By : MoCha
Peringatan : Male x Male, crack, pendek, bahasa agak sangat kacau
Tokoh : the Gazette , Alice Nine, dan makhluk Visual Kei
lainnya.
Rate :
PG 13 #siapa aja boleh baca sebenarnya#
Disclaimer : semua hanya milik Tuhan, saya pinjem aja namanya dan ubah-ubah
karakter mereka sesuka saya XD
Pasangan : Uruha X Reita, Kai x Ruki
^^
^^
Di tempat dilangsungkan pesta,
sudah banyak yang berusaha mendekati Uruha. Banyak wanita yang diacuhkan oleh
Uruha malam itu karena dia illfeel dengan mereka yang terlihat murahan.
Sementara itu dia juga menolak beberapa pria yang tampak nepsong pada
kecantikan dan kemolekan Uruha.
“Boo-chan sudah 1 setengah jam
lebih masa belum ada yang menarik nih?” tanya Leda kepada tuan mudanya.
‘“Kalau sudah ya udah gue bawa
ke hadapan papi.” Ucap Uruha kesal.
“Mestinya boo-chan pakek
hotpanr keberuntungan yang Leda pinjemin tadi.” Saran si butler sok tahu.
“Ogah .. Ntar gue dapetnya
orang sejenis Sujk lagi.”
“Selamat malam Uruha-san.”
“Eh Kai-san selamat malam.”
Sapa Uruha pada tamunya itu.
“Usahanya tambah lancar nih
kayaknya.” Kata Kai berbas-basi.
“Iya berkat dukungan semua
pihak juga semua perusahaan bisa seperti sekarang.”
“Oh iya Uruha-san ini putra
saya, yang ini Tora dan ini Saga.”kata Kai memperkenalkan anak-anaknya.
“Uruha..” ucap si pengusaha
kece itu.
“Saga..”
‘Ampun~ ini cowok cantik
banget gue aja ngerasa kalah cantik jadinya.’ Batin Uruha.
“Tora.” Kata pria satunya yang
berambut hitam.
‘Ganteng banget, tapi ini
orang apa vampir mukanya misterius banget. Bisa-bisa darah gue diisep sampe
kering kalo pas bulan purnama(?).’ pikir Uruha.
“Oh iya silakan nikmati
pertanya ya, saya permisi dulu.” Kata Uruha sengaja mau kabur dari kedua
makhluk tadi.
‘gila gue dicuekin sama
bishie.’ Batin Tora dan Saga.
Uruha beranjak pergi diikuti
oleh butlernya -Leda, uang mulai menyerocos lagi gara-gara ulah tuan mudanya itu.
“Tuan ini maunya yang kayak
gimana sih? Tora tadi kan ganteng banget tuan.” ucap Leda yang ternyata
terpesona dengan Tora. Untung Sujk lagi jaga mobil jadi nggak tau kelakuan si
Leda.
“Ganteng tapi gua nggak ada
feeling.” Ucap Uruha sambil minum segelas wine yang baru aja dia ambil.
“tuan memang rempong banget.”
Ucap Leda berbisik ke dirinya sendiri sambil melihat sekeliling..
“Eh tuan lihat itu. Orang itu
hidungnya kenapa diplester kayak begitu ya?” kata Leda heran melihat sesosok
pria bersetelan hitam, rambut mowhak, dan hidung ber-plesteran.
“............ kakkoi~” Uruha
melihat sosok yang tampak aneh itu dengan takjub.
‘Keren dari mananya? Hidungnya
aja plesteran gitu? Apa tuan muda udah mabok ya? Perasaan baru minum dikit
aja.’ Pikir Leda masih cengo dengan kata-kata majikannya itu.
“Selamat malam...Aku
Uruha...”ucap Uruha kepada orang dengan hidung tak nampak itu.
“Selamat malam, aku Reita.”
Kenalnya kepada orang yang mengadakan pesta itu.
‘Gila ini cowok apa cewek ya,
ayu bener?’ pikir Reita. Keduanya pun kemudian berbicara dengan akrab dan
sesekali mencuri pandang. Keakraban mereka sampai membuat beberapa tamu yang
lain memandang dengan kesal.
“Kamu keren dan imut..” puji
Uruha membuat Reita blushing.
‘Kawaii...kawaaiii~.’ batin
Uruha terpesona.
“Eh, makasih. Kamu juga keren
dan manis.” Balas Reita dengan jujur. “Selamat atas dibukanya cabang baru
perusahaan anda.”
Titut......... titut........
titut........... (kayak suara burung hantu maksudnya XD)
Alarm HP Reita(dipinjemin
Byou) bunyi dari saku Reita menandakan sudah waktunya dia bergegas pulang.
“Eh sudah jam 12 aku harus
pulang.” Ucapnya mulai cemas.
“ho kenapa? Pestamya kan belum
selesai?” tanya Uruha k rela ia pulang.
“Aku harus pulang ada yang
menungguku.” Kata Rita berdalih tapi Uruha malah menggenggam pergelangan tangan Reita tiba-iba gingga
membuat Reita terkejut. Reita terdiam sejenak, namun alaramnya berbunyi lagi
membuatnya tersadar dan melepas tangan Uruha.
“Maaf aku benar-benar harus
pulang, terimakasih pestanya menyenangkan.” Kata Reita yang kemudian pergi.
Uruha yang masih belum rela
mengejarnya dan berhasil menyentuh pipinya. Ah, ternyata bukan pipi tapi nosebandnya.
Namun karena Reita malah lari, tanpa sengaja nosebandnya terlepas karena tangan
Uruha. Reita yang khawatir hanya bisa terus berlari sambil menutup wajahnya
dengan tangan.
“
“
“
Tbc.
Reader, do you mind to give a
respond? ^_^
YaY udh update lgi...ヽ(^0^)ノ
BalasHapusUruha kenapa nolak Tora..??? Malah terpesona sama si plester *digetok bass*>3<
Hmm..Koreksi dikit ya masih ada typo-nya...tp keren..
Ayo lanjutin (^O^)
*haduh bawelnya diriku**bungkuk2*gomen ^^v
hihihi makasih banget malah kalo dikasih koreksi ^_^
Hapusiyo ngetiknya sambil lari sana sini ngejar bocah2 kecil *alasan *
wkwkwkw maklum saya demen si idung soalnya senasib *buka kartu*