesosok gadis berbaju putih.
“Gyaaaaaaa.......
sadako....”
“Eh.....???” saya
hanya melongo ditinggal sendirian sama pacar-pacar saya. *dihajar readers*
#
#
Kuchisake-onna : Ogah deh aku nakut-nakutin itu bassist
tak berhidung lagi sadako-chan
Mocha aka sadako : Emang kenapa?
Kuchisake-onna : Nggak rela hidung mancung aku jadi
kayak gitu.
Mocha aka sadako: OK lah kalau gitu. Lagian sapa yang nyuruh kamu
nakutin pacar aku? (tendang kuchisake-onna ke Gackt)
Hyde : Huuuh
(lagi berduaan sama Gaku jadi ngambek+terbang menjauh)
Gackt : gyaa aku nggak ngapa-ngapain kok
Hy-chan
Kuchisake
onna : (blink-blink liat vampire
ganteng yang nangkepin dia)
Mocha aka
sadako : nyehehehe syukurin
Owari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar