Selasa, 27 Oktober 2015

The GAZETTE fanfic ~~ REITA-rella part 5 End



By                   : MoCha
Peringatan     : Male x Male, crack sangat, pendek, bahasa(sangat) agak kacau, typo
Tokoh             : the Gazette , Alice Nine, dan makhluk Visual Kei lainnya.
Rate                : PG 13+ #siapa aja boleh baca sebenarnya#
Disclaimer     : semua hanya milik Tuhan, saya pinjem aja namanya dan ubah-ubah karakter mereka sesuka saya XD
Pasangan       : Uruha X Reita, Kai x Ruki
<> 
<> 
Dua hari kemudian kota PSC heboh dengan pembaritaan bahwa Presdir Uruha sedang mencari pemilik noseband misterius yang sudah mencuri hatinya.
“Noseband?” kata Saga kaget membaca berita di koran.
“Apa mungkin Reita?” tanggap Tora.
“Nggak mungkin kemarin itu kan dia  papi hukum untuk menghabiskan kari. Lagipula mana mungkin dia punya undangan ke pesta?” terang Kai.
“Bener juga noseband kan sekarang lagi nge-trend tuh.” Tambah Tora.
“Hari ini dia mau mengunjungi orang-orang yang datang ke pestanya hari itu kata koran ini.” jelas Saga masih baca koran.
“Eh Reita, ntar lu habis ngepel beliin gue tisu satu pak. Biar Shou gigit tisu saja kalo ngambek nggak gigit kabel telpon lagi.” Perintah Tora sama adik tirinya.
“”Iya kak.: Reita hanya bisa pasra. Pasrah dengan perintah Tora dan pasrah menahan bau noseband alternatif yang dia bikin dari kain lap piring yang apeknya jangan ditanya.
Dia bersyukur walaupun begitu karena dengan hidungnya itu dia kemarin selamat dari rape-an Byou. Walau bete juga pasalnya Byou langsung nggak jadi nepsong ma Reita begitu melihat hidungnya yang nyungsep. Sampai Reita juga berpikir ‘Apa gue seburuk rupa itu?’
Tok... tok... tok...
Pintu kediaman mereka diketuk dengan segera Tora yang paling deket dengan pintu membukanya.
“Eh Uruha-san.” Kata Tora kaget setengah hidup melihat 2 makhluk berpaha sekseh berdiri di depan pintu rumahnya.
“Iya. Permisi, boleh ganggu sebentar uhm.... Tora-kun iya kan?” kata Uruha ramah.
“Lama juga boleh kok.” Kata Tora maksudnya ngegombal. ‘Huaaaah pahanya lebih montok dari Shou.’ Pikir Tora langsung nepsong.
“Silakan masuk.” Tora mempersilahkan kedua makhuk berpaha itu masuk.  Mereka pun disambut baik oleh Saga dan Pak Kai.
“Tujuan saya kesini. Saya mau meminta anak anda mencoba noseband yang saya temukan.” Ucap Uruha setelah dipersilakan duduk. Uruha pun memberi isyarat pada Leda untuk mneluarkan benda itu. Langsung saja ia menyuruh Tora memakainya. Tetapi setelah dicoba ternyata tidak pas. Kurang beberapa senti lagi agar bisa diikat dengan benar.
“ih!! Susah bener mengikatnya.” Protes Tora. “Leda-san boleh disambung selotip nggak biar muat?” tanya Tora dibales gelengan butler berpaha seksi itu.
Dan ketika dicoba oleh Saga..
“Ini noseband ngak fleksibel amat sih?” protes Saga karena hidungnya yang mancung sudah pasti tidak bisa muat.
“Ah tunggu bentar lagi ya Uruha-san. Hidung saya jadi mancung begini kalau habis maskeran(?).” alasan si Saga seenak pahanya Saga. *jadi ingat pas Saga masih demen pamer paha bareng Shou.*
paha paha paha XD

