Selasa, 06 Oktober 2015

The GAZETTE fanfic ~~ REITA-rella part 4




By                   : MoCha
Peringatan     : Male x Male, crack, pendek, bahasa  agak sangat kacau
Tokoh             : the Gazette , Alice Nine, dan makhluk Visual Kei lainnya.
Rate                : PG 13 #siapa aja boleh baca sebenarnya#
Disclaimer     : semua hanya milik Tuhan, saya pinjem aja namanya dan ubah-ubah karakter mereka sesuka saya XD
Pasangan       : Uruha X Reita, Kai x Ruki

^^
^^
Di tempat dilangsungkan pesta, sudah banyak yang berusaha mendekati Uruha. Banyak wanita yang diacuhkan oleh Uruha malam itu karena dia illfeel dengan mereka yang terlihat murahan. Sementara itu dia juga menolak beberapa pria yang tampak nepsong pada kecantikan dan kemolekan Uruha.
“Boo-chan sudah 1 setengah jam lebih masa belum ada yang menarik nih?” tanya Leda kepada tuan mudanya.
‘“Kalau sudah ya udah gue bawa ke hadapan papi.” Ucap Uruha kesal.
“Mestinya boo-chan pakek hotpanr keberuntungan yang Leda pinjemin tadi.” Saran si butler sok tahu.
“Ogah .. Ntar gue dapetnya orang  sejenis Sujk lagi.”
“Selamat malam Uruha-san.”
“Eh Kai-san selamat malam.” Sapa Uruha pada tamunya itu.
“Usahanya tambah lancar nih kayaknya.” Kata Kai berbas-basi.
“Iya berkat dukungan semua pihak juga semua perusahaan  bisa  seperti sekarang.”
“Oh iya Uruha-san ini putra saya, yang ini Tora dan ini Saga.”kata Kai memperkenalkan anak-anaknya.
“Uruha..” ucap si pengusaha kece itu.
“Saga..”
‘Ampun~ ini cowok cantik banget gue aja ngerasa kalah cantik jadinya.’ Batin Uruha.
“Tora.” Kata pria satunya yang berambut hitam.
‘Ganteng banget, tapi ini orang apa vampir mukanya misterius banget. Bisa-bisa darah gue diisep sampe kering kalo pas bulan purnama(?).’ pikir Uruha.
“Oh iya silakan nikmati pertanya ya, saya permisi dulu.” Kata Uruha sengaja mau kabur dari kedua makhluk tadi.
‘gila gue dicuekin sama bishie.’ Batin Tora dan Saga.
Uruha beranjak pergi diikuti oleh butlernya -Leda, uang mulai menyerocos lagi gara-gara ulah tuan mudanya itu.
“Tuan ini maunya yang kayak gimana sih? Tora tadi kan ganteng banget tuan.” ucap Leda yang ternyata terpesona dengan Tora. Untung Sujk lagi jaga mobil jadi nggak tau kelakuan si Leda.
“Ganteng tapi gua nggak ada feeling.” Ucap Uruha sambil minum segelas wine yang baru aja dia ambil.
“tuan memang rempong banget.” Ucap Leda berbisik ke dirinya sendiri sambil melihat sekeliling..
“Eh tuan lihat itu. Orang itu hidungnya kenapa diplester kayak begitu ya?” kata Leda heran melihat sesosok pria bersetelan hitam, rambut mowhak, dan hidung ber-plesteran.
“............ kakkoi~” Uruha melihat sosok yang tampak aneh itu dengan takjub.
‘Keren dari mananya? Hidungnya aja plesteran gitu? Apa tuan muda udah mabok ya? Perasaan baru minum dikit aja.’ Pikir Leda masih cengo dengan kata-kata majikannya itu.
“Selamat malam...Aku Uruha...”ucap Uruha kepada orang dengan hidung tak nampak itu.
“Selamat malam, aku Reita.” Kenalnya kepada orang yang mengadakan pesta itu.
‘Gila ini cowok apa cewek ya, ayu bener?’ pikir Reita. Keduanya pun kemudian berbicara dengan akrab dan sesekali mencuri pandang. Keakraban mereka sampai membuat beberapa tamu yang lain memandang dengan  kesal.
“Kamu keren dan imut..” puji Uruha membuat Reita blushing.
‘Kawaii...kawaaiii~.’ batin Uruha terpesona.
“Eh, makasih. Kamu juga keren dan manis.” Balas Reita dengan jujur. “Selamat atas dibukanya cabang baru perusahaan anda.”
Titut......... titut........ titut........... (kayak suara burung hantu maksudnya XD)
Alarm HP Reita(dipinjemin Byou) bunyi dari saku Reita menandakan sudah waktunya dia bergegas pulang.
“Eh sudah jam 12 aku harus pulang.” Ucapnya mulai cemas.
“ho kenapa? Pestamya kan belum selesai?” tanya Uruha k rela ia pulang.
“Aku harus pulang ada yang menungguku.” Kata Rita berdalih tapi Uruha malah menggenggam  pergelangan tangan Reita tiba-iba gingga membuat Reita terkejut. Reita terdiam sejenak, namun alaramnya berbunyi lagi membuatnya tersadar dan melepas tangan Uruha.
“Maaf aku benar-benar harus pulang, terimakasih pestanya menyenangkan.” Kata Reita yang kemudian pergi.
Uruha yang masih belum rela mengejarnya dan berhasil menyentuh pipinya. Ah, ternyata bukan pipi tapi nosebandnya. Namun karena Reita malah lari, tanpa sengaja nosebandnya terlepas karena tangan Uruha. Reita yang khawatir hanya bisa terus berlari sambil menutup wajahnya dengan tangan.
Tbc.
Reader, do you mind to give a respond? ^_^

2 komentar:

  1. YaY udh update lgi...ヽ(^0^)ノ
    Uruha kenapa nolak Tora..??? Malah terpesona sama si plester *digetok bass*>3<

    Hmm..Koreksi dikit ya masih ada typo-nya...tp keren..
    Ayo lanjutin (^O^)
    *haduh bawelnya diriku**bungkuk2*gomen ^^v

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi makasih banget malah kalo dikasih koreksi ^_^
      iyo ngetiknya sambil lari sana sini ngejar bocah2 kecil *alasan *

      wkwkwkw maklum saya demen si idung soalnya senasib *buka kartu*

      Hapus