“Iya tunggu dulu biasanya Saga nggak semancung itu kok.” Jelas Ksi ngawur.
“Ini minumanya silakan diminum.” Ucap Reita yang tiba-tiba muncuk membawa minuman. Hal itu mwmbuat Kai melotot padanya dengan aura ingin membuang Reita ke tempatnya Byou atau Miyavi secara express.
“Eh kamu kayak pernah liat?” kata Uruha merasa kenal. “Kamu tinggal disini juga kan?” tanyanya lagi.
“Kamu cobain noseband ini juga ya?” pintanya pada Reita.
“Tapi dia kemarin tidak ke pesta Uruha-san.” Jelas Tora.
“Tapi aku merasa melihatnya. Jadi kamu harus nyoba juga.” kata Uruha tetap pada keinginannya.
“Eh tapi... tapi...” Reita mulai gugup karena dapat deathglare dari ayah dan kedua saudaranya.
“Udah cobaina aja apa susahnya sih!” paksa Leda. “Lagipula ini lebih keren dari nosebandmu itu.”
“Tapi....” Reita sebenarnya lebih khawatir kalau Uruha akan syok melihat hidungnya seperti Byou kemarin.
“Udah sini...” paksa si Leda yang karena tidak sabar langsung main kasar, menarik noseband Reita.
“Eh... maaf...” ucap Leda setelah melihat betapa mungil hidungnya Reita. Itu juga membuat orang-orang di sekitarnya menatap aneh ke arah hidungnya dan membuat Reita sedih. *kayaknya lebey amat ya*
‘Hiks... hiks... mami Ruki...” tangis Reita dalam hati.
“Udah biarin dia mencoba saja Led.” Suruh si  majikan kepada Leda. Dan saat Reita memasangnya. Noseband itu pas dan serasi dengan Reita.
“Jadi yang kemarin itu beneran kamu?” tanya Uruha merasa senang menemukan pujaan hatinya, mengesampingkan bentuk asli hidung Reita.
“Reita benar itu kamu?” tanya Kai, Tora, dan Saga.
“Iya itu aku.....” jawab Reita sambil menganggukkan kepala.
“Akhirnya aku menemukanmu!” kata Uruha senang dan langsung memeluk Reita. *jadi ingat lagunya NAFF hehehe*
“Eh kenapa nangis?” tanya Uruha cemas melihat Reita menangis. Sementara itu keempat orang lainnya hanya bisa terdiam dengan bebagai pikiran di otaknya masing-masing.
“Sekarang kamu tahu aku jelek. Kamu pasti nggak mau lagi sama aku. Hiks...” jelas Reita.
“Aku menyukaimu apa adanya...” ucap Uruha tulus.
“Benarkah?”
“Iya kamu baik dan jujur. Aku menyukaimu sejak pertama melihat kamu.” Tambah Uruha.
“I love you Reita.” Ucapnya dengan mantap.
“I love you too..” balas Reita dan mereka kembali berpelukan.
.
.
Uruha dan Reita akhirnya menikah seminggu kemudian. Sementara Saga dan Tora kembali ke pasangnanya masing-masing. Mereka juga meminta maaf kepada Reita atas sikap mereka selama ini.Kai yang akhirnya menyadari kesalahannya juga meminta maaf pada Reita dan Ruki pun merasa senang mereka berbaikan.
Malam itu etelah pernikahan Uruha dan Reita.
“Nee Uru-chan ku senang akhirnya bisa menjadi sememu.” Ucap Reita sambil baringan di kasur barunya yang empuk tidak seperti saat menjadi cinderellaboy.
“Eh seme? Siapa? Kamu???? Hahahahha.....”
“Kenapa tertawa?” tanya Reita sambil mengerucutkan bibirny sebal.
“Karena sudah jelas kan semenya itu aku.” Kata Uruha sambil beranjak dari sofa menghampiri ‘pengantinnya’.
“Tidak mungkin lah kamu itu bishie. Dimana-mana yang namanya bishie itu cocoknya jadi uke.” Jelas Reita sotoy.
“Benarkah?” tanya Uruha yang sudah duduk di samping Reita dan semakin mendekat.
“Hmmhmmm..” gumam Reita mengangguk sambil memejamkan matanya dengan yakin.
“Mari kita buktikan!” kata Uruha yang ternyata wajahnya hanya tinggal 3 senti dari wajah Reita . Reita dengan wajah memerah hanya bisa memelototkan matanya setelah menyadari betapa seberapa dekat Uruha dengannya.
Finish.

Nyuuuu.... gimana-gimana?
Alurnya kerasa kecepetan kan? *plak*
oke maaf inisebenarnya fanfic lawas yang baru dipublish. Diminta review nya ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar